• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Terdeteksi 818 Hotspot, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di 6 Provinsi

Dilianto Editor Dilianto
Sabtu, 5 September 2026 - 21:05
in Nasional
Petugasnya tengah melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Foto: Dok Kemenhut

Petugasnya tengah melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Foto: Dok Kemenhut

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Meski hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai mengguyur sebagian wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), kewaspadaan tetap ditingkatkan menyusul masih ditemukannya titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Berdasarkan data Sistem Monitoring Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kemenhut yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada Jumat (4/9/2026) malam secara nasional terdeteksi 818 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

BacaJuga:

Komnas HAM Sesalkan Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Santriwati Diduga Diintimidasi

Jangan Terpancing Provokasi, Ketum PBNU: Aparat Kepolisian Harus Profesional dan Transparan

Bawa Visi Ary Ginanjar ke ASEAN, TalentDNA Sabet Penghargaan Emas di Malaysia

Dari enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, jumlah hotspot tertinggi berada di Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan 252 titik. Disusul Sumatera Selatan (Sumsel) sebanyak 165 titik, Kalbar 124 titik, Jambi 14 titik, Riau 13 titik, dan Kalimantan Selatan (Kalsel) 4 titik,” ungkap Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Ristianto Pribadi dalam keterangan, Sabtu (5/9/2026).

Dari data tersebut, menurutnya, operasi pengendalian saat ini difokuskan pada Kalteng, Sumsel, dan Kalbar yang mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terbanyak.

Ia menegaskan, hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan adanya satu kejadian kebakaran. “Satu kejadian kebakaran bahkan dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot,” terangnya.

Karena itu, lanjut dia, setiap indikasi tetap harus diverifikasi melalui pengecekan lapangan atau groundcheck untuk memastikan kondisi aktual.

Ia menuturkan, pengendalian karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta para pihak terkait.

“Operasi di lapangan meliputi patroli, groundcheck, pemadaman darat, penyekatan penjalaran api, mopping up, pendinginan, hingga pemantauan untuk mencegah api kembali menyala,” katanya.

Selain operasi darat, masih ujar dia, pemerintah mengerahkan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 19 armada digunakan untuk patroli udara sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 34 armada lainnya dikerahkan untuk operasi water bombing.

Menurutnya, pengerahan armada udara disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan, khususnya untuk mempercepat pengendalian api di wilayah yang sulit dijangkau melalui operasi darat. OMC juga terus diupayakan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kondisi meteorologis.

Sementara itu, perkembangan positif terpantau di Kalbar setelah hujan mengguyur sebagian wilayah pada Kamis (4/9/2026) kemarin. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat membantu membasahi lahan dan mendukung upaya pemadaman karhutla.

Namun, ia mengingatkan hujan belum berarti seluruh wilayah Kalbar terbebas dari ancaman karhutla. Kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di lokasi yang masih kering maupun kawasan yang menyimpan bara di bawah permukaan.

“Kondisi ini menjadi perhatian khusus pada lahan gambut. Pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara berulang untuk memastikan api bawah permukaan benar-benar padam dan tidak kembali menyala,” ungkapnya.

Di sisi lain, masih ujar dia, pemantauan kualitas udara berbasis parameter particulate matter (PM) 2,5 menunjukkan mayoritas wilayah Indonesia berada dalam kategori baik hingga sedang. Meski demikian, sejumlah wilayah di Kalimantan masih mencatat kualitas udara kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Ia menambahkan, kondisi jarak pandang juga terus dipantau bersama BMKG. Untuk Sabtu (5/9/2026), jarak pandang di Pontianak diprakirakan sekitar 10 kilometer pada dini hingga pagi hari. Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Banjarmasin dengan jarak pandang sekitar 10 kilometer pada pagi hari.

Sementara di Pekanbaru, lanjut dia, kondisi masih perlu mendapat perhatian. BMKG memprakirakan udara kabur pada pagi hari, dengan jarak pandang kurang dari lima kilometer sekitar pukul 05.00 WIB dan kurang dari enam kilometer sekitar pukul 08.00 WIB. Kondisi tersebut diprakirakan membaik pada siang hingga sore hari.

“Kondisi asap dan jarak pandang dapat berubah dengan cepat mengikuti aktivitas kebakaran, curah hujan, arah dan kecepatan angin, kelembapan, serta dinamika atmosfer,” ungkapnya.

Karena itu, dikatakan dia, pemantauan hotspot, kondisi api di lapangan, kualitas udara, cuaca, sebaran asap, dan jarak pandang dilakukan secara terpadu sebagai dasar menentukan prioritas operasi pengendalian karhutla.

“Masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap diminta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan kondisi cuaca serta menyesuaikan aktivitas apabila kondisi lingkungan memburuk,” ujarnya. (nas)

Tags: bnpbKarhutlaKemenhut

Berita Terkait.

komnas
Nasional

Komnas HAM Sesalkan Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Santriwati Diduga Diintimidasi

Minggu, 1 November 2026 - 21:21
kikin
Nasional

Jangan Terpancing Provokasi, Ketum PBNU: Aparat Kepolisian Harus Profesional dan Transparan

Minggu, 1 November 2026 - 21:11
ary
Nasional

Bawa Visi Ary Ginanjar ke ASEAN, TalentDNA Sabet Penghargaan Emas di Malaysia

Minggu, 1 November 2026 - 20:22
p2mi
Nasional

Komitmen Pelindungan PMI di Hong Kong, Menteri Mukhtarudin Tekankan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

Minggu, 1 November 2026 - 19:19
Ahmad Haikal Hasan
Nasional

Warung Mi Nonhalal di Sukoharjo Dibakar, BPJPH Tegaskan Perbedaan Bukan Alasan Kekerasan

Minggu, 1 November 2026 - 18:08
Akhmad Wiyagus
Nasional

Wamendagri: Bonus Demografi Harus Lahirkan Kepemimpinan Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 1 November 2026 - 15:03

OLAHRAGA

Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Olahraga

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID - Gelandang Persija Jakarta Stjepan Loncar mengingatkan timnya untuk mewaspadai tren positif Dewa United menjelang laga pekan kedelapan Super...

SelengkapnyaDetails
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5158 shares
    Share 2063 Tweet 1290
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1554 shares
    Share 622 Tweet 389
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.