INDOPOSCO.ID — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh, yang terdampak bencana. Gedung baru madrasah tersebut dibangun dengan dukungan anggaran Kementerian Agama (Kemenag) mencapai Rp12,36 miliar.
“Keberadaan madrasah akan datang penggantinya yang lebih baik lagi. Dan ini kita akan bangun dua lantai, yang bisa menampung seluruh keperluan warga masyarakat kita setempat,” ujar Menag dalam keterangan, Rabu (12/8/2026).
Menag berharap pembangunan gedung baru tersebut dapat segera dirampungkan. Dengan begitu, para siswa bisa kembali belajar di ruang pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan representatif.
“Saya yakin kalau ini uangnya sudah tersedia, seperti yang kita janjikan tadi, ya. Jadi makin cepat lebih baik, supaya anak kita nanti bisa menempati sekolah yang lebih memadai. Selama ini kan menggunakan masjid dan sangat terbatas,” katanya.
Gedung baru MIN 5 Pidie Jaya dirancang tidak sekadar menyediakan ruang kelas. Kompleks madrasah tersebut akan dilengkapi masjid, perumahan guru, laboratorium, perpustakaan, halaman, kantin, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
“Semua keperluan sekolah, insyaallah, akan hadir di tempat ini. Insyaallah, mudah-mudahan sekolahnya akan jauh lebih baik daripada yang telah meninggalkan kita,” tutur Nasaruddin.
Kemenag mengalokasikan bantuan sebesar Rp12.364.805.000 untuk mendukung pembangunan dan revitalisasi MIN 5 Pidie Jaya. Nasaruddin menyampaikan pembangunan kembali madrasah menjadi langkah penting untuk memastikan anak-anak di wilayah terdampak bencana tetap mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
“Mudah-mudahan secepatnya bisa menempati sekolah baru yang indah, yang kuat, yang berkah,” ucapnya.
Dia juga mengajak masyarakat, termasuk orang tua, murid, dan wali santri, untuk ikut mendoakan bangsa dan negara agar diberikan kedamaian serta kekuatan dalam menghadapi masa depan.
“Mari kita doakan bangsa dan negara kita. Semoga, insyaallah, tetap diberikan keberuntungan dan kedamaian untuk mengarungi bahtera masa depan bangsa yang berwibawa,” pesannya.
Diketahui, program pembangunan dan rehabilitasi madrasah Kemenag tidak hanya menyasar MIN 5 Pidie Jaya. Sejumlah fasilitas pendidikan keagamaan di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat juga menjadi sasaran revitalisasi. (nas)





















