INDOPOSCO.ID – Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga membuat puluhan ribu warga memilih meninggalkan rumah mereka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sementara sebanyak 40 ribu lebih orang mengungsi, dengan Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi paling banyak.
“Data sementara pengungsi yang sementara ini kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa, ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati menerjemahkannya, namun ini karena dampak psikologis yang dirasakan warga,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (19/8/2026).
Di Manggarai Timur, kepanikan warga tergambar dari banyaknya masyarakat yang memilih mencari tempat aman setelah gempa terjadi. Sebanyak 966 orang tercatat mengungsi di posko BPBD, sementara sekitar 14 ribu warga lainnya mengungsi secara mandiri. Jika digabungkan, jumlah warga yang meninggalkan rumah di wilayah tersebut mencapai 15.465 jiwa.
Dampak gempa di Manggarai Timur juga tergolong berat. Data sementara mencatat 25 orang meninggal dunia, sedangkan korban luka mencapai 955 orang, terdiri atas 442 orang mengalami luka berat dan 513 lainnya mengalami luka ringan. Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak gempa terhadap masyarakat di wilayah tersebut.
Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak kedua. Sebanyak 6.487 jiwa tercatat mengungsi setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. Selain itu, BNPB mencatat 27 orang meninggal dunia, sementara 31 orang mengalami luka berat dan 88 orang lainnya mengalami luka ringan.
Kerusakan juga membentang di sejumlah wilayah NTT. BNPB mencatat sedikitnya 11.925 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 5.516 rumah rusak berat, 1.916 rumah rusak sedang, dan 4.493 rumah mengalami rusak ringan.
“Total rumah yang rusak sebanyak 11.925 unit, dengan rincian rusak berat sebanyak 5.516 unit, rusak sedang sebanyak 1.916 unit, rusak ringan 4.493 unit,” tambahnya.
Sementara itu, kerusakan rumah paling banyak dilaporkan terjadi di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Ngada. BNPB masih melakukan pendataan dan pemutakhiran informasi di lapangan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai dampak gempa, termasuk kondisi warga yang masih membutuhkan tempat aman dan penanganan pascabencana. (her)






















