• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Karbon Jadi Senjata Baru Industri Nikel, Pemerintah Dorong Skema Cap-and-Trade

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 10 September 2026 - 17:03
in Nasional
Wamen LH/Wakil Kepala BPLH Diaz Hendropriyono dalam Konferensi Nasional AEER tentang daya saing dan dekarbonisasi industri nikel di Jakarta, Rabu (9/9/2026). Foto: Dokumen Kementerian LH

Wamen LH/Wakil Kepala BPLH Diaz Hendropriyono dalam Konferensi Nasional AEER tentang daya saing dan dekarbonisasi industri nikel di Jakarta, Rabu (9/9/2026). Foto: Dokumen Kementerian LH

Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga:

Kapolri Pimpin Langsung pemberantasan Narkoba, Komisi III: Pesan Kuat Sikat Habis Sampai Bandarnya

5 Bandara Jadi Jalur Ekspor Ilegal Emas, Bea Cukai Amankan 25,88 Kilogram Emas Senilai Rp61,95 Miliar

Jaring Sineas Muda, Golkar Gelar Kompetisi Film Pendek

INDOPOSCO.ID – Pemerintah melihat perdagangan karbon dapat menjadi salah satu pengungkit untuk mendorong industri nikel Indonesia bergerak lebih cepat menuju proses produksi rendah emisi. Skema tersebut dinilai bukan hanya berfungsi mengendalikan emisi, tetapi juga menciptakan insentif ekonomi bagi perusahaan yang berhasil melakukan dekarbonisasi.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI Diaz Hendropriyono menyampaikan hal tersebut dalam Konferensi Nasional “Memperkuat Daya Saing Industri Nikel melalui ESG, Dekarbonisasi, dan Uji Tuntas Bisnis dan HAM” yang digelar Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEER) di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Diaz mengatakan, perusahaan yang mampu menjaga emisinya di bawah batas yang ditetapkan pemerintah nantinya dapat memperoleh manfaat ekonomi melalui pasar karbon. Sebaliknya, perusahaan yang menghasilkan emisi melebihi batas harus membeli karbon untuk memenuhi kewajibannya.

“Carbon trading ini bisa menjadi cara untuk memberikan insentif kepada industri nikel untuk melakukan dekarbonisasi, setiap perusahaan kan pastinya mengeluarkan emisi, nanti ditetapkan oleh pemerintah hanya boleh berapa, kalau emisinya ternyata kelebihan, dia harus beli karbon dari pasar, tapi kalau kurang dari batas emisi, ini bisa memberikan insentif untuk sebuah perusahaan untuk menjual karbon,” ujar Diaz.

Menurut dia, mekanisme tersebut sejalan dengan penerapan Emissions Trading System (ETS) yang menggunakan pendekatan cap-and-trade. Pemerintah menetapkan batas emisi, sementara perusahaan memiliki ruang untuk memperdagangkan karbon sesuai dengan posisi emisinya. Saat ini, ETS telah diterapkan pada PLTU berbahan bakar batu bara, tetapi cakupannya masih perlu diperluas ke sektor lain.

“Kita dorong sistem yang namanya ETS, ini sudah berlaku di PLTU batu bara tapi belum di PLTU biomassa, minyak, PLTP Geothermal, industri semen, nikel, dan lain sebagainya, ini yang perlu kita dorong bersama supaya ada yang namanya dekarbonisasi, ini perlu sistem cap-and-trade, batas emisi ditentukan oleh pemerintah atau Kementerian ESDM, lalu nanti perusahaan bisa jual,” katanya.

Untuk memperkuat ekosistem perdagangan karbon tersebut, KLH/BPLH juga telah menyiapkan infrastruktur registrasi serta regulasi pendukung. Diaz menyebut Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) telah diluncurkan sebagai bagian dari kesiapan pemerintah dalam menjalankan perdagangan karbon secara lebih terukur dan efektif.

“Dari sisi KLH, untuk perdagangan karbon ada sistem namanya SRUK (Sistem Registri Unit Karbon), itu sistem perdagangan karbon sudah kita launching, secara sistem kita sudah siap, secara peraturan, kita sudah siap,” tutur Diaz.

Diaz berharap perluasan mekanisme perdagangan karbon dapat menjadi pemicu bagi industri nikel untuk mempercepat agenda dekarbonisasi. Terlebih, pengolahan nikel laterit dinilai memiliki intensitas emisi karbon dioksida yang tinggi, sehingga langkah pengurangan emisi menjadi semakin penting di tengah tuntutan terhadap praktik industri yang lebih berkelanjutan.

“Oleh karena itu, langkah dekarbonisasi diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK) serta mengurangi dampak perubahan iklim akibat peningkatan konsentrasi GRK di atmosfer,” tambahnya. (her)

Tags: DekarbonisasiESGIndustri NikelPerdagangan Karbon

Berita Terkait.

habib
Nasional

Kapolri Pimpin Langsung pemberantasan Narkoba, Komisi III: Pesan Kuat Sikat Habis Sampai Bandarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:02
bc
Nasional

5 Bandara Jadi Jalur Ekspor Ilegal Emas, Bea Cukai Amankan 25,88 Kilogram Emas Senilai Rp61,95 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:12
nurul
Nasional

Jaring Sineas Muda, Golkar Gelar Kompetisi Film Pendek

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:19
riyadh
Nasional

Jangan Jadi Penonton! DPR Dorong RI Aktif Redam Konflik Houthi-Arab Saudi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09
abdul
Nasional

Mendikdasmen Tegaskan TKA Bukan Penentu Kelulusan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:08
sultan
Nasional

Ketua DPD RI Minta REI Jadi Motor Percepatan Program 3 Juta Rumah

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:17

OLAHRAGA

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12
Olahraga

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Editor Nasuha
Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa pembinaan olahraga usia dini harus berfokus pada pengembangan...

SelengkapnyaDetails
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4279 shares
    Share 1712 Tweet 1070
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.