INDOPOSCO.ID – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf mendorong masyarakat dan pemerintah memperkuat budaya preventif serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Hal itu disampaikan Almuzzammil saat menjadi keynote speech dalam Webinar Edukasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, bencana alam tidak selalu dapat dicegah. Namun, risiko, jumlah korban, dan dampak yang ditimbulkan dapat ditekan melalui mitigasi dan kesiapsiagaan yang baik.
“Bencana alam tidak selalu dapat kita cegah. Tetapi risiko, korban, dan dampaknya dapat kita kurangi. Dan di situlah pentingnya mitigasi, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan,” kata Almuzzammil.
Dia menilai sikap waspada dan melakukan persiapan menghadapi bencana bukan bentuk ketakutan maupun lemahnya iman. Dalam ajaran Islam, kata dia, manusia justru didorong untuk melakukan ikhtiar dan perencanaan.
Almuzzammil mencontohkan kisah Nabi Yusuf AS yang melakukan perencanaan untuk menghadapi tujuh tahun masa kekeringan. Dia juga menyebut sikap Umar bin Khattab yang memilih tidak memasuki wilayah Syam ketika terjadi wabah.
“Ini menunjukkan bahwa kehati-hatian, pengurangan risiko, dan perlindungan terhadap manusia bukanlah bagian lemahnya iman. Justru itu bagian dari tanggung jawab manusia menjaga kehidupan,” ujarnya.
Webinar tersebut turut menghadirkan perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Kementerian Kesehatan untuk memberikan edukasi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Almuzzammil menegaskan PKS juga akan terus mengambil peran dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“PKS Insya Allah ingin terus berupaya hadir membantu masyarakat saat bencana, semampu yang bisa kami lakukan. Terus melayani sepanjang waktu, tidak hanya mendekati Pemilu,” tegasnya.
Dia menyebut PKS memiliki tradisi pemotongan gaji anggota DPR RI dan DPRD untuk disalurkan kepada korban bencana. Selain itu, PKS memiliki Satgas Tanggap Bencana yang mengerahkan relawan kemanusiaan ke lokasi bencana. (dil)















