• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Cegah Perundungan dan Kekerasan, Ketum AIPKI Minta PPDS Diawasi Ketat

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:53
in Nasional
Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Prof Wisnu Barlianto. Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Prof Wisnu Barlianto. Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Prof. Wisnu Barlianto meminta seluruh dekan fakultas kedokteran di Indonesia memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Langkah itu dinilai penting untuk mencegah terulangnya praktik perundungan maupun kekerasan di lingkungan pendidikan dokter atau PPDS.

BacaJuga:

6 Bandara Ditutup Terdampak Anak Krakatau, Menhub: Utamakan Keselamatan Penerbangan

Gunung Anak Krakatau Siaga, Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Wamendiktisaintek: Kurangi Aktivitas Kampus di Luar Ruangan

Wisnu mengatakan, pengawasan PPDS tidak cukup hanya pada aspek akademik, tetapi juga harus mencakup pelaksanaan aturan terkait jam kerja, waktu istirahat, hingga hak peserta didik selama menjalani pendidikan.

“Ini (pelaksanaan PPDS) harus benar-benar dimonitor,” ujar Wisnu ditemui indoposco.id di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

Dia menjelaskan, Kementerian Kesehatan sebenarnya telah menerbitkan berbagai ketentuan untuk mencegah perundungan dan kekerasan dalam program PPDS. Karena itu, setiap fakultas kedokteran diharapkan memastikan aturan tersebut diterapkan secara konsisten.

Menurutnya, masing-masing fakultas seharusnya telah memiliki regulasi yang mengatur batas jam kerja, waktu istirahat, serta pemberian insentif bagi peserta PPDS. Pengawasan yang dilakukan dekan dinilai menjadi kunci agar aturan tersebut tidak hanya menjadi dokumen administratif.

Sorotan terhadap pelaksanaan PPDS kembali menguat setelah muncul kasus meninggalnya Adrian Rantung, peserta PPDS Anestesiologi di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado. Korban ditemukan meninggal di kamar indekosnya dan diduga mengalami tekanan selama mengikuti pendidikan.

Dugaan tersebut mengemuka setelah beredar memo yang berisi keluhan mengenai tekanan yang dialami selama menjalani pendidikan di rumah sakit pendidikan. Namun hingga kini, aparat penegak hukum masih menyelidiki penyebab pasti kematian Adrian sekaligus menelusuri dugaan adanya praktik perundungan.

Kasus di Unsrat sendiri bukan kali pertama menjadi perhatian. Pada 2024, Program Studi Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unsrat bersama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou sempat dihentikan sementara setelah Kementerian Kesehatan menemukan adanya praktik perundungan oleh dokter senior terhadap peserta didik, termasuk dugaan pungutan di luar ketentuan resmi pendidikan. (nas)

Tags: kekerasanPerundunganProgram Pendidikan Dokter Spesialis

Berita Terkait.

bandaraa
Nasional

6 Bandara Ditutup Terdampak Anak Krakatau, Menhub: Utamakan Keselamatan Penerbangan

Minggu, 6 September 2026 - 23:23
ferry
Nasional

Gunung Anak Krakatau Siaga, Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal

Minggu, 6 September 2026 - 22:02
fauzan
Nasional

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Wamendiktisaintek: Kurangi Aktivitas Kampus di Luar Ruangan

Minggu, 6 September 2026 - 21:11
abdul
Nasional

Kemendikdasmen Sesuaikan Pembelajaran di Daerah Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 20:02
gempa
Nasional

Gempa Bumi Magnitudo 4,9 Guncang Banggai di Sulteng, Hiposenter di Kedalaman 7 Km

Minggu, 6 September 2026 - 19:44
tito
Nasional

Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Mendagri Imbau Pemda Terdampak Tingkatkan Kewaspadaan

Minggu, 6 September 2026 - 19:37

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.