• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

DPR: Jangan Bicara Hilirisasi Kopi Kalau Bahan Baku Masih Impor

Dilianto Editor Dilianto
Minggu, 6 September 2026 - 09:38
in Ekonomi
Evita

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty saat mengunjungi pabrik PT Santos Jaya Abadi, Semarang, Jumat (4/9/2026). Foto : Mario/Alma

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyoroti ketergantungan industri kopi nasional terhadap bahan baku impor di tengah agenda hilirisasi yang terus didorong pemerintah. Menurutnya, hilirisasi tidak cukup hanya menghasilkan produk olahan bernilai tambah, tetapi juga harus mampu membangun rantai pasok domestik yang kuat dari hulu hingga hilir.

Hal itu disampaikan Evita saat mengunjungi pabrik PT Santos Jaya Abadi, produsen kopi Kapal Api, di Semarang, Jumat (4/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung proses produksi sekaligus berdiskusi dengan manajemen perusahaan mengenai tantangan pengembangan industri kopi nasional.

BacaJuga:

Jejak yang Lebih Panjang dari Deru Mesin: United Tractors Menenun Masa Depan Berkelanjutan

PDC Dorong Kemandirian Pesantren dan Pastikan Layanan Konsumsi Rig Berstandar

Kembangkan Komunikasi Berdampak, PHI Sabet 7 Penghargaan IABC Awards 2026

Evita menilai Kapal Api merupakan salah satu produk nasional yang memiliki potensi menjadi contoh keberhasilan hilirisasi. Dengan penguasaan sekitar 60 persen pasar kopi domestik serta ekspansi ke pasar global, industri tersebut dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk terus meningkatkan nilai tambah produk di dalam negeri.

Namun, menurut Evita, kekuatan industri pengolahan harus diimbangi dengan kemandirian bahan baku. Salah satu persoalan yang disampaikan manajemen PT Santos Jaya Abadi adalah kebutuhan gula rafinasi. Perusahaan disebut telah beberapa kali mengupayakan izin untuk membangun pabrik gula rafinasi sendiri.

“Kalau kita bicara hilirisasi total, kita menginginkan kita ini ekspor, sudah tidak impor lagi,” tegas Evita.

Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah III itu meminta pemerintah memberikan dukungan kebijakan kepada perusahaan yang serius membangun industri bahan baku di dalam negeri. Menurutnya, kemudahan kebijakan diperlukan sepanjang diarahkan untuk memperkuat industri nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Jangan sampai kita bicara hilirisasi, tetapi bahan bakunya masih impor. Ini yang harus kita benahi,” ujarnya.

Ketergantungan terhadap impor, lanjut Evita, tidak hanya terjadi pada bahan baku utama produksi, tetapi juga sejumlah material pendukung, termasuk bahan kemasan berbasis plastik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan industri hilir perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperkuat mata rantai produksi dari hulu hingga hilir.

Di sisi lain, Indonesia masih mengekspor kopi dalam bentuk green bean atau biji kopi mentah. Evita menilai kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu dijawab melalui penguatan industri pengolahan kopi di dalam negeri.

“Yang kita inginkan ke depan, kita ekspor dan bisa mempergunakan bahan baku yang memang diproduksi di dalam negeri,” katanya.

Evita juga mengapresiasi fasilitas produksi PT Santos Jaya Abadi yang dinilainya telah menerapkan standar kebersihan, higiene, teknologi, dan proses pengolahan yang baik. Menurutnya, fasilitas tersebut menunjukkan kemampuan industri makanan dan minuman nasional dalam menghasilkan produk berkualitas dan berstandar tinggi.

“Pabriknya bersih sekali, higienis. Menurut saya tidak ada keraguan lagi untuk meminum kopi Kapal Api,” ujar Evita.

Ekspansi PT Santos Jaya Abadi melalui pembangunan pabrik di Jeddah, Arab Saudi, turut mendapat apresiasi. Evita menilai langkah tersebut membuka peluang lebih besar bagi produk Indonesia untuk memperluas penetrasi di pasar global.

Menurut politikus Fraksi PDI Perjuangan tersebut, perubahan peta perdagangan internasional harus dimanfaatkan untuk memperluas pasar produk olahan Indonesia. Ia menekankan bahwa ekspor tidak boleh kembali bertumpu pada komoditas mentah.

“Sudah diolah, jadi tidak barang mentah yang diekspor, tapi sudah dilakukan pengolahan di dalam negeri. Itu harapan kita,” tegasnya.

Berbagai persoalan yang disampaikan manajemen PT Santos Jaya Abadi akan dibawa Evita ke pembahasan bersama Kementerian Perindustrian. Komisi VII DPR RI akan mendorong kebijakan industri yang memberikan ruang lebih besar bagi penguatan rantai pasok domestik.

Bagi Evita, hilirisasi industri kopi bukan sekadar mengubah biji kopi menjadi produk kemasan. Hilirisasi harus menghasilkan nilai tambah yang lebih besar, memperkuat ketersediaan bahan baku dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus meningkatkan ekspor produk jadi.

“Jadi ukurannya bukan hanya produknya sudah jadi, tetapi seberapa besar nilai tambah dan bahan baku itu bisa kita hasilkan sendiri di dalam negeri,” pungkas Evita.(dil)

Tags: DPR RIhilirisasiKapal ApiKomisi VII

Berita Terkait.

Jejak yang Lebih Panjang dari Deru Mesin: United Tractors Menenun Masa Depan Berkelanjutan
Ekonomi

Jejak yang Lebih Panjang dari Deru Mesin: United Tractors Menenun Masa Depan Berkelanjutan

Minggu, 27 September 2026 - 19:30
Ponpes
Ekonomi

PDC Dorong Kemandirian Pesantren dan Pastikan Layanan Konsumsi Rig Berstandar

Minggu, 27 September 2026 - 16:08
IABC
Ekonomi

Kembangkan Komunikasi Berdampak, PHI Sabet 7 Penghargaan IABC Awards 2026

Minggu, 27 September 2026 - 15:07
SD-Negeri-091686
Ekonomi

Program Sekolah Energi Berdikari Pertamina NRE Bawa Energi Surya ke SD Gunung Bayu

Minggu, 27 September 2026 - 13:05
Hery-Lesmana
Ekonomi

PDC Dorong Tempesantren Mandiri, Omzet Tembus Rp75 Juta per Bulan

Minggu, 27 September 2026 - 11:13
Bantuan
Ekonomi

BNI Sahabat Sekolah Rakyat Bekali Siswa Sulsel dengan Literasi Keuangan

Minggu, 27 September 2026 - 09:21

OLAHRAGA

Rahmat-Erwin-Abdullah
Olahraga

Pecahkan Rekor Dunia, Rahmat Erwin Sumbang Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 27 September 2026 - 09:41

​INDOPOSCO.ID - Cabang olahraga (cabor) angkat besi kembali mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga bergengsi se-Asia. Lifter andalan Indonesia, Rahmat...

SelengkapnyaDetails
Karate

FORTIS Series-II 2026 Siapkan 231 Kelas, Bidik 1.750 Atlet Karate

Sabtu, 26 September 2026 - 22:12
Jadi Tersangka Korupsi, Aset Miliaran Rupiah Bupati Gowa Disita Polri

Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09
Analis: MK Dihadapkan 2 Lapis Persoalan dalam Gugatan Gibran

Reaksi Ole Romeny Usai Indonesia Tekuk Singapura di FIFA ASEAN Cup

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10
laga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 25 September 2026 - 17:36

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3895 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1018 shares
    Share 407 Tweet 255
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    997 shares
    Share 399 Tweet 249
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.