INDOPOSCO.ID – Musim kemarau mulai memukul sejumlah daerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan warga di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat mengalami krisis air bersih akibat menyusutnya sumber air.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemerintah daerah bersama BPBD terus mengintensifkan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Distribusi air bersih terus dilakukan di sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan, Kamis (6/8/2026).
Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menurutnya, kekeringan melanda Kecamatan Sarirejo, Ngimbang, dan Bluluk. Tidak turunnya hujan selama musim kemarau menyebabkan sumber air bersih warga berkurang drastis.
Sebanyak 741 kepala keluarga (KK) tercatat mengalami krisis air bersih.
“Untuk membantu warga, BPBD Kabupaten Lamongan bersama instansi terkait menyalurkan 40 ribu liter air bersih ke tiga wilayah terdampak,” katanya.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Muhari mengatakan, sebanyak 10 kecamatan mengalami kesulitan air bersih akibat menurunnya debit sumber air yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“BPBD Kabupaten Cilacap kembali melakukan dropping air bersih ke sejumlah titik dengan total mencapai 28 ribu liter,” ungkapnya.
Sementara itu, masih ujar Muhari, di Kabupaten Purworejo, sebanyak 107 KK di Kecamatan Bagelen, Loano, Purworejo, dan Gebang terdampak kekeringan. BPBD bersama tim gabungan mendistribusikan 30 ribu liter air bersih untuk warga di beberapa desa terdampak.
“Di Kabupaten Sragen, musim kemarau juga menyebabkan debit sungai dan sumur warga terus menyusut. Sebanyak 448 KK dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, lanjut dia BPBD Kabupaten Sragen bersama aparat terkait menyalurkan 41 ribu liter air bersih kepada masyarakat terdampak.
Sementara itu di Kabupaten Subang, Jawa Barat, masih ujar Muhari, kekeringan melanda Kecamatan Pagaden. Sebanyak 65 KK mengalami kesulitan memperoleh air bersih. BPBD Kabupaten Subang telah memasok 5.000 liter air bersih.
“Kami mengimbau pemerintah daerah terus memantau perkembangan kekeringan selama musim kemarau serta mempercepat distribusi air bersih ke wilayah terdampak,” ujarnya. (nas)


















