INDOPOSCO.ID – Bea Cukai Tual memberikan kemudahan layanan kepabeanan bagi peserta Yacht Rally Sail to Indonesia 2026 melalui fasilitas impor sementara kapal wisata asing. Dukungan tersebut diberikan untuk memastikan kelancaran kedatangan peserta reli layar internasional yang berlangsung di Kota Tual pada 15-21 Juli 2026.
Yacht Rally Sail to Indonesia 2026 merupakan ajang pelayaran wisata internasional yang diikuti 22 kapal pesiar (yacht) dengan 75 yachter dari Darwin, Australia. Kepulauan Kei menjadi salah satu dari 19 titik persinggahan peserta di Indonesia. Setibanya di Tual, seluruh peserta wajib memenuhi ketentuan kepabeanan, keimigrasian, karantina, dan kepelabuhanan sebelum melanjutkan pelayaran ke destinasi berikutnya.
Dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Bea Cukai Tual memberikan fasilitas impor sementara kapal wisata asing melalui skema vessel declaration. Skema ini merupakan pemberitahuan pabean yang digunakan dalam proses impor sementara sekaligus ekspor kembali kapal wisata asing, sehingga memberikan kemudahan bagi pemilik kapal sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku.
Kepala Kantor Bea Cukai Tual, Wahyu Lafrias, menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan kepada peserta Yacht Rally tidak terlepas dari sinergi yang erat antara Bea Cukai dengan seluruh unsur Customs, Immigration, Quarantine, dan Port Authority (CIQP).
“Bea Cukai Tual berkomitmen memberikan pelayanan kepabeanan yang profesional sekaligus melaksanakan pengawasan secara optimal. Sinergi CIQP menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, terintegrasi, dan sesuai ketentuan guna mendukung pariwisata yang aman, tertib, dan berdaya saing,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Tual, Muhammad Halil Effendi, menyampaikan bahwa fasilitas impor sementara merupakan bentuk dukungan Bea Cukai terhadap penyelenggaraan pelayaran wisata internasional tanpa mengesampingkan aspek pengawasan.
“Melalui fasilitas impor sementara dengan skema vessel declaration, kami memberikan kemudahan kepada pemilik kapal wisata asing sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pelayanan dapat berjalan lebih efektif tanpa mengurangi fungsi pengawasan,” jelasnya.
Kemudahan layanan tersebut turut dirasakan oleh para peserta. Salah seorang yachter asal Australia, Benjamin, mengaku puas dengan proses pelayanan yang diterimanya.
“Saya benar-benar menikmati waktu di Tual. Proses kepabeanan, imigrasi, dan karantina berjalan sangat mudah sehingga saya bisa cepat sampai ke pulau ini dan menikmati waktu di sini. Saya berharap bisa kembali lagi di masa depan,” ungkapnya.
Melalui pemberian fasilitas impor sementara yang didukung pelayanan terpadu CIQP, Bea Cukai Tual terus berkomitmen memberikan pelayanan prima bagi kapal wisata internasional. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman berlayar yang nyaman bagi para yachter sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata bahari dan mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di Kepulauan Kei.(ipo)


















