INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ingin menjadikan paduan suara sebagai salah satu wajah baru ruang publik ibu kota. Upaya itu ditandai dengan dorongan agar komunitas Swara Jakarta 80 memperluas jangkauan hingga terbentuk di seluruh wilayah kota administrasi.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat menghadiri latihan rutin Swara Jakarta 80 di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026) malam. Pada kesempatan itu, Rano juga menyerahkan bantuan perangkat pengeras suara sebagai dukungan terhadap aktivitas latihan komunitas.
Menurut Rano, kehadiran Swara Jakarta 80 telah menunjukkan bahwa musik mampu menjadi media yang mendekatkan masyarakat sekaligus menghidupkan ruang-ruang publik Jakarta. Penampilan mereka saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor menjadi salah satu bukti tingginya antusiasme warga.
“Swara Jakarta 80 mendapat sambutan positif setelah tampil pada kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Kehadiran komunitas itu dinilai mampu menghadirkan hiburan yang dekat dengan masyarakat sekaligus menghidupkan ruang publik Jakarta,” kata Rano.
Melihat respons tersebut, ia berharap komunitas paduan suara itu tidak hanya berkembang di Jakarta Selatan, tetapi juga memiliki kelompok di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.
“Bila memungkinkan, saya ingin jumlahnya mencapai 1.000 orang agar gaung paduan suara benar-benar terasa,” harapnya.
Target yang dipasang pun cukup ambisius. Rano ingin sedikitnya 500 anggota Swara Jakarta 80 tampil bersama di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 2027, bertepatan dengan momentum peringatan lima abad Kota Jakarta.
“Mudah-mudahan itu menyemangati, dan saya yakin suaranya akan jauh lebih bagus. Oke? Semangat semua. Saya minta tahun depan Swara Jakarta 80 tampil di Bundaran HI dengan minimal 500 orang. Terima kasih dan selamat berlatih,” ungkap Rano.
Ia menjelaskan, seni dan budaya akan menjadi salah satu elemen utama dalam rangkaian perayaan HUT ke-500 Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI telah menyiapkan berbagai agenda yang melibatkan komunitas seni, tokoh lintas agama, hingga beragam kelompok masyarakat.
Sejumlah kegiatan telah lebih dahulu digelar, termasuk penampilan Christmas Carol di Bundaran HI yang melibatkan sekitar 1.000 peserta. Ke depan, rangkaian perayaan budaya akan berlanjut melalui kegiatan Imlek, parade ogoh-ogoh, Ramadan, Festival Beduk, hingga Waisak.
“Sesungguhnya ini merupakan bentuk kolaborasi dan kecintaan masyarakat Jakarta terhadap kotanya,” tutur Rano.
Menurutnya, keberagaman budaya dan agama yang diwujudkan melalui berbagai pertunjukan seni menjadi simbol harmoni Jakarta sebagai kota yang terbuka bagi seluruh warganya.
Rano juga memberikan apresiasi kepada para pengurus dan pelatih Swara Jakarta 80 yang dinilai konsisten membina anggotanya hingga berkembang menjadi komunitas paduan suara dengan kualitas yang terus meningkat.
“Kami (Pemprov DKI) mengapresiasi pengurus dan pelatih Swara Jakarta 80 yang telah membina para anggota hingga berkembang menjadi kelompok paduan suara dengan kualitas yang semakin baik dan berharap pembinaan tersebut terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga,” tambahnya.
Swara Jakarta 80 sendiri merupakan komunitas paduan suara yang dihuni para alumni lintas SMA se-Jabodetabek angkatan 1980–1989. Di bawah pembinaan Rano Karno, komunitas ini dikenal membawakan lagu-lagu populer era 1980-an serta lagu tradisional Betawi yang dikemas melalui aransemen modern, menjadikannya salah satu komunitas seni yang aktif menghidupkan ruang publik Jakarta. (her)


















