INDOPOSCO.ID – Sebanyak 22 peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-21 yang diselenggarakan media massa INDOPOSCO bekerjasama dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Universitas Muhammadiyah Jakarta (LUKW UMJ) dinyatakan kompeten setelah mengikuti rangkaian ujian selama dua hari.
UKW yang mengusung tema “Menguatkan Profesionalisme Jurnalis di Era AI” tersebut digelar di Auditorium Kasman Singodimedjo, FISIP UMJ, Tangerang Selatan, Banten, pada Sabtu-Minggu (19-20/9/2026). Ke-22 peserta berasal dari berbagai jenjang kompetensi, mulai dari muda, madya hingga utama.
Direktur Utama INDOPOSCO, Juni Armanto, menyambut gembira hasil tersebut. Ia mengaku terkejut sekaligus bersyukur karena seluruh peserta yang mengikuti UKW dinyatakan lulus atau kompeten.
“Sangat surprise sekali ya karena tadi pengumuman 22 peserta UKW dinyatakan lulus atau kompeten semua,” ujar Juni saat memberikan sambutan penutupan, Minggu (20/9/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Aro itu, hasil tersebut memiliki arti penting bagi penyelenggara. Sebab, dalam penyelenggaraan UKW sebelumnya, tidak semua peserta berhasil dinyatakan kompeten.
“Sebenarnya ini beban moral kalau kita penyelenggara ada yang nggak lulus. Tiga tahun lalu, dan ini yang keempat, INDOPOSCO pernah ngadain UKW di kantor dan ada tiga orang yang tidak lulus. Wah, itu beban moral juga bagi kita sebagai penyelenggara,” kata Aro.
Ia memahami bahwa UKW bukan proses yang mudah. Selama dua hari, para peserta harus menjalani berbagai materi dan ujian yang menguras konsentrasi serta energi.
“Karena saya merasakan sendiri, UKW ini perjuangannya luar biasa sekali selama dua hari. Khususnya kemarin. Itu energi yang luar biasa sekali. Kemudian hari ini setengah hari, alhamdulillah selesai,” tutur Aro.
Ia bahkan mengaku ikut merasakan perjuangan peserta ketika harus menghadapi berbagai pertanyaan dari para penguji.
“Saya pun merasakan bagaimana perjuangan kawan-kawan harus memeras otak buat menjawab pertanyaan segala macam,” imbuhnya.
Aro turut menyoroti tema UKW tahun ini yang berkaitan erat dengan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, perkembangan AI telah memberikan kemudahan bagi jurnalis dalam memperoleh informasi. Namun, teknologi tersebut harus tetap digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menghilangkan prinsip profesionalisme wartawan.
“Meskipun temanya adalah ‘Menguatkan Profesionalisme Jurnalis di Era AI’, saya nggak tahu nih, apakah penguji membolehkan pakai AI atau enggak kepada para peserta dalam UKW ini?” katanya sembari berseloroh.
Aro menilai AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memperkaya informasi dan memperkuat proses jurnalistik.
“Karena era sekarang ini, era AI sangat memudahkan sekali para jurnalis untuk bisa memperoleh informasi-informasi. Dan sangat membantu. Tapi tidak mencuri ya. Artinya bisa memberikan tambahan informasi yang bisa menguatkan berita-berita kita,” tegasnya.
Karena itu, ia mengingatkan para peserta bahwa kompetensi wartawan tetap menjadi hal penting di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.
“UKW ini sangat penting sekali,” tegas Aro.
Ia kemudian memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta dari jenjang muda, madya maupun utama yang telah menyelesaikan ujian.
“Yang muda, saya ucapkan congratulations, selamat, termasuk juga yang madya, dan yang utama,” ujarnya.
Aro juga menyampaikan apresiasi kepada para penguji dan seluruh peserta, termasuk peserta yang datang dari Aceh untuk mengikuti UKW tersebut.
“Terima kasih kepada para penguji dan juga kepada semua peserta uji, teruntuk peserta yang paling jauh, ini ada yang datang dari Aceh,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta dapat membawa pengalaman selama UKW sebagai bekal untuk semakin profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Penutupan UKW Angkatan ke-21 LUKW UMJ pun menjadi momentum bagi para peserta untuk bergabung dalam keluarga besar LUKW UMJ sekaligus memperkuat komitmen terhadap profesionalisme jurnalistik di tengah perkembangan teknologi.
Pelaksanaan UKW INDOPOSCO-LUKW UMJ Angkatan ke-21 tersebut terselenggara berkat dukungan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Bukit Asam Tbk, PT Patra Drilling Contractor, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Patra Niaga, BPJS Ketenagakerjaan, PT Bank Central Asia Tbk, PT Trimegah Bangun Persada Tbk.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Energi Mega Persada Tbk, PT Bank BCA Syariah, PT Bumi Resources Minerals Tbk, PLN Icon Plus, PT United Tractors Tbk, PT Pertamina Gas, PT Elnusa Tbk, PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, PT Perta Arun Gas, PT Pertamina International Shipping, PT PLN Nusantara Power, Yayasan Samudera Indonesia Timur, PT PLN Indonesia Power, PT Elnusa Petrofin, PT Nusa Halmahera Minerals, dan Divisi Humas Polri.
Dukungan lainnya datang dari PT Mega Global Food Industri, Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, PT Karya Tetangga Tuku, Park 5 Simatupang, PT Sariguna Primatirta Tbk (Cleo), PT Sasa Inti, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Herba Utama, PT Orang Tua (OT Group), PT Kereta Cepat Indonesia China, dan PT Ambhara Taruna.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme insan pers. (her)















