• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Iftitah: Kampus Masuk Kawasan Transmigrasi, Ilmu Jadi Solusi, Masyarakat Naik Kelas

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:23
in Nasional
Mentrans

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Selasa (11/8).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong perguruan tinggi untuk menjadikan kawasan transmigrasi sebagai ruang penerapan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Kehadiran kampus diharapkan mampu menjawab persoalan nyata, mengembangkan potensi lokal, serta menciptakan sumber pendapatan dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan Menteri Iftitah saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Selasa (11/8). Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang kuliah, jurnal, atau laboratorium, tetapi harus hadir dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

BacaJuga:

Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo

Revitalisasi 401 Sekolah di Bali, Mendikdasmen: Benahi Gedung dan Serap Tenaga Kerja

Analis Minta Prabowo Koalisi dengan Rakyat Kritis, Jangan Asyik dengan Kekuasaan Sendiri

“Tidak ada jalan lain selain menghadirkan sumber daya manusia unggul dalam transformasi transmigrasi. Harus ada banjir ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan kawasan transmigrasi,” kata Menteri Iftitah.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Kementerian Transmigrasi mendorong pengembangan kampus satelit dengan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai living laboratory atau laboratorium hidup. Di sana, mahasiswa dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu dapat melakukan riset, menguji pengetahuan, dan menghasilkan inovasi berdasarkan persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

Kolaborasi itu mencakup berbagai bidang, mulai dari pertanian, kesehatan, pendidikan, ekonomi, teknologi, hingga lingkungan.

“Bukan hanya kesehatan dan kedokteran. Kita ingin menghadirkan berbagai disiplin ilmu di kawasan transmigrasi, salah satunya melalui Tim Ekspedisi Patriot,” tegasnya.

Menteri Iftitah mencontohkan pengembangan komoditas kopi. Untuk menghasilkan kopi berkualitas dan bernilai jual tinggi, masyarakat membutuhkan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan sejak tahap pembibitan, perawatan, pemetikan, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran.

Pendekatan serupa dapat diterapkan terhadap berbagai komoditas unggulan di kawasan transmigrasi. Dengan demikian, kekayaan alam tidak berhenti dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah yang memberikan keuntungan lebih besar kepada masyarakat.

“Kalau di sana tumbuh kegiatan ekonomi, ekosistemnya juga harus dibangun. Masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton ketika investasi hadir di tanahnya sendiri,” ujar Menteri Iftitah.

Karena itu, investasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat. Warga lokal harus dipersiapkan menjadi tenaga terampil, pelaku usaha, pemasok, bahkan bagian dari kepemilikan ekosistem ekonomi yang berkembang di wilayahnya.

Melalui transformasi tersebut, masyarakat di kawasan transmigrasi diharapkan mengalami peningkatan keterampilan, produktivitas, pendapatan, dan kualitas pelayanan dasar. Pada saat yang sama, semakin banyak kesempatan kerja dan usaha yang dapat dinikmati masyarakat setempat.

Dalam pengelolaan talenta, Indonesia juga dapat mempelajari praktik brain circulation yang diterapkan Tiongkok. Pelajar dan tenaga ahli diberi kesempatan belajar serta melakukan riset di luar negeri, kemudian kembali membawa pengetahuan, pengalaman, dan jejaring untuk membangun negaranya.

Menteri Iftitah juga menegaskan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga lingkungan dan menghormati budaya masyarakat setempat.

Ia mencontohkan kawasan transmigrasi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sebagian kawasan tersebut kini berkembang menjadi hutan dan area konservasi orangutan serta beruang madu, sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

“Pembangunan kawasan harus berkelanjutan. Tidak ada yang instan. Pembangunan juga tidak boleh mengabaikan lingkungan dan budaya masyarakat setempat,” tuturnya.

Menteri Iftitah menjelaskan bahwa transmigrasi kini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk. Transmigrasi telah diarahkan menjadi strategi untuk mempertemukan talenta, ilmu pengetahuan, investasi, dan potensi lokal guna menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Bagi perguruan tinggi, kawasan transmigrasi menjadi ruang riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi mahasiswa, kawasan tersebut menjadi tempat memperoleh pengalaman nyata sekaligus mempersiapkan masa depan. Bagi dunia usaha, tersedia potensi ekonomi yang dapat dikembangkan secara terencana. Sementara bagi masyarakat, transformasi transmigrasi membuka kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan, membangun usaha, dan menikmati manfaat pertumbuhan ekonomi di daerahnya sendiri.

“Transmigrasi bukan sekadar program, tetapi strategi untuk mewujudkan Indonesia maju. Semakin berilmu, semakin mampu kita melihat potensi, mengembangkannya menjadi kekuatan ekonomi, dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(srv)

Tags: Kampus Ilmu PengetahuanKawasan TransmigrasiMenteri TransmigrasiMuhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara

Berita Terkait.

Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo
Nasional

Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:02
Catwalk Batik di Ottawa, Undang Decak Kagum Warga Kanada
Nasional

Revitalisasi 401 Sekolah di Bali, Mendikdasmen: Benahi Gedung dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:02
Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 
Nasional

Analis Minta Prabowo Koalisi dengan Rakyat Kritis, Jangan Asyik dengan Kekuasaan Sendiri

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:41
Mutasi Mabes Polri: Asep Safrudin Jadi Kabareskrim, Asep Edi Suheri Irwasum
Nasional

DPR Tegaskan Kerugian Negara Rp10 T Kasus MBG Harus Dipulihkan: Kembali ke Piring Anak!

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:14
Mutasi Mabes Polri: Asep Safrudin Jadi Kabareskrim, Asep Edi Suheri Irwasum
Nasional

Mendagri dan Menteri PKP Lepas 125 Truk Genteng SNI, Sukseskan Program Gentengisasi Presiden Prabowo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:15
Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Akhir Pekan
Nasional

JARI 98 Nilai Keberadaan Listyo Sigit di KSP Jaga Stabilitas Nasional

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:24

OLAHRAGA

Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 
Olahraga

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Editor Laurens Dami
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID — Penyerang Timnas Indonesia Mitchell Baker menyamai catatan legenda Timnas Indonesia Iswadi Idris setelah mencetak lima gol ke gawang...

SelengkapnyaDetails
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33
Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3897 shares
    Share 1559 Tweet 974
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Masuk MK, Pengamat: Prabowo Bisa Semakin Kuat

    729 shares
    Share 292 Tweet 182
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.