INDOPOSCO.ID – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kembali mencatat prestasi dalam pengembangan kampus berkelanjutan. Sejumlah PTKIN memborong penghargaan dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 yang digelar di Auditorium Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).
Capaian tersebut menjadi bagian dari meningkatnya perhatian perguruan tinggi terhadap pembangunan kampus ramah lingkungan. Pada 2026, pemeringkatan UI GreenMetric di Indonesia diikuti 217 perguruan tinggi yang tersebar di 27 provinsi.
Prestasi mencolok diraih Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. Kampus tersebut berhasil menempati posisi kedelapan nasional, mengungguli Telkom University dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Posisi itu sekaligus menempatkan UIN Raden Intan Lampung sebagai satu-satunya perguruan tinggi dari Sumatera yang masuk jajaran 10 besar nasional. Kampus tersebut juga ditetapkan sebagai perguruan tinggi Islam paling berkelanjutan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Di bawahnya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berada di posisi ke-15 nasional, sedangkan UIN Raden Fatah Palembang menempati peringkat ke-21. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga mencatat prestasi dengan berada di posisi ke-31 nasional.
UIN Sunan Kalijaga mendapat penghargaan khusus sebagai perguruan tinggi dengan peningkatan kinerja keberlanjutan substantif terbaik di Indonesia. Pengakuan serupa juga diberikan melalui sertifikat kepatuhan dan rating kepada sejumlah PTKIN lainnya.
Di antaranya UIN Salatiga, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi, UIN Sumatera Utara Medan, dan UIN Imam Bonjol Padang.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amin Suyitno mengatakan, capaian tersebut menunjukkan pengembangan kampus hijau mulai terintegrasi dalam tata kelola PTKIN.
Menurut dia, konsep ekoteologi yang didorong Menteri Agama Nasaruddin Umar tidak berhenti pada pembangunan fisik ramah lingkungan. Pelestarian lingkungan juga diarahkan menjadi bagian dari nilai spiritual dan budaya kampus Islam.
“Ini membuktikan bahwa kualitas PTKIN kita telah bertransformasi secara holistik. Pengakuan dari UI GreenMetric menegaskan bahwa tata kelola kampus-kampus kita merupakan wujud konkret dari ekoteologi yang kita galakkan,” kata Amin.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron mengatakan capaian sejumlah PTKIN tersebut menjadi tolok ukur untuk mendorong lebih banyak kampus Islam masuk dalam pemeringkatan keberlanjutan.
“Kami di Diktis akan terus mengawal dan memberikan dukungan strategis agar ke depan semakin banyak PTKIN yang masuk dalam radar pemeringkatan nasional dan internasional sebagai kampus percontohan yang hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pemeringkatan nasional UI GreenMetric 2026, Universitas Indonesia (UI) berada di posisi pertama, disusul Universitas Diponegoro (Undip) dan UGM. Berikutnya Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Airlangga (Unair).
Secara global, UI GreenMetric 2026 diikuti 2.016 universitas dari 110 negara. Pemeringkatan ini mengukur komitmen perguruan tinggi dalam membangun infrastruktur dan tata kelola kampus yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.
Capaian PTKIN tersebut juga menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi keagamaan mendukung target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pengumuman pemeringkatan tingkat internasional dijadwalkan berlangsung di Azerbaijan pada pekan berikutnya. (nas)
















