INDOPOSCO.ID – Hilirisasi komoditas perkebunan dinilai menjadi salah satu jalan bagi pelaku Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing di pasar.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan, sejumlah komoditas perkebunan selama ini masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan baku atau produk primer. Kondisi tersebut membuat nilai ekonomi yang diperoleh pelaku usaha belum optimal.
Oleh karena itu, pelaku UKMK perlu didorong mengembangkan produk turunan melalui inovasi, penguatan branding, serta pemanfaatan teknologi. Langkah itu penting agar komoditas perkebunan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dengan pasar yang lebih luas.
“Melalui peningkatan inovasi, branding, dan pemanfaatan teknologi, para pelaku UKMK diharapkan mampu menghasilkan produk turunan yang berkualitas tinggi, berorientasi pasar, dan memiliki daya saing yang kuat,” kata Robby saat membuka Workshop Hilirisasi Komoditas Perkebunan sebagai Inkubasi Bisnis UKMK di Semarang dikutip Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, hilirisasi tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan nilai ekonomi komoditas. Pengembangan produk turunan juga dapat menjadi strategi memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah tentunya akan mendorong program hilirisasi komoditas perkebunan sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah industri nasional, memperluas lapangan kerja, dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” ujar Robby.
Namun, pengembangan hilirisasi harus berjalan beriringan dengan penerapan praktik perkebunan berkelanjutan. Dengan demikian, peningkatan nilai tambah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan sumber daya dan lingkungan.
Plt. Kepala Divisi Penyaluran Dana Program Pangan dan Hilirisasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Arfie Thahar berharap workshop itu tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat melahirkan gagasan bisnis konkret yang dikembangkan menjadi proposal untuk mengikuti program pendanaan BPDP.
“Harapannya, dari workshop ini muncul ide-ide bisnis yang bisa dikembangkan dan diajukan dalam program pangan dan hilirisasi,” ucap Arfie dalam kesempatan yang sama. (dan)















