INDOPOSCO.ID – Ketergantungan perusahaan dan institusi terhadap teknologi digital terus meningkat. Kondisi ini membuat kebutuhan pelaku usaha bergeser, dari sekadar akses internet menjadi kebutuhan infrastruktur yang mampu menjaga keamanan data, mengelola jaringan, hingga memastikan operasional tetap berjalan optimal.
Branch Manager FiberStar Sumatera Utara Pahala Tua Sigalingging mengatakan, kebutuhan digital pelanggan saat ini semakin kompleks. Infrastruktur yang dibutuhkan tidak lagi berhenti pada koneksi internet, tetapi juga mencakup keamanan, pengelolaan jaringan dan berbagai layanan pendukung lainnya.
“Kebutuhan digital setiap pelanggan saat ini semakin beragam. Mereka tidak hanya membutuhkan internet yang dapat digunakan untuk bekerja, tetapi juga membutuhkan jaringan yang aman, konektivitas yang dapat dikelola dengan baik, serta solusi yang dapat mengikuti perkembangan kebutuhan bisnis,” ujar Pahala dalam keterangan, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, salah satu kebutuhan yang semakin penting adalah keamanan jaringan. Meningkatnya aktivitas bisnis berbasis digital membuat perusahaan menghadapi kebutuhan untuk memantau dan mengelola keamanan jaringan secara berkelanjutan.
Solusi managed service firewall, misalnya, dikatakan dia, memungkinkan pengelolaan keamanan jaringan dilakukan secara terpusat dengan dukungan monitoring 24 jam, respons terhadap insiden, pengelolaan konfigurasi, pembaruan firmware hingga pelaporan keamanan. “Keamanan jaringan saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan. Ketika semakin banyak aktivitas bisnis bergantung pada sistem digital, keamanan harus menjadi bagian dari infrastruktur sejak awal,” katanya.
Di sisi lain, kebutuhan konektivitas internal juga semakin tinggi. Lingkungan kerja kini dipenuhi beragam perangkat yang terhubung ke jaringan sehingga perusahaan membutuhkan koneksi yang stabil sekaligus mudah dikelola.
Teknologi Wi-Fi 6, lanjutnya, enterprise router dan layanan pengelolaan access point menjadi sejumlah pilihan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Infrastruktur ini juga dapat dipadukan dengan cloud storage untuk penyimpanan data, backup dan disaster recovery.
Ia mengatakan, kebutuhan transformasi digital juga semakin terasa di sektor pendidikan. Sekolah dituntut menyediakan konektivitas yang mampu menunjang pembelajaran digital, penggunaan platform pendidikan, administrasi hingga komunikasi antara guru dan peserta didik.
Ia menyebut, aalah satu pendekatan yang ditawarkan adalah integrasi Internet Dedicated, enterprise Wi-Fi, router dan cloud storage dalam satu layanan. Konsep tersebut memungkinkan sekolah mengelola kebutuhan dasar infrastruktur digital secara lebih praktis. “Persoalan konektivitas juga tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan. Kondisi geografis dan keterbatasan jaringan fiber optic membuat sebagian wilayah membutuhkan teknologi alternatif,” ungkapnya.
Ia mengatakan, konektivitas berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO) menjadi salah satu opsi untuk menjangkau lokasi yang belum memiliki akses fiber optic. Layanan tersebut dapat dilengkapi instalasi profesional, dukungan teknis 24/7, dashboard pelanggan hingga integrasi SD-WAN. “Kami melihat kebutuhan konektivitas tidak selalu berada di lokasi dengan kondisi infrastruktur yang sama. Karena itu, pilihan teknologi juga perlu fleksibel,” jelasnya.
Sementara itu, masih ujar dia, industri hospitality mulai memanfaatkan teknologi bukan hanya untuk menyediakan akses internet, tetapi juga meningkatkan pengalaman tamu.
Ia menyebut, salah satunya melalui layanan Managed IPTV yang memungkinkan televisi di kamar hotel berfungsi sebagai kanal komunikasi dan layanan digital. Tamu dapat memperoleh informasi hotel sekaligus mengakses layanan seperti F&B, room service dan memberikan feedback secara digital.
Dengan perkembangan tersebut, menurutnya, transformasi digital kini bergerak menuju ekosistem yang lebih terintegrasi. Konektivitas, keamanan, penyimpanan data, perangkat jaringan hingga layanan pelanggan mulai menjadi satu kesatuan dalam mendukung operasional.
Ia menilai, perusahaan membutuhkan infrastruktur yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat mengikuti perkembangan bisnis ke depan. “Perjalanan transformasi digital bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan koneksi internet, tetapi bagaimana membangun ekosistem teknologi yang dapat mendukung operasional secara menyeluruh,” ujarnya. (nas)















