INDOPOSCO.ID – Kondisi geografis Indonesia yang kepulauan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan primer, termasuk pelayanan Keluarga Berencana (KB). Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menghadirkan layanan KB terapung melalui Rumah Sakit Kapal dr. Lie Dharmawan di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Senin (28/9/2026).
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa jemput bola menggunakan RS Kapal merupakan langkah strategis untuk mengintensifkan jangkauan pelayanan di daerah khusus dan terpencil.
“Ini merupakan salah satu cara untuk mengintensifikasikan pelayanan KB di wilayah-wilayah khusus, karena kita tahu bahwa Indonesia ini sangat luas dan beragam secara geografis. Ada tempat-tempat yang memang perlu dilakukan upaya khusus seperti yang dilakukan di Donggala ini,” ujar Isyana di Donggala, Sulawesi Tengah.
Pelayanan KB terapung ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, sekaligus menjadi bagian dari aksi pelayanan KB serentak nasional yang berlangsung pada 7 September hingga 7 Oktober 2026. Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan kepesertaan KB modern serta menekan angka kebutuhan KB yang belum terlayani (unmet need), terutama di kawasan prioritas.
Isyana menambahkan, terselenggaranya layanan ini tidak lepas dari sinergi kuat antara Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah maupun Kabupaten Donggala.
“Ini adalah salah satu wujud prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu no one left behind. Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dalam mendapatkan pelayanan Keluarga Berencana,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Arniwaty Lamadjido, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, pendekatan terpadu amat krusial untuk membenahi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
“Saya mengapresiasi pendekatan terpadu ini karena kesehatan keluarga membutuhkan perhatian menyeluruh dan pelayanan yang terintegrasi,” tutur Reny.
Melalui keberadaan Rumah Sakit Kapal ini, Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen untuk terus memperkuat akses kesehatan reproduksi di daerah sulit dijangkau. Ke depan, kolaborasi serupa akan terus didorong agar ketersediaan fasilitas KB benar-benar dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia. (ney)















