INDOPOSCO.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis guna memperkuat pelaksanaan program perumahan rakyat di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Pertemuan ini membahas rencana besar pembangunan 2.200 unit rumah di Provinsi Papua Pegunungan hingga akselerasi program gentengisasi nasional.
Rakor tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta jajaran kepala daerah se-Provinsi Papua Pegunungan. Sinergi ini juga memperkuat pengawasan dengan melibatkan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Kepala LKPP Sarah Sadiqa, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Rencana pembangunan di Papua Pegunungan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Rinciannya mencakup 2.000 unit rumah layak huni untuk masyarakat lokal serta 200 unit rumah khusus bagi para kepala suku setempat.
Usai merampungkan pematangan teknis untuk kawasan Papua Pegunungan, Mendagri melanjutkan agenda dengan memimpin rapat khusus terkait penguatan program gentengisasi nasional. Langkah inovatif ini ditujukan untuk mendukung gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas pemerintah pusat.
”Tadi kita baru selesai rapat mengenai masalah program realisasi gentengisasi. Saya tahu bahwa salah satu arahan Bapak Presiden adalah agar Indonesia ASRI. Salah satu unsur indah itu adalah estetika rumah-rumah yang sebaiknya tidak hanya menggunakan atap seng,” ujar Mendagri Tito Karnavian usai rapat.
Menurut Tito, penggunaan atap genteng tidak sekadar mempercantik tampilan estetika hunian, melainkan juga menciptakan iklim hunian yang lebih sejuk dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah.
Dalam pelaksanaannya, Mendagri mengapresiasi terobosan cepat Menteri PKP Maruarar Sirait yang telah menjalin kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Majalengka, dan Pemkab Purwakarta sebagai wilayah sentra produksi genteng nasional.
”Sentra genteng salah satunya ada di Jawa Barat. Bapak Maruarar Sirait selaku Menteri PKP sudah melakukan langkah-langkah nyata merealisasikan arahan Bapak Presiden mengenai gentengisasi ini,” ungkap mantan Kapolri tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa program gentengisasi dirancang untuk membawa dampak ganda (multiplier effect), yakni meningkatkan kualitas lingkungan permukiman sekaligus memicu kebangkitan ekonomi kerakyatan.
”Saya sangat mengapresiasi Pemda Jabar, Majalengka, dan Purwakarta. Kita ingin mendukung UMKM tempatan, tetapi dengan pendekatan pembinaan agar kualitas produksi genteng mereka makin bagus dan berdaya saing,” tutur Maruarar. (srv)















