• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Tak Ingin Pendidikan Dirugikan, DPR Desak Pemerintah Benahi Struktur Anggaran

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 16 Juli 2026 - 11:13
in Headline
Pelajar

Ilustrasi siswa sekolah. DPR meminta pemerintah memastikan anggaran pendidikan tetap dicatat sebagai belanja negara dalam APBN 2027 agar amanat konstitusi mengenai alokasi minimal 20 persen anggaran pendidikan dan program wajib belajar 13 tahun dapat terpenuhi. Foto: BPMP Riau

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penyusunan APBN Tahun Anggaran 2027 dinilai menjadi kesempatan penting bagi pemerintah untuk memastikan amanat konstitusi mengenai alokasi anggaran pendidikan benar-benar terlaksana. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie menegaskan anggaran pendidikan harus ditempatkan sebagai belanja negara, bukan dimasukkan ke dalam skema pembiayaan yang berpotensi mengurangi porsi belanja pendidikan.

Menurutnya, tanggung jawab menjaga keseimbangan fiskal merupakan tugas seluruh kementerian dan lembaga. Karena itu, sektor pendidikan tidak semestinya menjadi pihak yang terdampak akibat penyesuaian struktur anggaran.

BacaJuga:

Kejagung Klaim Tak Tahu Rumah Sentul Eks Jampidsus Tak Tercatat di LHKPN

LPSK Tolak Permohonan JC Eks Wakil BGN Sony Sonjaya

Police Arrest Suspect in Bomb Threat Case at SDN Srengseng Sawah 15, Motive Under Investigation

“Kenapa pendidikan yang dikorbankan? Padahal ini amanat Undang-Undang Dasar,” ujar Dolfie dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dolfie menilai kebutuhan anggaran untuk mendukung program wajib belajar 13 tahun harus dihitung secara menyeluruh sejak awal penyusunan APBN 2027. Selama kebutuhan tersebut belum terpenuhi, menurutnya seluruh alokasi pendidikan semestinya tetap dicatat sebagai belanja negara agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kalau anggaran pendidikan kita masih kurang dari yang kita butuhkan untuk wajib belajar 13 tahun, jangan taruh di pembiayaan. Harus taruh di belanja agar semuanya terserap,” tegasnya.

Ia mengingatkan, penempatan anggaran pendidikan dalam pos pembiayaan berpotensi menggerus persentase belanja pendidikan secara bertahap. Kondisi itu dinilai dapat menghambat pencapaian target minimal 20 persen anggaran pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Karena itu, Dolfie meminta Kementerian Keuangan bersama Kementerian PPN/Bappenas menjadikan penyusunan APBN 2027 sebagai momentum untuk merealisasikan amanat konstitusi yang selama ini belum sepenuhnya tercapai.

“2027 belum disusun. Bersama Menteri Keuangan nanti disusun untuk mencapai 20 persen, biar untuk pertama kalinya pemerintahan bisa merealisasikan amanat Undang-Undang Dasar 1945,” jelas Dolfie.

Dalam rapat yang sama, Dolfie juga menyoroti penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada 2025 yang mencapai Rp85 triliun. Ia meminta penjelasan lebih rinci mengenai komposisi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp72 triliun, terutama besaran yang berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

Menurutnya, informasi tersebut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan fiskal pemerintah yang di satu sisi memperlebar defisit dan memanfaatkan SAL sebagai sumber pembiayaan, tetapi di sisi lain masih menghasilkan SILPA dalam jumlah besar.

“Saya ingin tahu yang Rp72 triliun ini, yang kontribusinya dari SBN berapa?” tanya Dolfie.

Ia menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian apabila sebagian besar SILPA memang bersumber dari penerbitan SBN, sebab hal itu mencerminkan adanya ruang evaluasi terhadap strategi pembiayaan APBN.

“Kalau ini semuanya berasal dari SBN kan tidak pantas, Itu yang saya ingin tahu, Rp72 triliun SILPA ini SBN-nya berapa?” tambahnya. (her)

Tags: APBNKomisi XI DPR RIpendidikan

Berita Terkait.

febri
Headline

Kejagung Klaim Tak Tahu Rumah Sentul Eks Jampidsus Tak Tercatat di LHKPN

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:33
Sonny-Sanjaya
Headline

LPSK Tolak Permohonan JC Eks Wakil BGN Sony Sonjaya

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:17
bhudii
Headline

Police Arrest Suspect in Bomb Threat Case at SDN Srengseng Sawah 15, Motive Under Investigation

Senin, 13 Juli 2026 - 19:29
bhudi
Headline

Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Motif Didalami

Senin, 13 Juli 2026 - 19:19
anak
Headline

Police Reveal Timeline of Suspected Bomb Threat at SDN Srengseng Sawah 15 During School Orientation

Senin, 13 Juli 2026 - 18:38
Garis-Polisi
Headline

Kronologi Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS

Senin, 13 Juli 2026 - 18:28

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12277 shares
    Share 4911 Tweet 3069
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2705 shares
    Share 1082 Tweet 676
  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1527 shares
    Share 611 Tweet 382
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1270 shares
    Share 508 Tweet 318
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1182 shares
    Share 473 Tweet 296
Kane
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Inggris Harry Kane mengakui, bahwa strategi mempertahankan keunggulan 1-0 di babak final Piala Dunia 2026 justru...

SelengkapnyaDetails
Enzo

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis! Argentina Bekuk Inggris, Tantang Spanyol di Final

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:17
Mbapee

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.