INDOPOSCO.ID – PT Surveyor Indonesia (PTSI) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dunia usaha melalui penyediaan layanan Testing, Inspection, Certification, and Consultation (TICC).
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah keberadaan kompleks laboratorium terintegrasi di kawasan Sentul/Citeureup, Kabupaten Bogor, yang menjadi pusat pengujian, inspeksi, sertifikasi, serta penelitian untuk mendukung berbagai sektor industri di Indonesia.
Kompleks laboratorium ini dirancang untuk menghasilkan data dan hasil pengujian yang akurat, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan. Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan teknis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas produk, kepatuhan terhadap regulasi, serta implementasi prinsip keberlanjutan di berbagai sektor industri.
Dua laboratorium yang memiliki peran paling strategis di kawasan ini adalah Laboratorium Pelumas dan Laboratorium Lingkungan. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam mendukung daya saing industri nasional.
Laboratorium Pelumas PTSI yang berlokasi di kawasan Olympic Commercial & Business District, Leuwinutug, Citeureup, merupakan salah satu laboratorium pengujian pelumas paling lengkap di Indonesia. Diresmikan pada tahun 2019, laboratorium ini dibangun untuk mendukung penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produk pelumas sekaligus memastikan kualitas, keamanan, dan kinerja produk yang beredar di pasar.
Sementara itu, laboratorium lingkungan menjadi bagian penting dari layanan pengujian lingkungan PTSI dalam membantu pelaku usaha memenuhi berbagai ketentuan peraturan lingkungan hidup.
“Meskipun jaringan laboratoriumnya tersebar di beberapa lokasi, fasilitas laboratorium terintegrasi di Sentul dirancang untuk mendukung penelitian dan pengujian lingkungan secara terpadu bersama laboratorium teknis lainnya,” ujar Junial Rahman wirson, Manajer Teknis Laboratorium Lingkungan Sentul saat ditemui indoposco.id, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan laboratorium ini memungkinkan pengukuran berbagai parameter lingkungan secara komprehensif sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih akurat.
“Penguatan fasilitas laboratorium sejalan dengan perubahan paradigma industri global yang kini menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu faktor utama dalam menentukan daya saing perusahaan,” terangnya.
Ia mengungkapkan, industri tidak lagi hanya dituntut menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG).
Dalam konteks tersebut, menurutnya, PT Surveyor Indonesia hadir sebagai mitra strategis yang mendukung dunia usaha, melalui layanan TICC untuk memastikan setiap proses bisnis berjalan secara kredibel, transparan, dan bertanggung jawab.
“Data hasil pengujian laboratorium menjadi fondasi penting dalam mendukung berbagai proses inspeksi, verifikasi, sertifikasi, maupun konsultansi yang dilakukan perusahaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagai perusahaan yang memiliki kompetensi dalam bidang inspeksi, verifikasi, sertifikasi, dan konsultansi, PTSI terus memperkuat perannya dalam mendukung implementasi ESG di berbagai sektor industri.
“Melalui layanan sustainability assurance, perusahaan membantu pelaku usaha memastikan kualitas data, mengukur kinerja lingkungan dan sosial, serta meningkatkan tata kelola perusahaan,” katanya.
“Pendekatan ini menjadi semakin penting karena kredibilitas informasi ESG kini menjadi salah satu indikator utama dalam membangun kepercayaan investor, regulator, maupun masyarakat,” sambungnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi, menyampaikan, dalam lingkup ESG, PTSI berperan sebagai akselerator sekaligus mitra dalam mendorong inisiatif keberlanjutan.
“Secara internal, implementasi ESG kami jalankan secara terintegrasi melalui sustainability policy, penguatan tata kelola, serta penyusunan roadmap dan Komite ESG,” ujar Fajar.
Ia menegaskan, bahwa ESG bukan sekadar standar yang dipenuhi untuk kepentingan eksternal, melainkan telah menjadi nilai yang diterapkan dalam pengelolaan perusahaan secara menyeluruh.
“Peran PTSI dalam ESG juga diwujudkan melalui penguatan layanan berbasis data dan teknologi. Dengan dukungan laboratorium berstandar tinggi, kemampuan melakukan verifikasi independen, serta penyediaan analisis yang objektif,” terangnya.
“Sehingga perusahaan membantu industri memahami berbagai risiko keberlanjutan, mulai dari perubahan iklim, efisiensi penggunaan sumber daya, hingga kebutuhan transisi menuju ekonomi hijau,” imbuhnya.
Ia menegaskan, kehadiran layanan tersebut memberikan kepastian bagi perusahaan dalam menyusun strategi bisnis yang lebih adaptif. Sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional.
Ke depan, masih ujar dia, PTSI akan terus memperluas kontribusinya dalam membangun industri nasional yang lebih bertanggung jawab dan berdaya saing global. Melalui inovasi layanan, penguatan kompetensi, serta komitmen terhadap prinsip ESG.
“Perusahaan berupaya menjadi penghubung antara kebutuhan industri, tuntutan keberlanjutan, dan kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia menuturkan, dengan menjaga kredibilitas proses, kualitas pengujian, dan integritas data melalui fasilitas laboratorium yang dimilikinya, PTSI tidak hanya memberikan layanan assurance, tetapi juga turut membangun fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan.
“Dengan menjadi pusat pengujian, inspeksi, sertifikasi, serta penelitian ini kami mendukung berbagai sektor industri di Indonesia,” ucapnya.
Diketahui, kompleks laboratorium ini dirancang untuk menghasilkan data dan hasil pengujian yang akurat, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan. Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan teknis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas produk, kepatuhan terhadap regulasi, serta implementasi prinsip keberlanjutan di berbagai sektor industri. (nas)


















