INDOPOSCO.ID – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, membahas peluang kolaborasi mengembangkan ekosistem esports nasional bersama Yayasan Odong Prestasi Indonesia dan perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS). Pengembangan itu melalui program American Spaces Indonesia Esports Development yang dijalankan bersama Kedubes AS di Jakarta.
Yayasan Odong Prestasi Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang berawal dari komunitas pada 2017 dan resmi berbadan hukum sebagai yayasan pada 2024. Yayasan ini berfokus pada pengembangan ekosistem esports nasional serta pemberdayaan generasi muda melalui pendekatan gim kompetitif yang dipadukan dengan penguatan keterampilan berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM).
Menteri Ekraf menilai program American Spaces Indonesia Esports Development sejalan dengan visi Kementerian Ekraf dalam memperkuat talenta ekraf dan membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Menurutnya, berbagai program tersebut dapat disinergikan dengan pengembangan infrastruktur ekonomi kreatif melalui aktivasi Creative Hub, penguatan talenta, perluasan akses pasar, hingga kolaborasi lintas subsektor.
“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan Yayasan Odong bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia. Kami juga berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan Amerika Serikat melalui kehadiran American Corner di setiap Creative Hub nantinya,” ujar Menteri Ekraf dalam audiensi di Kantor Kementerian Ekraf Jakarta, Selasa (14/7/2025).
“Dengan adanya kolaborasi tersebut, kami rasa akan lebih mudah bagi kita untuk mengaktifkan dan mengoptimalkan fungsi ruang-ruang kreatif tersebut. Kami juga berharap Anda dapat menghadirkan lebih banyak pelaku dan subsektor ekonomi kreatif dari Amerika Serikat untuk berkolaborasi dan berbagi pengalaman di Indonesia,” sambungnya.
Sementara itu, Acting Country Public Affairs Officer Kedubes AS di Jakarta, Abraham Lee, menjelaskan bahwa program American Spaces Indonesia Esports Development dikembangkan melalui jaringan tujuh American Corner yang tersebar di Malang, Makassar, Ambon, Jogjakarta, Padang, Semarang, dan Pontianak. Program tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi masyarakat, sekaligus menjadi sarana pemberdayaan generasi muda melalui esports sebagai bagian dari diplomasi olahraga.
“Kami melihat masih banyak potensi untuk terus bekerja sama dengan Kementerian Ekraf. Salah satu contohnya adalah memanfaatkan American Corner sebagai tempat penyelenggaraan berbagai workshop. Dengan begitu, kegiatan tersebut dapat difokuskan pada subsektor-subsektor tertentu untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Kami sangat mendukung apa yang dilakukan Kementerian Ekraf karena kami melihat adanya banyak kesamaan tujuan dan irisan kepentingan dalam berbagai program yang ingin kita jalankan bersama,” beber Abraham Lee.
Project Coordinator American Spaces Indonesia Esports Development, Nicko Aryo Bimo, menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada pencarian atlet esports, tetapi juga membangun ekosistem industri di berbagai daerah. Peserta memperoleh pelatihan dalam manajemen penyelenggaraan turnamen, produksi siaran, pengembangan konten, peran pembawa acara (host), shoutcaster, produksi video, hingga pengembangan kemitraan.
“Kami membangun esports hub dari nol. Fokus kami bukan hanya mencari atlet, tetapi juga menyiapkan talenta di balik industri esports, seperti event management, broadcast production, host, shoutcaster, content creator, video production, hingga partnership. Dengan cara ini, kami ingin menciptakan ekosistem esports yang tumbuh secara berkelanjutan di tujuh kota di Indonesia,” jelas Nicko.(ney)


















