• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Mapala UI Jelajah Timur Indonesia, Dorong Ekonomi Desa dan Wisata Dirgantara di Maluku

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:26
in Daerah
Warga Desa Wailulu, Maluku Tengah, mengikuti kegiatan sosialisasi program Universitas Indonesia Membangun Nusa (UIMN) 2026 yang digagas Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI). Foto: Dokumen Mapala UI

Warga Desa Wailulu, Maluku Tengah, mengikuti kegiatan sosialisasi program Universitas Indonesia Membangun Nusa (UIMN) 2026 yang digagas Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI). Foto: Dokumen Mapala UI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) kembali memperluas kiprahnya di wilayah timur Indonesia. Pada Agustus 2026, Mapala UI menjalankan dua program sekaligus di Maluku, yakni ekspedisi paralayang Fly The Spice Islands di Maluku Utara dan program pengabdian masyarakat Universitas Indonesia Membangun Nusa (UIMN) 2026 di Maluku Tengah.

Kedua program tersebut membawa misi berbeda namun saling melengkapi. Fly The Spice Islands diarahkan untuk menggali potensi wisata dirgantara sekaligus menelusuri kembali jejak Jalur Rempah dari udara. Sementara UIMN berfokus pada peningkatan nilai tambah komoditas kelapa untuk memperkuat perekonomian masyarakat Desa Wailulu.

BacaJuga:

TNI Perkuat Infrastruktur Pandeglang, Jalan Baru 18 Km Hubungkan 6 Desa

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Buka Banyak Lapangan Kerja Musiman di Lombok

Bea Cukai Gresik Musnahkan 9,1 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp13,61 Miliar

“Kedua program ini menjadi representasi semangat bertualang anak muda sekaligus wujud kontribusi mahasiswa untuk masyarakat,” ujar Ketua Mapala UI Salman Muzhaffar, dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Ekspedisi Fly The Spice Islands melibatkan 10 orang yang terdiri atas tiga pilot paralayang dan tujuh anggota pendukung. Tim membawa misi menjelajahi jejak Jalur Rempah di Maluku Utara, wilayah yang secara historis memiliki posisi penting dalam perdagangan rempah dunia.

Rute ekspedisi mencakup tiga gunung strategis, yakni Gunung Gamalama, Gamkonora, dan Woka yang berada di kawasan Ternate, Halmahera, hingga Kepulauan Tidore.

Ekspedisi tersebut menggunakan metode hike and fly. Para pilot terlebih dahulu melakukan pendakian menuju puncak gunung sebelum melakukan penerbangan menggunakan paralayang.

Menariknya, berdasarkan penelusuran tim, belum ditemukan catatan penerbangan paralayang dari ketiga puncak tersebut. Karena itu, ekspedisi Fly The Spice Islands berpotensi menghasilkan dokumentasi penerbangan perdana dari titik-titik tersebut.

Pada Sabtu (8/8/2026), tim berhasil merealisasikan penerbangan pertama dari puncak Gunung Gamalama.

“Lepas dari bebatuan besar di lereng kawah utara rasanya lega, parasut membumbung menjauh dari kawah Gamalama dan disambut pemandangan indah Ternate,” kata Gendon Subandono, Pilot Paralayang Ekspedisi Fly The Spice Islands.

Ekspedisi ini tidak hanya mengedepankan aspek petualangan. Mapala UI juga membawa misi untuk memberikan rekomendasi kebijakan di bidang pariwisata dirgantara kepada pihak berwenang.

Selain itu, ekspedisi akan menghasilkan film dokumenter yang diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata minat khusus di Maluku Utara. Sorotan terhadap tiga gunung tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan olahraga paralayang dan wisata dirgantara di masa mendatang.

Untuk memperkuat aspek budaya lokal, para pilot juga mengenakan jaket antiradiasi ultraviolet buatan Komunitas Soramata yang menggunakan bahan kain Malutcarita. Kain tersebut merepresentasikan kekayaan alam dan sejarah Maluku Utara.

Ekspedisi Fly The Spice Islands mendapat dukungan dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata dan Harita Nickel. Kegiatan ini juga melibatkan Seni dan Alam Institut Kesenian Jakarta (SENDAL-IKJ) dan BSM Rental dalam aspek dokumentasi, Mapala Emas Sonyinga Alam (ESA) dari Fakultas Teknik Universitas Khairun sebagai mitra pencinta alam setempat, serta Basarnas Ternate untuk mendukung aspek keselamatan dan penyelamatan.

Di wilayah lain, 11 anggota Mapala UI menjalankan program UIMN 2026 di Desa Wailulu, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah.

Program tersebut resmi dibuka pada Selasa (11/8/2026) dan akan berlangsung selama sekitar satu bulan. Pelaksanaannya didukung Pemerintah Desa Wailulu serta Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Darussalam (Darmapala Ambon).

Program UIMN 2026 menyasar persoalan ekonomi yang dihadapi petani kelapa di Desa Wailulu. Desa tersebut memiliki potensi produksi kelapa yang besar, dengan hasil panen raya mencapai sekitar 30 ton.

Namun, tingginya produksi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pendapatan masyarakat. Selama ini, sebagian besar kelapa warga hanya diolah menjadi kopra yang memiliki harga jual relatif rendah dan fluktuatif.

Ketergantungan terhadap tengkulak sebagai perantara penjualan juga membuat harga kopra yang diterima petani tidak selalu stabil. Kondisi tersebut menyebabkan pendapatan petani kelapa dapat berubah dari satu musim panen ke musim berikutnya.

Melihat kondisi tersebut, Mapala UI memperkenalkan diversifikasi pengolahan kelapa menjadi tepung kelapa yang dinilai memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas dibandingkan komoditas kopra.

Project Officer UIMN 2026, Nivand, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.

“Sebagai mahasiswa selain punya kewajiban di dalam kelas kita juga punya kewajiban di luar kelas, salah satunya untuk berdampak pada masyarakat Indonesia. Maka dari itu, UIMN hadir sebagai wadah pengabdian masyarakat dengan tujuan menambah nilai komoditas lokal untuk meningkatkan pendapatan ekonomi lokal,” ujarnya.

Program dirancang secara bertahap, mulai dari sosialisasi inovasi produk, praktik pengolahan kelapa menjadi tepung, demonstrasi pembuatan produk pangan berbahan tepung kelapa, hingga pembentukan komunitas kerja.

Mapala UI juga akan menyerahkan aset produksi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memastikan kegiatan tetap berjalan setelah program pengabdian berakhir.

Program tersebut menyasar tiga kelompok utama, yakni petani kelapa sebagai penyedia bahan baku, masyarakat yang terlibat dalam proses produksi, serta pelaku UMKM lokal yang nantinya berperan dalam pemasaran produk olahan.

Dengan pendekatan tersebut, UIMN tidak hanya diarahkan untuk mentransfer keterampilan, tetapi juga membangun fondasi ekonomi desa yang lebih stabil dan berkelanjutan.

“Harapan beta, selesai dari kegiatan ini, bukan selesai juga hasilnya. Namun, ibu-ibu PKK maupun UMKM menjadikan dia (tepung kelapa) sebagai salah satu produk unggulan yang ada di Negeri Wailulu,” kata Raja Negeri Wailulu, Muslim Tounussa.

Dua program Mapala UI di Maluku tersebut menunjukkan pendekatan berbeda dalam mengoptimalkan potensi wilayah. Jika Fly The Spice Islands berupaya mengembangkan potensi wisata dirgantara dan pariwisata minat khusus, UIMN mendorong peningkatan nilai tambah komoditas lokal untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan kedua program juga melibatkan kolaborasi lintas organisasi dan instansi. Selain mitra lokal, Mapala UI mendapat dukungan dari EIGER Adventure, jenama perlengkapan luar ruang asal Bandung, Jawa Barat.

Brand Partnership Manager EIGER, Eva Fitri Yeni, mengatakan inisiatif Mapala UI menunjukkan bahwa aktivitas petualangan dapat berjalan beriringan dengan kontribusi sosial.

“Peran kami adalah memastikan mereka punya dukungan yang dibutuhkan. EIGER senang bisa mendampingi langkah ini sebagai bagian dari perjalanan mereka. Kegiatan ini membuktikan bahwa petualangan bisa berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat,” ujar Eva.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Mapala UI tidak hanya membawa semangat eksplorasi ke kawasan timur Indonesia, tetapi juga berupaya mendorong potensi lokal agar memiliki nilai ekonomi dan pariwisata yang lebih besar.

Dari langit Gunung Gamalama hingga perkebunan kelapa di Desa Wailulu, ekspedisi Mapala UI menjadi gambaran bagaimana aktivitas mahasiswa dapat dipadukan dengan upaya pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.(rmn)

Tags: Ekonomi DesaMahasiswa Pecinta AlamMapala UIWisata Dirgantara

Berita Terkait.

soni
Daerah

TNI Perkuat Infrastruktur Pandeglang, Jalan Baru 18 Km Hubungkan 6 Desa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:13
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Buka Banyak Lapangan Kerja Musiman di Lombok
Daerah

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Buka Banyak Lapangan Kerja Musiman di Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:57
Bea Cukai Gresik Musnahkan 9,1 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp13,61 Miliar
Daerah

Bea Cukai Gresik Musnahkan 9,1 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp13,61 Miliar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:46
Sinergi Bea Cukai dan Polri Cegah 1,79 Juta Batang Rokok Ilegal Beredar di Lampung
Daerah

Sinergi Bea Cukai dan Polri Cegah 1,79 Juta Batang Rokok Ilegal Beredar di Lampung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:26
phm
Daerah

PHM Perkuat Kesiapsiagaan Bencana dan Keamanan Jalur Pipa Migas di Muara Badak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:12
bapres
Daerah

Pemerintah Gulirkan Banpres untuk 200 Ribu UMKM Terdampak Bencana, Bank Sumut Jadi Penyalur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:20

OLAHRAGA

forki
Olahraga

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Editor Ali Rachman
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto optimistis kontingen karate Indonesia meraih hasil positif dalam Kejuaraan...

SelengkapnyaDetails
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2715 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1035 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.