• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Guru Besar IPDN Ingatkan Bahaya Infus Permanen untuk Koperasi Desa Merah Putih

Escrow Bukan Solusi

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 26 September 2026 - 21:11
in Ekonomi
escrow

Prof Djohermansyah Djohan, guru besar IPDN dan mantan Dirjen Otda Kemendagri Foto : dokumen Indoposco

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rencana pemerintah menggunakan rekening escrow untuk menalangi cicilan utang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menuai kritik tajam.

Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan, menilai langkah tersebut tidak menyentuh akar masalah dan berpotensi menjadi bumerang bagi keuangan negara.

BacaJuga:

Jejak yang Lebih Panjang dari Deru Mesin: United Tractors Menenun Masa Depan Berkelanjutan

PDC Dorong Kemandirian Pesantren dan Pastikan Layanan Konsumsi Rig Berstandar

Kembangkan Komunikasi Berdampak, PHI Sabet 7 Penghargaan IABC Awards 2026

Menurutnya, escrow hanyalah mekanisme penampungan dan pengaturan pembayaran agar lebih tertib dan aman. Namun, instrumen itu tidak akan menyelesaikan persoalan utama koperasi, yakni apakah usaha yang dijalankan layak dan mampu menghasilkan arus kas.

“Escrow masuk akal jika koperasi memiliki bisnis sehat, arus kas jelas, dan kemampuan membayar utang. Persoalan muncul jika rekening ini digunakan untuk membayar cicilan koperasi yang belum mampu menghasilkan pendapatan dari usahanya sendiri,” ujar Djohermansyah yang juga mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri 2010-2014 itu kepada INDOPOSCO, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, jika cicilan akhirnya dibayar dari dana pemerintah atau suntikan eksternal, ia menilai masalah utang bukan diselesaikan, melainkan dipindahkan kepada negara.

Djohermansyah mengingatkan bahaya moral hazard dari kebijakan tersebut. Risiko bisnis yang seharusnya dikelola koperasi, perlahan-lahan akan ditanggung pemerintah.

“Koperasi pun dapat kehilangan dorongan untuk memperbaiki usaha karena selalu ada harapan negara turun tangan ketika arus kas tersendat. Padahal koperasi dibangun atas asas kemandirian dan kekuatan anggota, bukan badan usaha yang dirancang untuk terus hidup dari subsidi,” jelasnya.

Djohermansyah menegaskan, jangan sampai escrow menjadi selimut yang menutupi masalah sebenarnya, seperti kelayakan usaha yang lemah, omzet rendah, manajemen yang belum siap, dan model bisnis yang belum terbukti.

Pendiri Institut Otonomi Daerah itu menilai persoalan KDMP tidak muncul tiba-tiba. Program yang dibangun secara besar-besaran dan serentak hingga menyasar sekitar 80 ribu desa dan kelurahan itu mengandung risiko besar karena tidak didahului persiapan, uji coba, dan keterlibatan masyarakat desa sebagai pemilik koperasi.

Masalah pun muncul berantai, mulai dari pengadaan tanah, pembangunan fisik, kesiapan pengelola dan peralatan, hingga kini persoalan pembayaran cicilan kepada bank-bank Himbara.

“Ini menunjukkan satu hal: membangun koperasi tidak cukup dengan membangun gedung dan menyediakan modal. Koperasi bukan proyek pemerintah, koperasi adalah organisasi ekonomi milik anggota,” katanya.

Karena itu, ia mendesak pemerintah melakukan review menyeluruh, bukan sekadar membuat kebijakan baru untuk menambal persoalan. Pemerintah perlu memetakan mana koperasi yang sehat, mana yang perlu dibenahi, mana yang memiliki anggota aktif, dan mana yang secara bisnis tidak layak.

“Koperasi yang sehat diberi ruang berkembang. Yang bermasalah dibenahi. Yang tidak memiliki model bisnis yang layak jangan dipaksa berjalan hanya karena sudah telanjur dibangun dan berutang,” ujarnya.

Ia juga meminta pendekatan top-down dievaluasi. Kepala desa dan masyarakat harus dilibatkan dalam menentukan jenis usaha, kebutuhan modal, tata kelola, dan arah koperasinya.

“Jangan sampai demi mengejar target pembentukan puluhan ribu koperasi, pemerintah justru menciptakan puluhan ribu persoalan baru yang akhirnya harus diselesaikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Escrow boleh menjadi instrumen, tetapi jangan menjadi infus permanen,” pungkasnya.

Menurutnya, ukuran keberhasilan KDMP harus digeser. Bukan lagi soal berapa banyak koperasi yang dibentuk, melainkan berapa banyak yang benar-benar hidup, berusaha, menghasilkan omzet, memberi manfaat kepada anggota, dan mampu membayar kewajibannya sendiri.(yas)

Tags: EscrowGuru Besar IPDNKDMPKoperasi Desa Merah Putih

Berita Terkait.

Jejak yang Lebih Panjang dari Deru Mesin: United Tractors Menenun Masa Depan Berkelanjutan
Ekonomi

Jejak yang Lebih Panjang dari Deru Mesin: United Tractors Menenun Masa Depan Berkelanjutan

Minggu, 27 September 2026 - 19:30
Ponpes
Ekonomi

PDC Dorong Kemandirian Pesantren dan Pastikan Layanan Konsumsi Rig Berstandar

Minggu, 27 September 2026 - 16:08
IABC
Ekonomi

Kembangkan Komunikasi Berdampak, PHI Sabet 7 Penghargaan IABC Awards 2026

Minggu, 27 September 2026 - 15:07
SD-Negeri-091686
Ekonomi

Program Sekolah Energi Berdikari Pertamina NRE Bawa Energi Surya ke SD Gunung Bayu

Minggu, 27 September 2026 - 13:05
Hery-Lesmana
Ekonomi

PDC Dorong Tempesantren Mandiri, Omzet Tembus Rp75 Juta per Bulan

Minggu, 27 September 2026 - 11:13
Bantuan
Ekonomi

BNI Sahabat Sekolah Rakyat Bekali Siswa Sulsel dengan Literasi Keuangan

Minggu, 27 September 2026 - 09:21

OLAHRAGA

Rahmat-Erwin-Abdullah
Olahraga

Pecahkan Rekor Dunia, Rahmat Erwin Sumbang Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 27 September 2026 - 09:41

​INDOPOSCO.ID - Cabang olahraga (cabor) angkat besi kembali mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga bergengsi se-Asia. Lifter andalan Indonesia, Rahmat...

SelengkapnyaDetails
Karate

FORTIS Series-II 2026 Siapkan 231 Kelas, Bidik 1.750 Atlet Karate

Sabtu, 26 September 2026 - 22:12
Jadi Tersangka Korupsi, Aset Miliaran Rupiah Bupati Gowa Disita Polri

Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09
Analis: MK Dihadapkan 2 Lapis Persoalan dalam Gugatan Gibran

Reaksi Ole Romeny Usai Indonesia Tekuk Singapura di FIFA ASEAN Cup

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10
laga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 25 September 2026 - 17:36

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3889 shares
    Share 1556 Tweet 972
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    998 shares
    Share 399 Tweet 250
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.