INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus mengukuhkan eksistensinya di industri jasa pengeboran migas. Tak hanya menyandang predikat sebagai pemilik armada land rig terbesar di Asia Tenggara, perusahaan juga mempercepat transformasi bisnis dengan menghadirkan layanan pengeboran terintegrasi yang menyasar pasar domestik hingga internasional.
Sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina, Pertamina Drilling menjadi tulang punggung penyedia jasa pengeboran bagi seluruh regional Subholding Upstream sekaligus melayani berbagai pelanggan di luar ekosistem Pertamina.
Vice President Corporate Secretary & Legal Counsel Pertamina Drilling, Himawan Djatmiko, menegaskan kekuatan armada yang dimiliki perusahaan menjadi modal utama dalam menjawab kebutuhan industri migas yang terus berkembang.
“Kami adalah land rig owner terbesar di Asia Tenggara, dengan 53 unit rig onshore berkapasitas 150 HP hingga 2.000 HP yang siap mendukung berbagai kebutuhan pengeboran,” ujar Himawan dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Saat ini Pertamina Drilling mengoperasikan total 58 unit rig yang terdiri atas 53 land rig, tiga jack-up rig hasil strategic alliance, serta dua offshore workover rig berkapasitas 550 HP.
Namun kekuatan perusahaan tidak berhenti pada jumlah armada. Pertamina Drilling kini mengembangkan konsep one stop drilling solution melalui layanan Integrated Project Management (IPM) yang memungkinkan pelanggan memperoleh solusi pengeboran secara menyeluruh dalam satu layanan.
“Sebagai salah satu penyedia jasa upstream terkemuka di Indonesia, kami menghadirkan solusi pengeboran terintegrasi melalui layanan one stop drilling solution, IPM (Integrated Project Management),” katanya.
Konsep tersebut diperkuat lebih dari 110 layanan pendukung, mulai dari directional drilling, cementing, mud logging, fishing, hydraulic fracturing and stimulation, drilling completion fluid services hingga plug and abandonment.
Jangkauan operasional Pertamina Drilling kini mencakup lima regional Subholding Upstream Pertamina, yakni Pertamina Hulu Rokan, Pertamina EP, Pertamina Hulu Indonesia, dan Pertamina EP Cepu. Selain itu, perusahaan juga mendukung kegiatan Pertamina Geothermal Energy serta Kilang Pertamina Balikpapan.
Di luar pasar internal Pertamina, perusahaan dipercaya menangani proyek milik ExxonMobil dan Petronas. Ekspansi internasional juga terus berjalan melalui kerja sama dengan UZMA di Malaysia serta layanan Drilling Consultant di Timor Leste.
Komitmen pengembangan kompetensi sumber daya manusia turut diperkuat melalui Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Indramayu. Fasilitas ini menjadi satu-satunya pusat pelatihan pengeboran di Indonesia yang menggunakan rig 150 HP sebagai simulator nyata dan telah dimanfaatkan peserta dari Tanzania, Namibia, Timor Leste hingga Medco Energi.
Dari sisi bisnis, Pertamina Drilling menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Pendapatan perusahaan meningkat dari US$221,1 juta pada 2020 menjadi US$435,7 juta pada 2025. Dalam periode yang sama, laba bersih melonjak dari US$6,43 juta menjadi US$29,61 juta.
Performa operasional juga mencerminkan peningkatan efisiensi. Pada 2025, perusahaan membukukan Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,29 atau sekitar 29 persen lebih rendah dibanding rata-rata industri global IADC sebesar 0,41. Sementara Non-Productive Time (NPT) tercatat hanya 1,29 persen, jauh di bawah rata-rata kontraktor rig di Indonesia yang mencapai 8,19 persen.
Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, Pertamina Drilling menargetkan pendapatan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 11,33 persen sepanjang 2026–2034. Strategi tersebut akan ditopang oleh penguatan bisnis End-to-End Well Construction, pengembangan proyek CCS/CCUS melalui skema Integrated CCS/CCUS Engineering Supervisory and Services (ICESS), ekspansi ke sektor panas bumi dan deepwater, penambahan armada jack-up rig, hingga memperluas penetrasi pasar internasional.
“Pertamina Drilling akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis industri hulu migas melalui inovasi, peningkatan kapabilitas layanan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” tutupnya. (her)


















