• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

HAN 2026, 88 Juta Anak Indonesia Dinilai Terancam Bullying Digital hingga Produk Adiktif

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 23 Juli 2026 - 18:27
in Nasional
Siswa

Ilustrasi - Keceriaan anak-anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa mereka berhak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari bullying digital serta paparan produk adiktif. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dinilai tidak cukup hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa jutaan anak Indonesia masih menghadapi berbagai ancaman serius yang berpotensi merusak masa depan mereka.

Pegiat perlindungan konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi mengatakan, saat ini sekitar 88 juta anak Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Ancaman itu tidak hanya datang dari kekerasan di dunia nyata, tetapi juga dari ruang digital serta paparan berbagai produk adiktif.

BacaJuga:

Pengungkapan Kasus Penyadapan Jadi Ujian Integritas dan Profesionalisme Polri

Soal Kasus Penyadapan, Mensesneg Tegaskan Istana Terus ‘Bersih-Bersih’

Fatwa Haram Vape Dinilai Belum Cukup, MUI Didesak Larang Semua Jenis Rokok

“Hari Anak Nasional 2026 patut menjadi bahan percikan dan permenungan bagi 88 juta anak Indonesia. Anak memang sering disebut sebagai aset masa depan bangsa, tetapi keberadaannya justru sedang menghadapi ancaman yang serius, yang bukan hanya mengancam masa depan anak, tetapi juga masa depan bangsa dan negara,” ujar Tulus melalui gawai, Kamis (23/7/2026).

Menurut Tulus, salah satu ancaman terbesar saat ini adalah kekerasan digital (digital bullying) yang semakin sulit dihindari seiring meningkatnya penggunaan gawai oleh anak-anak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 35 persen anak usia dini telah mengakses smartphone yang sekaligus membuka akses ke internet. Di sisi lain, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 221 juta orang.

“Berpijak dari tingginya penggunaan smartphone dan internet pada anak usia dini, maka potensi terjadinya kekerasan digital menjadi sangat terbuka lebar. Belum lagi keterpaparan terhadap konten negatif seperti pornografi dan pornoaksi,” katanya.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menerbitkan PP Tunas sebagai upaya perlindungan anak di ruang digital. Namun, menurutnya regulasi tersebut belum cukup apabila tidak diiringi pengawasan dari lingkungan keluarga.

“Perlu ada mitigasi dan strategi lain untuk melindungi anak usia dini dari fenomena kekerasan digital. Orang tua sebaiknya tidak meminjamkan smartphone kepada anak usia dini, apalagi membelikannya. Jangan menjadikan smartphone sebagai cara agar anak diam dan tidak rewel, karena justru bisa memicu efek domino yang lebih serius terhadap kondisi psikologis anak di masa depan,” tegasnya.

Selain ancaman digital, Tulus juga menyoroti meningkatnya konsumsi produk adiktif di kalangan anak-anak, mulai dari minuman berpemanis dengan kadar gula tinggi, makanan ultra processed food (UPF) yang tinggi lemak, hingga rendahnya konsumsi sayur, buah, dan makanan segar (real food).

Menurutnya, pola konsumsi tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya prevalensi obesitas pada anak yang kini diperkirakan berada pada kisaran 16–19,7 persen.

“Anak-anak semakin jarang mengonsumsi sayur dan buah, serta lebih menyukai makanan ultra processed food. Ini menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan kesehatan mereka,” tutur Tulus.

Ancaman lain yang tak kalah mengkhawatirkan, lanjut Tulus, adalah tingginya angka perokok anak di Indonesia. Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 5,9 juta anak Indonesia yang menjadi perokok aktif atau sekitar 7,4 persen dari total populasi anak.

“Oleh industri rokok, anak-anak Indonesia dijadikan target untuk keberlanjutan investasi mereka. Ini tentu menjadi persoalan serius yang harus segera dihentikan,” terangnya.

Karena itu, Tulus mendesak pemerintah untuk menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat perlindungan anak dari berbagai bentuk kecanduan, baik terhadap produk digital maupun produk adiktif.

“Anak Indonesia sangat mendesak untuk diselamatkan dan dilindungi. Diselamatkan dari kekerasan dan kecanduan produk digital, sekaligus dari kecanduan produk adiktif seperti minuman manis, makanan tinggi lemak, dan terutama rokok. Jika fenomena ini tidak segera dimitigasi, maka cita-cita mewujudkan Generasi Emas hanya akan menjadi mitos atau pepesan kosong belaka,” ungkap Tulus.

Ia mengingatkan, tanpa intervensi yang serius, Indonesia berisiko menghadapi generasi muda yang lebih rentan terhadap penyakit degeneratif sehingga berdampak pada kualitas kesehatan maupun kecerdasan mereka di masa depan.

Dari sisi regulasi, Tulus menilai pemerintah sebenarnya telah memiliki landasan hukum yang memadai melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan.

Regulasi tersebut antara lain mengatur pengendalian konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (GGL), serta memperkuat pengendalian produk tembakau melalui kebijakan peringatan kesehatan bergambar, pembatasan iklan, larangan penjualan rokok di sekitar sekolah atau institusi pendidikan, hingga penerapan kemasan rokok yang distandarkan.

“Pemerintah tidak boleh ambigu dalam mengimplementasikan PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Aturan itu harus dijalankan secara konsisten demi melindungi dan menyelamatkan masa depan anak Indonesia. Sayang anak, lindungi, dan bangun masa depannya,” tutupnya.(her)

Tags: Badan Pusat StatistikFKBIHari Anak Nasional 2026tulus abadi

Berita Terkait.

Pengungkapan Kasus Penyadapan Jadi Ujian Integritas dan Profesionalisme Polri
Nasional

Pengungkapan Kasus Penyadapan Jadi Ujian Integritas dan Profesionalisme Polri

Jumat, 6 November 2026 - 19:36
Soal Kasus Penyadapan, Mensesneg Tegaskan Istana Terus ‘Bersih-Bersih’
Nasional

Soal Kasus Penyadapan, Mensesneg Tegaskan Istana Terus ‘Bersih-Bersih’

Jumat, 6 November 2026 - 19:06
Asah Potensi Siswa, Marching Band SD Rorotan Tampil di Kejurnas Tangerang
Nasional

Fatwa Haram Vape Dinilai Belum Cukup, MUI Didesak Larang Semua Jenis Rokok

Jumat, 6 November 2026 - 18:56
Asah Potensi Siswa, Marching Band SD Rorotan Tampil di Kejurnas Tangerang
Nasional

Perkuat Bisnis Waralaba, Kementerian UMKM Buka Akses Pembiayaan hingga Pasar Modal

Jumat, 6 November 2026 - 18:36
Asah Potensi Siswa, Marching Band SD Rorotan Tampil di Kejurnas Tangerang
Nasional

Jenazah Prajurit Korban Ketiga Helikopter Jatuh Berhasil Dievakuasi, Besok Diterbangkan ke Kediri

Jumat, 6 November 2026 - 18:26
selatok
Nasional

Selatox Gandeng Fakultas Farmasi UI, Buka Wawasan Mahasiswa tentang Industri Biofarmasi

Jumat, 6 November 2026 - 14:04

OLAHRAGA

Asah Potensi Siswa, Marching Band SD Rorotan Tampil di Kejurnas Tangerang
Olahraga

Asah Potensi Siswa, Marching Band SD Rorotan Tampil di Kejurnas Tangerang

Editor Juni Armanto
Jumat, 6 November 2026 - 18:16

INDOPOSCO.ID - Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Metro Jakarta Utara mendukung pengembangan bakat dan prestasi peserta didik melalui keikutsertaan Tim Marching...

SelengkapnyaDetails
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51
noc

ITTF Dukung Penuh Indonesia, Bali Kebagian 2 Turnamen WTT Youth 2027

Kamis, 5 November 2026 - 19:19
verdong

Calvin Verdonk Diganjar MOTM di Liga Champions, UEFA Ungkap Alasan Logis

Kamis, 5 November 2026 - 16:26

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3341 shares
    Share 1336 Tweet 835
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2310 shares
    Share 924 Tweet 578
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1877 shares
    Share 751 Tweet 469
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1178 shares
    Share 471 Tweet 295
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    879 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.