• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Beautiful Beast

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:00
in Disway
disway
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – “Kamu pakai baju sebaik apa pun akan ada orang lain yang memakai baju lebih baik. Kamu pakai baju paling buruk yang kamu miliki pun masih ada orang yang memakai baju lebih buruk dari kamu”.

Itu bukan nasihat. Itu komentar ayah saat melihat kakak perempuan saya bingung cari pinjaman baju: untuk pergi ke acara kawinan. Saya masih kecil. Saya perhatikan ucapan Pak Iskan itu. Sangat membekas di hati. Kata-kata itulah yang berpengaruh pada sikap saya berpakaian: biasa-biasa saja. Yang penting pantas.

BacaJuga:

Sholeh Cilik

Yang Baru

Enak Busuk

Mungkin saya salah. Begitu banyak perusuh Disway yang risi melihat foto saya di berbagai acara: dianggap kurang pantas. Saya pun mengakui penilaian itu. Benar. Dan saya berusaha berubah. Tapi tidak bisa bertahan lama. Kumat lagi.

Salah satu perubahan itu saya coba hari Sabtu kemarin.

Saya ke Malang –menghadiri undangan dari Ari Sufiati. Saya tidak sempat ngecek undangan apa itu. Saya berangkat dengan hoody hitam sederhana. Tapi saya membawa baju koko warna putih sebagai cadangan.

Di tengah jalan saya cari-cari undangan lewat WA itu. Ketemu. Ternyata bukan kawinan. Itu undangan ulang tahun. Saya lega: tidak perlu ganti baju. Hoody ini cukup untuk sebuah acara ultah.

Begitu turun di depan Omah Kendedes di Shanaya Resort saya kaget: kok undangan yang lain pakai dress. Yang berkebaya pakai kebaya keren. Berarti ini pesta. Hoody ini tidak cocok. Mobil sudah telanjur pergi ke tempat parkir. Tapi baju yang di mobil rasanya juga tidak cocok untuk pesta: kecuali di pesta itu saya ditunjuk sebagai pembaca doa.

Apalagi ketika melihat tampilan Ari Sufiati yang menyambut kedatangan saya: beautiful and the beast. Lalu saya ingat ayah: akan ada orang lain yang berbaju…..!

Ya sudah. Apa adanya saja.

Rasanya hanya sekali saya dapat pujian: saat tampil sebagai pembicara di seminar ahli jantung di Jakarta bulan lalu. Saya pakai jas. Serasi dengan celana. Tapi pujian itu segera diikuti sisi negatifnya: pakai jas kok sepatunya kets!

Semoga di acara kemarin itu tidak ada foto saya yang masuk medsos.

Ketika bersalaman dengan Ari saya langsung puji penampilannyi yang begitu cantik. “Saya harus pakai baju begini,” katanyi. Justru Ari yang seperti minta maaf. Memang saya belum pernah melihat Ari tampil secantik itu. Yang selalu saya lihat adalah Ari yang kasual –cenderung tomboy.

Pernah saya lima hari runtang-runtung bersamanyi. Di California. Ari selalu berpakaian yang cocok untuk keperluan gerak cepat. Ari orang yang amat cekatan. Kerja keras dan kerja cerdas.

Kala itu saya tinggal di rumahnyi. Di San Francisco Bay Area. Di jantungnya Silicon Valley. Dekat dengan gedung Apple yang terkenal itu. Ari memang bekerja di Apple. Di salah satu tim penting di Apple Inc.

Kemarin adalah ulang tahunnyi yang ke-50. Karena itu istimewa –termasuk caranyi bergaun. Itu sudah dia cita-citakan lama: ketika ultah ke-50 akan dirayakan dengan tema ”homecoming”: dirayakan di Indonesia. Termasuk dalam pengertian ”homecoming” adalah yang diundang: teman-teman SMAN 16-nyi (Surabaya), teman kuliah komunikasi Unairnyi, dosen-dosennyi, teman sesama pertukaran pelajar, mereka yang pernah tinggal di rumahnyi, dan tentu orang tua dan tiga anaknyi.

Di samping sering mengajak orang tua ke Amerika, Ari juga selalu mengajak anak-anaknyi ke Indonesia. Sejak Covid, 3 kali anak-anaknyi diajak pulang kampung –meski mereka sudah menjadi warga negara Amerika.

Sebagai aktivis, Ari sering menampung calon mahasiswa dari Indonesia tinggal sementara di rumahnyi. Terutama sebelum calon mahasiswa tersebut mendapat tempat yang tepat.

Salah satu calon mahasiswa itu: cucu saya. Kemarin berangkat ke Amerika. Dalam perjalanan masuk kuliah di Kansas University, Ayrton, anak Azrul itu akan mendarat di San Francisco. Ia akan dua hari dulu di California. Ari minta tinggal saja di rumahnyi. Sekalian bisa ke Apple.

“Lho, Anda dan semua anak kan di Indonesia?” tanya saya.

“Saya sudah kirim password kepada Azrul untuk buka pintu rumah,” jawab Ari.

Begitulah umumnya rumah di Amerika. Kuncinya bisa dibuka oleh siapa saja yang punya password-nya. Juga bisa dikunci dari mana saja. Termasuk dari luar negeri.

Di ultah kemarin saya bisa berkenalan dengan ayah-ibu Ari. Juga dengan dua adiknyi: yang akuntan jadi pembaca doa, yang wanita bekerja di BRIN.

Tiga teman Ari sengaja datang dari Amerika. Dian Widhi datang dari Houston. Dia punya perusahaan konsultan di sana. Lalu Irma Miller datang dari Lexington, Kentucky. Irma datang bersama dua anak perempuannyi –berwajah bule dan berambut pirang seperti ayah mereka. Yang ketiga, Victor Augusteo asal Pontianak. Victor sebagai CTO di perusahaan startup: 70 karyawannya bekerja dari Indonesia.

Ari dan Dian aktif di satu yayasan yang mereka dirikan: Indonesia Lighthouse. Victor dan Irma juga aktif sebagai mendukung mereka. Tahun lalu yayasan itu menampilkan angklung di Amerika. Juga membantu mahasiswa Indonesia di berbagai program peningkatan bakat.

Sambil mengikuti pesta ultah itu saya menyapukan pandangan ke sekeliling: adakah yang pakai baju lebih sederhana dari saya. Ada. Tiga orang.

Benarlah ayah dengan segala perkataannya dulu. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 8 Agustus 2026: Sholeh Cilik

Juve Zhang

@wilwa….setuju sekali Tiongkok memegang leher dolar gak ada power nya dipegang dileher dia gak bisa nafas leluasa….dibuat kaya mainan dolar di Tiongkok….mereka betul mengendalikan sepenuh nya gerakan dolar Peg dengan ayunan kecil mungkin up down 4%…ini sudah permainan tingkat Suhu….jenius 3 Digit di Tiongkok banyak banget ….mereka gak terkenal di dunia barat….tapi ilmu makro ekonomi nya semua kelas Suhu….. Malaysia ikut gaya Tiongkok pun Singapura ikut gaya Tiongkok megang leher dolar dikasih up down 4%….sudah gak bisa loncat kodok seenaknya…. akibatnya Singapura Malaysia ikutan Tiongkok Makmur rakyatnya….kalau kerajaan Singosari di permainan kan dolar kaya bandul liar ngayun sesukanya dan Amsiong nya bandul nya doyan ke bawah makin melorot terus dekade demi dekade makin amblas ……swmua gak paham cara megang leher dolar biar mati lemas…misal di peg 10 ribu ngayun maksimal 4%….itu gak kuat megang leher dolar nya malah ambyar ke 20%…. akhirnya semua angkat tangan mundur dari jabatannya…kabur ke Amerika…macam macam ada yg jadi dosen di Amerika…. wkwkw

Juve Zhang

@Wilwa…. Indonesia gak mungkin dedolarisasi gak punya minyak dan gas….energi itu pake dolar …entah kemarin minyak Rusia sudah datang 760 ribu barel bayar pake Yuan… sepertinya…. Gak perlu anti dolar yg penting pegang leher dolar di angka mati….misal 1 dolar 10 ribu Rp….nah pegang leher Trumpet sampai pingsan jangan sampai loncat loncat ke 18 ribu atau 20 ribu….saya kira itu Kunci Tiongkok sukses besar….matikan Dolar diangka tertentu dan biarkan begitu 6 dekade itu kejadian di Tiongkok Sekarang….

bitrik sulaiman

Amran bilang 1 dollar bisa ro. 1000,- kalau hilirisasi eksport dilakukan secara serius. Seperti produk kelapa.

Murid SD Inpres

Saya membayangkan, Disway 2-3 tahun ke depan tidak dikenal sebagai portal berita konvensional, tetapi dikenal sebagai “inkubator literasi Indonesia”, tempat lahirnya penulis-penulis baru kaliber dunia seperti Eka Kurniawan, Andrea Hirata, Ahmad Tohari, Leila S. Chudori; tempat lahirnya cerita-cerita besar, tempat lahirnya sederet intellectual-property lokal yang mampu bersaing di pasar global. Dari sebuah serial, bisa lahir industri bernilai ratusan miliar. Nah, Disway sudah memiliki panggungnya. Tantangan berikutnya, bagaimana mengubah jutaan pembaca Disway saat ini, menjadi jutaan kreator, dan mengubah jutaan cerita menjadi mesin industri kreatif masa depan Indonesia. Anda pasti sudah sampai pada katarsis ini: “media terbesar di masa depan tidak sekadar ditentukan oleh dia yang paling cepat memberitakan dunia, tetapi sekaligus ditentukan oleh dia yang mampu menciptakan dunia baru, melalui cerita”. Tertanda, pembaca ke-8.971.263 Disway, Murid SD Inpres

Murid SD Inpres

Serial cerpen saya, “Hati Baru” yang saya ketik kemarin, disematkan di Komentar Pilihan hari ini, ya? Itu memang hadiah dari saya untuk Anda. Anda sudah hafal, probabilitas recurrence hati baru mengalami sirosis kembali, itu mencapai 80%, dengan prevalensi hingga 40%. Dan Anda? Bisa bertahan sehat wal afiat hingga 20 tahun tanpa recurrence? Itu adalah bukti sinergi yang excellent, antara sains (kedokteran), semangat plus kemampuan tubuh Anda yang ingin terus bertahan, dan Anda yang konsisten menjalani 20 tahun hidup dalam kedisiplinan. Sehingga, sudah layak dan pantas, Anda mendapatkan seiris selebrasi, dan selembar pujian. *** Dan website Disway.id pun kini kian perform, dibanding tahun lalu. Tahun lalu kunjungan per bulan masih di angka 3 juta pengunjung, sekarang sudah melompat ke angka 9 juta pengunjung. Bounce rate nya pun bagus, sangat rendah, 27.59%, semakin rendah semakin bagus, artinya semakin sedikit yang langsung minggat di 10 detik pertama membuka halaman website Disway.id, alias makin banyak visitor Disway.id yang betah membaca Disway.id. Jika Anda cek, durasi rata-rata baca — daily average visit — 1 menit 28 detik. Itu pencapaian bagus. Apalagi sumber traffics Disway.id didominasi dari organic search (Google, Bing) 57.18%, sisanya direct visit, dan terakhir organic social-media, tanpa paid ads. Excellent. Dan kini Disway.id berada di peringkat 13 dari segi traffic rank, menggeser tahta Liputan6.com yang eksis 18 tahun lebih awal dari Disway.id.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

POSISI DISWAY.ID DIANTARA PORTAL BERITA NASIONAL.. Komentar ini tuk melengkapi tulisan cucu paling cerdas, Murid SD Inpres, tentang disway.id. ### Kalau bicara jumlah pembaca, Disway.id memang belum bisa disamakan dengan Detik atau Kompas. Mereka bermain di “liga trafik” yang jauh lebih besar. Tetapi media tidak selalu bisa diukur hanya dengan jumlah klik. Disway punya sesuatu yang berbeda: KARAKTER..!! 1) Ada Catatan Harian Dahlan Iskan. 2) Ada Bisik Disway. 3) Ada tulisan para kontributor, termasuk PERUSUH, dengan gaya yang lebih personal. Pembaca tidak hanya datang mencari berita. Banyak yang datang untuk membaca “sudut pandang”. Ini penting. Sebab portal berita bisa membuat ribuan berita sehari. Tetapi tidak semuanya berhasil membuat pembaca “menunggu tulisan” seseorang. Saya melihat posisi Disway agak unik. Bukan yang terbesar dalam trafik nasional. Tetapi punya niche yang kuat dan identitas yang jelas. Kalau Detik unggul dalam “kecepatan”, Kompas dalam “jangkauan dan reputasi”, Tempo dalam “investigasi”, maka Disway punya kekuatan pada: 1) opini, 2) karakter penulis, dan 3) komunitas pembaca. Dan ada satu aset yang tidak mudah ditiru: “nama” Dahlan Iskan sebagai magnet pembaca. Dalam bisnis media, trafik itu penting. Tetapi pembaca yang sengaja kembali setiap hari karena ingin membaca seseorang, mungkin jauh lebih berharga. Itulah modal Disway..!!

Sadewa 19

Menjelang hari kiamat, Tuhan akan memanggil orang-orang yg sholeh terlebih dahulu. Sehingga bumi hanya akan dihuni oleh para penjahat para pemimpin yg korup, konglomerat yg rakus dan para penjilat. Selamat jalan Cak Sholeh. Tuhan sayang panjenengan.

Muh Nursalim

Pejuang rakyat. Langka orang seperti cak soleh. Untung dia masih garis perjuangan dan dipanggil Tuhan. Banyak kawan2nya yg sudah berubah. Menjadi penikmat. Dari proletar berubah jd borjuis. Ini pun masih lumrah. Yg menyakitkan aktifis tu. Liat orang tak pernah berjuang langsung jd penikmat. Tak pernah jd aktifis tiba2 jadi pejabat ini itu. Akhirnya ndak bisa merasaksn panasnya terik matahari n susahnya rakyat kecil. Lalu kebijkannya menyusahkan rakyat.

Fra Wijaya

Selamat jalan Cak Sholeh, kita wong cilik sangat kehilangan engkau cak, sedang mereka para koruptor bisa bernapas lega, telah hilang seorang musuh tanpa keluar dana

Juve Zhang

Pakta Pertahanan 3 negara muslim Pakistan Saudi Arabia Turkiye…menarik ketiganya bersatu dalam satu pakta pertahanan bersama….siapa musuh mereka tentu Greater Israel…bukan greater Iran bukan greater Yaman….jelas ketiganya melihat ancaman paling berbahaya itu greater Israel yg mencakup sebagian wilayah Saudi Arabia… mungkin ketakutan ini yg menyebabkan Saudi Arabia yg kaya raya meminta tolong Pakistan dan Turkiye…. keduanya negara kuat puna nuklir karena Israel juga punya nuklir….ini sebenarnya maksud pakta pertahanan bersama 3 negara….Iran bukan ancaman karena Iran kaya minyak bumi dan gas…. Israel ini yg menakutkan bagi Saudi Arabia musuh yg tidak punya minyak bumi atau ada tapi gak banyak….inilah pakta pertahanan bersama yg sangat kuat di kelompok Muslim…mereka melihat Amerika sudah melemah… menghadapi Iran pun gak sanggup…gimana kalau menghadapi suhu nya Iran….disini mereka bertiga membentuk Pakta Pertahanan yg menjamin kelangsungan hidup negara Saudi Arabia dari gangguan Israel…kalau Houthi tentu bukan kekuatan besar…yg repot menghadapi nenegara yg punya nuklir…

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Kemarin Abah tanya soal Financial Freedom di Dismorning. Financial freedom berarti punya aset yang menghasilkan pendapatan pasif. Misal punya properti yang disewakan, punya surat berharga yang menghasilkan keuntungan, deposito yang hasilkan bunga, atau aset lain yang tanpa harus kerja, kita sudah dapat uang setiap bulan sesuai gaya hidup kita. Jadi tujuannya adalah punya pendapatan tanpa harus kerja lagi. Abah lalu bertanya, “Lalu dari mana uangnya untuk bisa punya pendapatan pasif itu?” Nah, itulah yang sedang diperjuangkan oleh mereka (anak muda) saat ini untuk bisa mencapai impian itu. Mereka berusaha mencari uang dan menabung sampai nilai tertentu sesuai target mereka agar bisa mencapai posisi financial freedom itu. Kapan aset yang dibutuhkan itu bisa tercapai? Secepat mungkin. Makin cepat makin baik. Makin muda berarti mereka makin hebat. Meski begitu mungkin saja itu tak tercapai sampai mereka tua. Adapun cara yang lebih konvensional dari financial freedom adalah: menabung sebanyak mungkin hingga pada usia tertentu dia bisa menghabiskan tabungan itu hingga akhir usia. Di sisi lain, financial freedom tak terlalu disuka oleh banyak orang yang memang “hobi” bekerja. Berhenti bekerja bagi orang yang suka bekerja dipercaya akan mematikan otak mereka. Abah DI tentu sudah mencapai level financial freedom sejak lama. Meski begitu, kita semua tahu Abah tak akan mau berhenti bekerja.

Juve Zhang

RS Pusri sangat bagus sekali ketika dokter nya mengejek pasien yg kemarin mengeluh antrian panjang 8 jam belum ada ruangan buat dia dan ada nakes yg usul ruang jenazah masih kosong dan betul kejadian nya sangat pasien masuk ruang jenazah….dan dokter yg kerja di RS Pusri sama mengejek pake asuransi swasta katanya artinya jangan jadi orang miskin pake BPJS….sang RS Pusri tegas memecat dokter tsb… sungguh disiplin yg sangat luar biasa langsung dipecat dari pekerjaan Sebagai dokter di RS Pusri….ini contoh RS bagus menegakan aturan….masih banyak dokter bagus nah yg suka sok kaya raya main ejek pasien miskin siap siap anda bisa dipecat karena 90% pasien RS di Kerajaan Singosari itu orang miskin dan pake BPJS semua….. artinya anda gak cocok bekerja di lingkungan orang miskin… sebaiknya kerja di klinik kecantikan atau dokter bayi tabung yg 99% pasien nya berduit….

Yugi Porkdelicious

Sepemikiran soal Vanessa Angel

Ahmed Nurjubaedi

CAK SHOLEH — Engkau penerus Mr. Sartono/ Pembela bumiputera dari ketidakadilan Belanda/ Cak Sholeh terima kasih/ Kau membela bumiputera dari ketidakadilan bumiputera// Dulu… Syahrir, Hatta, Soekarno berbahaya untuk Belanda/ Kini…. Penerus-penerus para Bung Hebat itu/ Berbahaya untuk siapa?// Ingin keadilan tanpa kerbau atau saldo?/ Jangan berharap/ Mau memberi pertolongan tanpa cuan?/ Teror tanpa henti kau dapatkan// Cak Sholeh terima kasih/ Semoga dirimu berbahagia di sana//

Jokosp Sp

Dalam rangka uang tahun ganti hati ke 20 Abah DI, maka tidak ada salahnya sedikit memberi apresiasi ke para perusuh (PR) ini. Dua hari coba saya resume Komentar Pilihan (KP) terhadap Produktivitas Komentar (PK) yang ditulis, sungguh sangat luar biasa Achievementnya (AC). Jangan kaget kalau hasilnya ternyata Anak Milenial SD telah mengalahkan senior dan tenaga ahli Telkom yang juga seorang auditor paling gacor. 1.SD Inpres : PK=26, KP=24, AC=92,3%. 2.Bahtiar HS : PK=7, KP=3, AC=42,8%. 3.Mbah Mars : PK=6, KP=2, AC=33,3%. 4.Agus SN.III : PK=19, KP=5, AC=26,3%. 5.Hasyim MAH : PK=5, KP=1, AC=20%. Jadi kalau sepatu dan kaos AZ terkirim ke mereka jelas akan luar biasa. Untuk Leong Putu, Juve Zang, Jo Neka, dan Cak Mulianto Krista sementara jangan ngiri dulu ya. Jatah lungsurannya pasti ada nanti dari Pak DI jangan kuatir. Tunggu saja dengan sabar sampai 2029, siapa tahu pemimpinnya sudah diganti.

Juve Zhang

Selamat jalan pejuang Wong Cilik Cak Sholeh…luar biasa perjuangan nya…yg menikmati nomor sepatu orang lain….pejuang hukum dan demokrasi…kisah sakit autoimun jarang terjadi penyakit langka….bagi anda ada kasus menarik Warren Tierney sakit tenggorokan dan tidak bisa menelan cairan awal tahun 2025… Warren orang Barat percaya pada Chat GPT 100%…anda tahu AI itu sangat cerdas pun dalam diagnosis penyakit…. maka Warren konsultasi ke Chat GPT…jawaban Chat GPT sangat membahagiakan Warren Tidak Ada gejala yg mengkhawatirkan,stabil dan membaik…sangat tidak mungkin kanker….maka Warren pun bahagia lahir batin dokter AI Chat GPT sudah memberi jaminan tidak berbahaya….ketika penyakit Warren tak sembuh sembuh akhirnya terpaksalah dia ke dokter dan diagnosis nya Kanker esofagus stadium 4 terlambat diagnosa nya karena percaya ChatGPT…. seharusnya kata Warren jangan percaya begitu saja ulasan Chat GPT….peluang Warren sembuh makin tipis stadiun 4 sangat berbahaya….jadi anda jangan ganti diagnosa CT Scan MRI dengan Chat GPT bisa bisa penyakit kanker tapi Tidak Berbahaya kata AI….tapi kalau Dompet anda Kering bisa jadi Chat GPT tebakan nya Jitu Kanker Stadium 4 alias bokek dan ini banyak di idap rakyat kerajaan Singosari…,kanker dompet kering stadium 4 sangat berbahaya bagi kesehatan mental dan Phisik anda.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

PERBEDAAN PANDANGAN TIONGKOK VS AS TERKAIT PERDAGANGAN (3): AMERIKA BERBALIK MENGINGKARI FREE TRADE? Amerika Serikat dikenal sebagai kampiun demokrasi. Termasuk dalam perdagangan: 1) Globalisasi, 2) Free trade, dan 3) Pasar terbuka. Dulu Washington sangat gencar mendorong dunia mengikuti permainan itu. Kadang dengan persuasi. Kadang dengan tekanan. Tiongkok pun menyesuaikan diri. 1) Pasar dibuka. 2) Perdagangan diperluas. 3) Globalisasi dijalankan. Ternyata, bagi Amerika, hasilnya tidak persis seperti yang diharapkan. Yaitu, Tiongkok tumbuh sangat cepat. Bahkan menjadi pesaing utama Amerika. Ketika kompetisi mulai terasa berat, resep lama mulai berubah. Barang dan teknologi Tiongkok dibatasi dengan alasan keamanan nasional. Di sinilah paradoksnya. Bagi Tiongkok, perdagangan seharusnya tetap terbuka dan kompetisi ditentukan oleh kemampuan. Proteksionisme justru mengurangi efisiensi dan merugikan konsumen. Bagi Amerika, perdagangan terbuka ternyata memiliki batas ketika menyangkut teknologi strategis, keamanan nasional, dan industri domestik. Mana yang lebih baik untuk perdagangan dunia? Menurut saya, prinsip Tiongkok dalam kasus ini lebih sehat: 1) kompetisi terbuka, 2) aturan jelas, dan 3) keamanan nasional jangan dijadikan kartu truf untuk setiap kekalahan dagang. Sebab free trade itu bagus. Asalkan yang kalah tidak buru-buru mengganti papan permainannya. ### Di peperangan fisik, AS dipermalukan Iran. Di perang dagang, AS disikat Tiongkok.

Wilwa

@AgusS3. Ketika homo sapiens menciptakan uang untuk menggantikan sistem barter maka sejak itulah Free Trade atau Free Market mulai berkembang. Uang alias Modal bergerak bebas mencari Cuan yang seoptimal bahkan semaksimal mungkin. VOC adalah pelopor modern capitalism. Namun EIC yang mencapai puncaknya yang membawa Britain menjadi imperium terbesar sejagad kala itu. Poundsterling adalah currency terkuat sebelum World War. Jerman / Deutsch yang tetiba bersatu di bawah PreuBen alias Borussia (Latin) alias Prusa (Baltic) alias Prussia (English) menjadi ancaman terbesar bagi manufacturer dan financial United Kingdom. Berujung pada dua Perang Dunia yang meluluhlantakkan keduanya. Dan membuat USA menjadi Capitalist terbesar sejagad dari reruntuhan puing UK dan Deutsch. Namun tak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri. Kini Tiongkok menggeser USA sebagai Great Manufacturer tempat Great Capitalists (baca: Super Rich Multinational Company seperti Tesla atau Apple) invest untuk Cuan. Pelan tapi pasti, Tiongkok unggul dalam science dan technology. Menggeser dominasi USD adalah konsekuensi berikutnya yang tinggal menunggu waktu setelah menggeser manufacturing dan technology USA. Namun USA jelas tak tinggal diam seperti UK mulai Deutsch. Dan inilah geopolitik terkini.

Wilwa

Anyway. BPJS Kesehatan pada dasarnya menerapkan “Sosialisme” ala John Lenon alias sharing/ berbagi / gotong royong antara yang have money dengan yang no money. Yang no money nodong yang have money. Dan kalau masih kurang ya nodong government untuk nutup defisitnya. 🙂 Keadilan Sosial ala Indonesia? Gotong royong? Hmmm.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

PEJUANG YANG TIDAK IKUT MENIKMATI.. Ada manusia yang berjuang untuk dirinya sendiri. Ada pula yang berjuang agar orang lain punya kesempatan. Cak Sholeh tampaknya masuk golongan kedua. Ia menggugat ke Mahkamah Konstitusi sampai 24 kali. Salah satunya soal calon anggota DPR/DPRD berdasarkan suara terbanyak. Hasilnya dinikmati banyak politisi. Bahkan mereka yang mungkin tidak pernah mengenal siapa yang memperjuangkannya. Ironinya indah sekaligus getir. Cak Sholeh memperjuangkan sistem agar orang tidak ditentukan oleh nomor urut. Tetapi ketika ia sendiri ingin menjadi anggota DPR, ia justru tidak mendapat tiket. Ia mencoba lagi lewat jalur lain. Tetap gagal. Inilah paradoks seorang aktivis. Kadang-kadang ia berhasil mengubah aturan, tetapi gagal mengubah nasibnya sendiri. Mungkin memang begitu hukum kehidupan. Ada orang yang menanam pohon. Orang lain yang berteduh. Cak Sholeh tidak punya cincin. Tetapi ia meninggalkan sesuatu yang jauh lebih mahal: jejak perjuangan. Cincin bisa diwariskan. Perjuangan juga. Bedanya, perjuangan tidak bisa dijual kembali ke toko emas.

djokoLodang

Abah pernah melihat video Guru Gembul di youtube? Sudah lebih dari 1000.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

HUKUM BUKAN SEKADAR HAFALAN.. Membaca potongan tulisan Pak Dahlan tentang Cak Sholeh, saya menyimpulkan satu hal: Cak Sholeh orangnya sangat cerdas. Logika hukumnya tampaknya di atas rata-rata. Dulu, ketika masih SMA, saya punya anggapan sederhana. Fakultas Hukum itu cocoknya untuk orang yang kuat menghafal. Pasal banyak. Ayat banyak. Nomor undang-undang juga banyak. Jadi saya pikir, yang memorinya seperti hard disk eksternal punya peluang besar. Ternyata saya keliru. Semakin melihat para tokoh hukum, saya justru melihat kemampuan yang paling menentukan bukan hafalan. Melainkan legal reasoning. Kemampuan membaca fakta, menemukan persoalan hukumnya, lalu menyusun argumentasi secara logis. Hafalan pasal tentu penting. Tetapi pasal tanpa logika bisa seperti punya peta tetapi tidak tahu sedang berada di mana. Cak Sholeh tampaknya memiliki kemampuan itu. Ia bisa melihat satu peristiwa dari sudut hukum, memisahkan antara penilaian moral, agama, dan konsekuensi hukum. Mungkin itu sebabnya para pendekar hukum bukan hanya “hafal hukum”. Mereka bisa berpikir dengan hukum. Dan itu level yang berbeda.

Jo Neka

Orang seperti cak Sholeh tidak akan bisa masuk ke sistem negara anda.Kalaupun bisa.Harus dengan catatan.Tinggalkan baju idealismemu.Mari berenang bersama di dalam lumpur dosa.Lumpur birokrasi koruptif.Lamban dan penuh trik culas.

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Sholeh Cilik

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Yang Baru

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Enak Busuk

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Mahal Murah

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Alih Kekuasaan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

URI URI

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2463 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2196 shares
    Share 878 Tweet 549
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.