INDOPOSCO.ID – Bantuan armada ambulans dari PNM (Permodalan Nasional Madani) sangat penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan di berbagai daerah.
Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid dalam keterangan, Sabtu (10/10/2026). Dia mengatakan, kolaborasi BAZNAS dan PNM memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat prasejahtera yang membutuhkan bantuan transportasi medis dan penanganan kondisi darurat.
Dia berharap, kolaborasi tersebut dapat mendorong perusahaan dan badan usaha milik negara (BUMN) lainnya untuk turut berkontribusi memperkuat jaring pengaman sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap langkah PNM ini dapat menjadi pemicu bagi perusahaan dan BUMN lain untuk ikut tergerak saling membantu dalam memperkuat jaring pengaman sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Diketahui, pada tahun ini ambulans PNM Peduli disalurkan ke 15 titik wilayah, mulai dari Aceh hingga Denpasar. Armada tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung transportasi kesehatan, penanganan kondisi darurat, serta pelayanan sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat.
Program ini merupakan kelanjutan dari penyaluran enam unit ambulans pada tahun sebelumnya. Keenam armada tersebut tersebar di Garut, Mataram, Makassar, Aceh, Banyuwangi, dan Serang, untuk membantu menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu didukung kondisi kesehatan yang baik serta akses terhadap layanan dasar. Menurut dia, keberhasilan keluarga dalam mengembangkan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh akses pembiayaan, tetapi juga lingkungan sosial yang memungkinkan mereka tetap produktif.
“Pemberdayaan ekonomi akan lebih kuat jika didukung oleh kesehatan masyarakat yang baik. Karena itu, kami ingin kebermanfaatan PNM tidak berhenti pada aspek ekonomi, tetapi juga hadir dalam kebutuhan sosial yang dirasakan masyarakat,” ujar Kindaris.
Dia menambahkan, upaya membantu masyarakat tidak harus selalu dimulai dari langkah besar. Kolaborasi yang menyentuh kebutuhan nyata dan dilakukan secara konsisten dinilai mampu menciptakan manfaat berkelanjutan.
“Bagaimana setiap langkah yang dilakukan PNM dapat membuka akses dan memberi manfaat bagi lebih banyak orang,” katanya.(nas)

















