INDOPOSCO.ID – Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 9 terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM). Hingga semester pertama 2026, rangkaian program tersebut telah menjangkau lebih dari 750 penerima manfaat langsung di sekitar wilayah operasi hulu migas perusahaan di Kalimantan.
Program PPM tersebut dijalankan oleh sejumlah entitas di bawah Grup PHI Zona 9, yakni PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field, PEP Sangasanga Field, PEP Tanjung Field, serta PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
Program dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, hingga penanganan bencana.
General Manager Zona 9, Dadang Soewargono, mengatakan keberlanjutan operasi perusahaan tidak terlepas dari hubungan yang harmonis dengan masyarakat serta keberadaan lingkungan yang lestari.
Menurutnya, masyarakat yang berdaya dan mandiri akan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan kegiatan operasional perusahaan dalam jangka panjang.
“Untuk itu, kami menjalankan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program PPM yang inovatif, berdampak, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat,” ujar Dadang, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan TJSL atau CSR juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan operasi hulu migas.
“Di Zona 9, kami menjalankan program PPM di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, serta penanganan bencana sebagai langkah strategis untuk mendukung pemerintah dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia,” katanya.
Dorong Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Di PEP Tanjung Field, pemberdayaan ekonomi masyarakat dilakukan dengan mengembangkan potensi lokal melalui sejumlah program, antara lain SEKARA JIRAK, LESTARI Belimbing, BASMA, K-INTEGRA, dan Bintang Borneo.
Berbagai program tersebut mendorong masyarakat mengembangkan produk dan usaha berbasis sumber daya lokal. Salah satu hasilnya adalah pengembangan produk amplang ikan haruan yang mampu memberikan keuntungan kelompok hingga 30 persen.
Selain itu, program tersebut turut memperkuat legalitas usaha kelompok, meningkatkan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan melalui penguatan kapasitas dan penerapan teknologi tepat guna.
Sementara itu, PEP Sangatta Field mengembangkan Program Bintang Pertiwi dan ECO-STEP untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Melalui Bintang Pertiwi, masyarakat mengembangkan usaha pengolahan jamur, amplang, dan hortikultura. Salah satu kelompok penerima manfaat bahkan telah mencatatkan penghasilan bersih lebih dari Rp24 juta.
Adapun melalui ECO-STEP, perusahaan mendorong penggunaan pupuk semi-organik, pengembangan hidroponik, serta pemanfaatan sumber daya lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian kimia.
Program tersebut mampu meningkatkan pendapatan petani hingga Rp1 juta–Rp2 juta per petani. Program ini melibatkan 20 petani dan juga menghasilkan penghematan biaya produksi pupuk NPK hingga Rp5 juta setiap siklus panen.
Perkuat Pendidikan dan Kesehatan
PEP Sangasanga Field juga menjalankan PPM yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan peningkatan keterampilan masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, sebanyak 165 pelajar mengikuti Kelas Bahasa Inggris Kota Juang Sangasanga. Sementara itu, sebanyak 105 siswa mendapatkan edukasi lingkungan melalui program Green School Movement.
Di sektor kesehatan, sebanyak 54 balita berisiko stunting mendapatkan intervensi gizi melalui program Prokesmas Puja.
Perusahaan juga memberikan ruang praktik bagi para alumni pelatihan barber atau cukur rambut. Langkah tersebut dilakukan agar keterampilan yang telah diperoleh peserta pelatihan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan sumber pendapatan baru.
Program pemberdayaan juga dilakukan PHSS melalui berbagai inisiatif di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan infrastruktur sosial.
Dukungan tersebut antara lain berupa pengembangan UMKM dan sektor pariwisata melalui Program Jagoan Usaha PHSS, peningkatan kapasitas produksi pertanian, perikanan, dan peternakan, serta penguatan akses masyarakat terhadap air bersih dan layanan kesehatan.
PHSS juga mendukung peningkatan fasilitas pendidikan dan Posyandu, pembangunan serta rehabilitasi infrastruktur, hingga pendampingan bagi alumni pelatihan barista dan barber.
Selain itu, perusahaan melanjutkan penguatan Program BIOKOSMO serta peningkatan kompetensi masyarakat melalui pelatihan dan sertifikasi.
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya terus mengembangkan program PPM sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Menurutnya, pendekatan berbasis potensi lokal membuat program pemberdayaan masyarakat dapat menjadi solusi yang lebih efektif sekaligus berkelanjutan dalam menjawab persoalan di sekitar wilayah operasi.
“Setiap tahun, kami berinvestasi pada lebih dari 100 program PPM yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar wilayah operasi perusahaan di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan,” ungkap Dony.
Ia menegaskan, kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program.
Dalam pelaksanaan setiap program, PHI berupaya melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat dan pemerintah daerah. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menciptakan manfaat bersama atau creating shared value sekaligus memastikan program dapat terus berjalan setelah periode pendampingan perusahaan.
“Di setiap program, kami senantiasa melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat dan pemerintah daerah, dalam pelaksanaan program-program CID untuk menciptakan manfaat yang dapat dinikmati bersama (creating shared value) serta menjaga keberlanjutan program-program tersebut,” pungkasnya.
Melalui berbagai program tersebut, Grup PHI Zona 9 tidak hanya berupaya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu berkembang secara mandiri. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mendukung keberlangsungan operasi hulu migas dan ketahanan energi nasional.(srv)























