INDOPOSCO.ID – BCA Syariah resmi membuka Journalist Writing Competition (JWC) 2026 di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, pada Rabu (30/9/2026). Kickoff agenda tahunan ini dikemas lewat talkshow bertajuk “Membaca Arah dan Tren Bisnis Konsumer Syariah, in this Economy” untuk mengurai dinamika industri finansial syariah terkini.
Diperuntukkan bagi jurnalis media cetak, online, kantor berita, televisi, hingga radio, JWC tahun ini mengusung tema “Mengungkap Kisah Ekonomi Syariah, Menjadi Jurnalis Inspiratif”. Fokus utamanya menyuarakan dampak nyata serta manfaat keuangan syariah bagi masyarakat luas.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, dalam sambutannya menegaskan bahwa media memegang peran strategis dalam mengedukasi publik mengenai ekosistem perbankan syariah.
“Kita yakin yang terdepan untuk selalu menyiarkan berita-berita ini, kalau kita titipkan pesan atas pengembangan perbankan atau keuangan syariah, mestinya tepat sasaran,” ujar Yuli.
Yuli menyoroti masih kuatnya miskonsepsi inklusivitas di masyarakat terkait siapa yang bisa mengakses layanan bank syariah, termasuk fakta bahwa produk ini bersifat universal.
“Siapa di antara Bapak Ibu yang tidak tahu bahwa perbankan syariah atau bank syariah itu nasabahnya boleh non-muslim?” terang Yuli.
“Ini bukan hanya BCA Syariah sentris, tetapi perbankan syariah sentris yang lebih luas lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan, mengungkapkan bahwa ceruk pasar generasi muda (Gen Z) menunjukkan karakteristik yang unik antarproduk. Pada portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR), generasi milenial masih mendominasi porsi terbesar yakni 71,23 persen, sedangkan Gen Z baru mengisi 7,4 persen.
Namun, peta kekuatan tersebut berbalik pada lini pembiayaan emas, di mana porsi keterlibatan Gen Z melesat signifikan hingga mendekati seperlima dari total segmen.
“Yang menariknya, untuk emas itu mulai angkanya lebih tinggi yang Gen Z. Gen Z itu mulai lebih tinggi, angkanya sekitar 19 persen, hampir 20 persen itu Gen Z untuk mengambil emas. Jadi kami melihat peluang-peluang ini. Inilah yang terjadi saat ini, bahwa peluang makin besar di generasi Z nanti ke depan,” tutur Bukit.
Fenomena bergesernya preferensi antargenerasi ini menegaskan krusialnya akselerasi ekosistem digital. Merespons kebutuhan Gen Z yang serbapratis, BCA Syariah memperkuat penetrasi layanannya lewat aplikasi BSya untuk memfasilitasi transaksi tabungan hingga pembiayaan emas secara digital.
Sesi diskusi turut menghadirkan ekonom syariah yang juga Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Masyita. Diskusi menyoroti pergeseran perilaku konsumen, daya beli, serta peluang bisnis ritel syariah.
Selain membedah tren industri, JWC 2026 mendorong jurnalis mengeksplorasi sudut pandang humanis, dari pemberdayaan UMKM, digitalisasi, hingga cerita inklusi finansial. Peserta juga dapat mengangkat fokus “Pengalaman Berkah Layanan Digital & Finansial Bersama BCA Syariah”, melingkupi penggunaan aplikasi BSya, produk simpanan, dan perencanaan keuangan.
Kompetisi di tahun keempat ini menghadirkan tiga kategori utama, yaitu Hard News dengan ketentuan panjang tulisan 1.500–3.000 karakter, Feature dengan kisaran 3.000–4.000 karakter, serta Konten Media Sosial dengan format vertikal 9:16 berdurasi maksimal tiga menit yang diunggah melalui Instagram Reels.
Karya yang diikutsertakan wajib dipublikasikan pada periode 30 September hingga 30 Oktober 2026. BCA Syariah menyiapkan total hadiah Rp36 juta bagi pemenang dan runner-up di seluruh kategori, dengan harapan lahirnya perspektif jurnalistik yang makin inspiratif dan edukatif bagi publik. (her)















