• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Swasembada Susu Dikebut, DPR Soroti Potensi Sapi Grati sebagai Bibit Unggul Lokal

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 28 September 2026 - 13:20
in Nasional
KUTT

Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (28/9/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Runi/MRI.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mendorong percepatan swasembada susu nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri dan pengembangan sapi lokal yang mampu beradaptasi dengan iklim Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

Hal itu disampaikan Kharis saat melakukan kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (28/9/2026).

BacaJuga:

Menag: Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

Karhutla Masih Marak di Berbagai Daerah, Begini Update Penanganan BNPB

Bantuan Ambulans Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Prasejahtera di 15 Wilayah

Menurut Kharis, pemenuhan kebutuhan susu nasional melalui produksi dalam negeri merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, peternak, koperasi, dan industri.

“Selain kita harus segera fokus memenuhi kebutuhan susu dalam negeri dengan cara produksi sendiri, tidak dipenuhi melalui impor, saya kira ini menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Politisi Fraksi PKS tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kharis turut menyoroti potensi sapi Grati yang dikembangkan di Pasuruan. Sapi tersebut dinilai memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi iklim panas, termasuk di wilayah dataran rendah dan pesisir.

Menurutnya, keunggulan genetik tersebut perlu dikembangkan melalui program pemuliaan agar dapat menghasilkan bibit unggul yang sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia.

“Sapi Grati memiliki daya tahan terhadap panas dan memiliki keunggulan genetik yang perlu diperhatikan. Potensi ini harus terus dikembangkan melalui pemuliaan hingga menjadi bibit unggul asli Indonesia yang dapat dipelihara di daerah dataran rendah dan wilayah panas,” jelasnya.

Kharis mengatakan impor susu masih dapat dilakukan selama produksi dalam negeri belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan nasional. Namun, ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri harus dikurangi secara bertahap seiring peningkatan produksi peternak lokal.

“Kalau produksi susu dalam negeri belum cukup, impor boleh dilakukan, tetapi harus dibatasi dan terus dikurangi. Semakin kecil impor, berarti produksi dalam negeri semakin meningkat,” katanya.

Untuk meningkatkan produksi susu nasional, Kharis menilai pemerintah perlu memperkuat dukungan terhadap peternak, mulai dari penyediaan lahan, pakan, pupuk, regulasi, hingga peningkatan efisiensi usaha peternakan.

Selain dukungan dari sisi produksi, ia menilai perubahan pola pikir juga diperlukan agar usaha sapi perah semakin menarik bagi generasi muda. Keberlanjutan sektor peternakan dinilai tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan menarik regenerasi peternak.

Sementara itu, Ketua KUTT Suka Makmur Evi Zainal Abidin mengatakan pengembangan sapi perah dataran rendah di Pasuruan telah berlangsung lebih dari 100 tahun secara turun-temurun. Menurutnya, keberlangsungan peternakan tersebut menunjukkan kemampuan sapi lokal beradaptasi dengan lingkungan tropis.

“Kami ingin menunjukkan kepada Ibu Ketua dan anggota bahwa di Indonesia sudah ada peternakan sapi perah dataran rendah yang sudah established, bahkan lebih dari 100 tahun. Ini sudah dilakukan secara turun-temurun dan peternaknya sudah sangat terampil,” ujar Evi.

Evi berharap pengalaman pengembangan sapi perah dataran rendah di Pasuruan dapat memperoleh dukungan untuk dikembangkan di wilayah lain, terutama di luar Pulau Jawa.

Menurutnya, pengembangan peternakan di luar Jawa memiliki peluang besar karena ketersediaan hijauan pakan ternak yang relatif melimpah. Sapi dengan genetika yang telah stabil dan mampu beradaptasi dengan lingkungan tropis dinilai dapat menjadi pilihan untuk mendukung pengembangan tersebut.

“Kalau kita bicara luar Jawa, yang tidak membutuhkan perawatan terlalu rumit adalah sapi yang genetikanya sudah stabil dan sudah dikenal sebagai sapi dataran rendah Indonesia,” tutup Evi.(dil)

Tags: DPR RIKomisi IVSapi GratiSwasembada Susu

Berita Terkait.

Menag
Nasional

Menag: Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:21
Karhutla
Nasional

Karhutla Masih Marak di Berbagai Daerah, Begini Update Penanganan BNPB

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:50
Ambulance
Nasional

Bantuan Ambulans Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Prasejahtera di 15 Wilayah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:40
Sofia-Hasna
Nasional

Optimal Kelola Kanal Digital, UMJ Raih AHI 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:30
Ferry
Nasional

Resmi Beroperasi, KDKMP Sorowako Bangun Kemandirian Ekonomi Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:19
Ojol
Nasional

YLKI Ingatkan Aplikator Ojol Tak Akali Batas Potongan 8 Persen, Konsumen Jangan Jadi Korban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:38

OLAHRAGA

Hadi-Tj
Olahraga

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Editor Juni Armanto
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto menyebut negara-negara di Eropa sebagai pesaing terberat kontingen karate...

SelengkapnyaDetails
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2715 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1041 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.