• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

26 Tahun Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, LKB Ingatkan PR Besar Pelestarian Budaya Betawi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 23 September 2026 - 09:14
in Megapolitan
Kilau lampu panggung dan semarak tarian tradisional menghiasi malam di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Foto: Istimewa

Kilau lampu panggung dan semarak tarian tradisional menghiasi malam di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan memasuki usia 26 tahun. Perayaan Milad ke-26 Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan diselenggarakan pada tanggal 19 September 2026.

Di tengah makin lengkapnya sarana dan prasarana kawasan tersebut, Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Beky Mardani, mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan agar Setu Babakan benar-benar menjalankan fungsi sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.

BacaJuga:

Sejak Pagi Cerah Berawan, Prakiraan Cuaca di Jakarta Hari Ini Didominasi Berawan

Dipimpin Budi Jaya, Kantah Kota Depok Sukses Jadi Percontohan Nasional Program PERINTIS 10 Hari

Ascott Regional Jabotabek Gelar World Cleanup Day 2026 di Museum Perdjoangan Bogor

Menurut Beky, momentum 26 tahun Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan perlu menjadi ruang refleksi untuk kembali melihat sejarah pembentukan kawasan tersebut sekaligus gagasan besar yang melatarbelakanginya.

“Di usia 26 tahun ini, kita harus merefleksikan kembali sejarah pembentukannya dan gagasan yang dibawa saat itu. Apakah Setu Babakan sudah mampu dan bisa dikatakan sebagai Perkampungan Budaya Betawi? Ini yang harus kita jawab bersama,” ujar Beky dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Ia menjelaskan, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan lahir dari keputusan politik Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan diresmikan pada 20 Januari 2001 sebagai jawaban atas apa yang disebutnya sebagai “utang sejarah” setelah gagalnya pengembangan kawasan budaya dan cagar buah-buahan di Condet pada era 1970-an.

Kawasan Condet sebelumnya diarahkan menjadi kawasan cagar buah-buahan sekaligus budaya Betawi. Namun, perkembangan demografi dan sosial masyarakat membuat kawasan tersebut tidak lagi mampu menjalankan fungsi sebagaimana gagasan awal.

“Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan merupakan keputusan politis yang diambil Gubernur Sutiyoso saat itu sebagai jawaban atas ‘utang sejarah’ gagalnya kawasan budaya buah-buahan Condet tahun 1970-an,” jelas Beky.

Menurutnya, gagasan Setu Babakan saat itu mendapat dukungan dari sejumlah tokoh Betawi. Karena itu, keberadaan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan seharusnya tidak sekadar dipandang sebagai sebuah kawasan wisata, tetapi sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan budaya Betawi.

“Tentu saja kita tidak mau kegagalan Condet terulang di Setu Babakan,” tegasnya.

Harapan Pengunjung

Beky mengatakan, dari sisi destinasi budaya, Setu Babakan masih menjadi harapan sekaligus imajinasi masyarakat yang ingin melihat kehidupan dan kebudayaan Betawi secara lebih utuh.

Ia mengungkapkan, berdasarkan survei yang pernah dilakukan, lebih dari 70 persen pengunjung datang dengan harapan dapat menyaksikan berbagai atraksi budaya Betawi. Sementara sekitar 18 persen lainnya ingin melihat lingkungan serta aneka tumbuhan atau flora yang menggambarkan suasana kampung Betawi pada masa lalu.

“Pertanyaannya, apakah harapan dan keinginan pengunjung itu sudah bisa kita jawab? Ini salah satu pekerjaan rumahnya,” ucapnya.

Menurut dia, pemenuhan harapan pengunjung tidak cukup hanya dengan menghadirkan pertunjukan budaya. Lingkungan kawasan juga harus mampu memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat Betawi sebagaimana konsep awal pembentukan perkampungan budaya tersebut.

Kampung Ismail Marzuki Perlu Dievaluasi

Pekerjaan rumah lainnya, lanjut Beky, berada di kawasan yang dikenal sebagai Kampung Ismail Marzuki. Kawasan seluas sekitar tiga hektare tersebut berisi prototipe rumah Betawi yang merepresentasikan tiga karakter wilayah, yakni kampung pesisir, kampung tengah, dan kampung pinggir.

“Apakah kawasan yang dikenal sebagai Kampung Ismail Marzuki itu sudah betul-betul menggambarkan perkampungan Betawi yang dimaksud? Ini juga menjadi PR (pekerjaan rumah) besar,” katanya.

Beky menilai evaluasi terhadap kawasan tersebut penting agar keberadaan rumah dan lingkungan yang ditampilkan tidak sekadar menjadi replika fisik, tetapi mampu menggambarkan karakter kehidupan masyarakat Betawi secara lebih utuh.

Selain aspek budaya, pembenahan sarana dan prasarana di dalam maupun sekitar kawasan juga dinilai mendesak. Jalan yang relatif sempit dan keterbatasan transportasi menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.

“Jalan-jalan yang sempit serta transportasi yang terbatas, ini juga menjadi pekerjaan rumah besar tersendiri,” ujarnya.

Ancaman Perkembangan Perumahan

Beky juga menyoroti perkembangan kawasan permukiman di sekitar Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Menurut dia, saat ini terdapat lebih dari 60 klaster perumahan di sekitar kawasan yang secara fisik belum sepenuhnya sejalan dengan konsep Perkampungan Budaya Betawi.

“Keberadaan klaster atau perumahan ini bisa dibilang mengancam keberadaan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan apabila tidak ada pengaturan kawasan yang kuat,” paparnya.

Karena itu, ia mendorong adanya penguatan regulasi kawasan. Menurutnya, perlindungan terhadap kawasan budaya membutuhkan kebijakan yang mampu memastikan perkembangan lingkungan di sekitar Setu Babakan tetap selaras dengan fungsi kawasan sebagai pusat budaya Betawi.

Jangan Berhenti Jadi Museum

Beky menegaskan, keberadaan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan membutuhkan _political will_ yang kuat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penguatan tersebut diperlukan agar kawasan tidak berhenti sebagai tempat untuk menyimpan atau mempertontonkan artefak budaya.

“Diperlukan _political will_ yang kuat dari Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga dan mengoptimalkan fungsi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Jangan hanya menjadi ‘museum’ Betawi, tetapi harus menjadi laboratorium upaya pelestarian, pembinaan, dan pengembangan budaya Betawi,” tegasnya.

Menurut Beky, tanggung jawab menjaga keberlanjutan PBB Setu Babakan tidak hanya berada di tangan pemerintah. Seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat Betawi, memiliki peran dalam memastikan kawasan tersebut tetap hidup dan berkembang.

“Ini pekerjaan rumah besar yang harus dijawab semua stakeholder, termasuk masyarakat Betawi di dalamnya,” ujarnya.

Momentum tersebut dinilai makin penting karena Jakarta akan memasuki usia lima abad pada tahun depan.

Menurut Beky, keberadaan PBB Setu Babakan harus menjadi bagian dari perjalanan panjang Jakarta dalam menjaga identitas dan akar budayanya.

“Apalagi Jakarta tahun depan genap berusia lima abad. Selamat milad Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Masa depanmu adalah masa depan Betawi dan masa depan Jakarta,” pungkasnya.(rmn)

Tags: beky mardanilembaga kebudayaan betawiLKBPerkampungan Budaya Betawi Setu Babakan

Berita Terkait.

cuaca
Megapolitan

Sejak Pagi Cerah Berawan, Prakiraan Cuaca di Jakarta Hari Ini Didominasi Berawan

Kamis, 24 September 2026 - 08:26
ALLPrint Indonesia 2026, Pameran Industri Percetakan dengan 400 Perserta dari 10 Negara
Megapolitan

Dipimpin Budi Jaya, Kantah Kota Depok Sukses Jadi Percontohan Nasional Program PERINTIS 10 Hari

Rabu, 23 September 2026 - 11:31
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan
Megapolitan

Ascott Regional Jabotabek Gelar World Cleanup Day 2026 di Museum Perdjoangan Bogor

Rabu, 23 September 2026 - 10:16
Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,6, Hiposenter Dikategorikan Dangkal
Megapolitan

Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,6, Hiposenter Dikategorikan Dangkal

Rabu, 23 September 2026 - 08:54
Jakarta Diprediksi Cerah Hari Ini, Suhu Mencapai 27-33 Derajat Celcius
Megapolitan

Jakarta Diprediksi Cerah Hari Ini, Suhu Mencapai 27-33 Derajat Celcius

Rabu, 23 September 2026 - 07:45
Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Megapolitan

Bamus Betawi Soroti Kriteria Lembaga Adat dalam Pemajuan Kebudayaan Betawi di MK

Rabu, 23 September 2026 - 02:20

OLAHRAGA

java
Olahraga

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID – Kemenangan Persija Jakarta atas Java United justru menyisakan persoalan di luar lapangan. Duel yang berakhir dengan skor 1-0...

SelengkapnyaDetails
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5542 shares
    Share 2217 Tweet 1386
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1026 shares
    Share 410 Tweet 257
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    960 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.