• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Komisi VII Dorong Teknologi Pascapanen untuk Dongkrak Nilai Kopi Indonesia

Dilianto Editor Dilianto
Minggu, 6 September 2026 - 16:44
in Ekonomi
Biji-Kopi

ilustrasi biji kopi. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Potensi kopi Indonesia yang telah menembus pasar internasional dinilai perlu diikuti dengan penguatan teknologi pascapanen, peningkatan kualitas produksi, serta kompetensi sumber daya manusia (SDM). Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat ekonomi industri kopi semakin dirasakan petani dan pelaku usaha lokal.

Anggota Komisi VII DPR RI, Maria Lestari, mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat dukungan teknologi pascapanen bagi petani kopi di berbagai daerah. Menurutnya, pengembangan industri kopi nasional tidak cukup hanya mengandalkan besarnya potensi komoditas, tetapi juga membutuhkan pembinaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

BacaJuga:

Jejak yang Lebih Panjang dari Deru Mesin: United Tractors Menenun Masa Depan Berkelanjutan

PDC Dorong Kemandirian Pesantren dan Pastikan Layanan Konsumsi Rig Berstandar

Kembangkan Komunikasi Berdampak, PHI Sabet 7 Penghargaan IABC Awards 2026

“Kami berpesan agar Kementerian Perindustrian juga mempunyai teknologi pascapanen untuk para petani, khususnya yang berhubungan dengan pertanian,” kata Maria sebagaimana dikutip dari laman DPR RI, Sabtu (6/9/2006) saat mengunjungi pabrik kopi Kapal Api di Semarang.

Maria mengatakan Indonesia memiliki sejumlah sentra kopi yang produknya telah dikenal luas, termasuk di pasar internasional. Potensi tersebut, menurut dia, harus dioptimalkan melalui peningkatan kualitas sejak tahap pembibitan, budidaya, hingga pengolahan pascapanen.

Ia menekankan bahwa keberadaan SDM yang kompeten dan penguasaan teknologi pertanian menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu serta nilai tambah kopi. Tanpa dukungan tersebut, potensi komoditas kopi di daerah dinilai belum dapat memberikan manfaat ekonomi secara maksimal bagi petani.

“Harus ada SDM, terus harus ada teknologi pertanian yang baik, dan tentunya kualitas produk itu harus ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Selain teknologi dan SDM, Maria juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara industri kopi dan pelaku usaha lokal, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, pertumbuhan kedai kopi di berbagai daerah dapat menjadi peluang untuk memperluas pasar bagi produk kopi lokal sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi petani.

“Dengan produk lokal itu bisa memberikan harapan kepada petani kopi kita. Ini berdampak lebih besar dan tentunya bisa memberikan sumber pendapatan,” kata Maria.

Untuk Kalimantan Barat, Maria mengakui perkembangan industri kopi belum sebesar daerah-daerah yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi kopi. Namun, pertumbuhan UMKM dan kedai kopi di wilayah tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem kopi lokal yang lebih kuat.

Karena itu, ia meminta Kemenperin memperluas pembinaan melalui bimbingan teknis (Bimtek) dan pengembangan kompetensi SDM. Pembinaan tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada satu tahapan, tetapi mencakup keseluruhan proses produksi, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan, hingga peningkatan mutu produk.

“Bagaimana cara pembibitannya, mengolahnya, karena tentunya itu harus bersinergi, harus bersamaan,” tegasnya.

Maria menilai pengembangan industri kopi nasional membutuhkan sinergi antara pemerintah, petani, industri, dan UMKM. Penguatan teknologi pascapanen dan peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan agar kopi Indonesia tidak berhenti sebagai komoditas unggulan, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

“Potensi kopi kita sudah mendunia. Sekarang bagaimana potensi itu kita gunakan dengan baik sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan petani dan pelaku usaha lokal,” pungkas Maria.(dil)

Tags: DPR RIkemenperinKomisi VII

Berita Terkait.

Jejak yang Lebih Panjang dari Deru Mesin: United Tractors Menenun Masa Depan Berkelanjutan
Ekonomi

Jejak yang Lebih Panjang dari Deru Mesin: United Tractors Menenun Masa Depan Berkelanjutan

Minggu, 27 September 2026 - 19:30
Ponpes
Ekonomi

PDC Dorong Kemandirian Pesantren dan Pastikan Layanan Konsumsi Rig Berstandar

Minggu, 27 September 2026 - 16:08
IABC
Ekonomi

Kembangkan Komunikasi Berdampak, PHI Sabet 7 Penghargaan IABC Awards 2026

Minggu, 27 September 2026 - 15:07
SD-Negeri-091686
Ekonomi

Program Sekolah Energi Berdikari Pertamina NRE Bawa Energi Surya ke SD Gunung Bayu

Minggu, 27 September 2026 - 13:05
Hery-Lesmana
Ekonomi

PDC Dorong Tempesantren Mandiri, Omzet Tembus Rp75 Juta per Bulan

Minggu, 27 September 2026 - 11:13
Bantuan
Ekonomi

BNI Sahabat Sekolah Rakyat Bekali Siswa Sulsel dengan Literasi Keuangan

Minggu, 27 September 2026 - 09:21

OLAHRAGA

Rahmat-Erwin-Abdullah
Olahraga

Pecahkan Rekor Dunia, Rahmat Erwin Sumbang Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 27 September 2026 - 09:41

​INDOPOSCO.ID - Cabang olahraga (cabor) angkat besi kembali mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga bergengsi se-Asia. Lifter andalan Indonesia, Rahmat...

SelengkapnyaDetails
Karate

FORTIS Series-II 2026 Siapkan 231 Kelas, Bidik 1.750 Atlet Karate

Sabtu, 26 September 2026 - 22:12
Jadi Tersangka Korupsi, Aset Miliaran Rupiah Bupati Gowa Disita Polri

Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09
Analis: MK Dihadapkan 2 Lapis Persoalan dalam Gugatan Gibran

Reaksi Ole Romeny Usai Indonesia Tekuk Singapura di FIFA ASEAN Cup

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10
laga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 25 September 2026 - 17:36

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3895 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1018 shares
    Share 407 Tweet 255
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    997 shares
    Share 399 Tweet 249
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.