• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Persaingan Merek FMCG Makin Ketat, Produk Apa Saja Jadi Pilihan Utama Konsumen

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 15 Juli 2026 - 22:12
in Nasional
Venu-Madhav

Managing Director Worldpanel Indonesia, Venu Madhav (kanan) dan Marketing Lead Worldpanel Indonesia, Corina Fajriyani (kiri). Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Persaingan merek produk kebutuhan sehari-hari atau fast-moving consumer goods (FMCG) di Indonesia semakin kompetitif. Laporan Brand Footprint 2026 yang dirilis Worldpanel by Numerator menunjukkan semakin banyak merek yang berebut perhatian konsumen, namun tidak semuanya mampu mencatatkan pertumbuhan.

Managing Director Worldpanel Indonesia, Venu Madhav, mengatakan jumlah merek yang masuk dalam pemantauan tahun ini bertambah dari 436 menjadi 451. Kondisi tersebut membuat persaingan memperebutkan konsumen semakin ketat.

BacaJuga:

Atasi Keterbatasan APBD, Wamendagri Ribka Haluk Kawal Usulan Pembangungan KPP Empat DOB Papua Masuk PSN

Sumut Tancap Gas Manfaatkan Tambahan TKD untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pemda Jadi Simpul Kolaborasi Wujudkan Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045

“Akibatnya, hanya 44 persen merek yang berhasil tumbuh sepanjang 2025, turun dibandingkan 62 persen pada periode sebelumnya,” ujar Venu ditemui indoposco.id di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut dia, perubahan identitas dari Kantar menjadi Worldpanel tidak memengaruhi metodologi maupun sistem pengukuran Brand Footprint. Laporan tersebut tetap menggunakan indikator Consumer Reach Points (CRP) untuk mengukur seberapa sering konsumen membeli dan memilih suatu merek.

Venu menjelaskan, aktivitas belanja masyarakat sebenarnya masih stabil. Rata-rata setiap rumah tangga membeli sekitar 95 merek kebutuhan harian dalam setahun dengan sekitar 293 kali perjalanan belanja. Namun, kondisi itu tidak otomatis membuat seluruh merek bertumbuh.

“Konsumen tetap berbelanja, tetapi merek tidak bisa hanya mengandalkan pertumbuhan pasar. Yang paling penting saat ini adalah mampu mendapatkan pembeli baru,” katanya.

Hasil kajian juga menunjukkan sekitar 80 persen merek yang mengalami pertumbuhan berhasil meningkatkan penetrasi pasar atau jumlah rumah tangga yang membeli produknya. Sebaliknya, merek yang kehilangan penetrasi cenderung terus mengalami penurunan.

Dalam daftar 10 merek FMCG paling banyak dipilih konsumen Indonesia, Indomie masih menempati posisi pertama. Selanjutnya diikuti So Klin, Mie Sedaap, Roma, Indofood, Royco, Kapal Api, Nabati, Masako, dan Frisian Flag. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi pertukaran posisi antara Indofood dan Royco, sementara Frisian Flag kembali masuk 10 besar.

Di sisi lain, laporan tersebut juga mencatat merek-merek berukuran kecil mulai menunjukkan perkembangan positif. Proporsinya meningkat menjadi 41 persen dari seluruh merek yang dipantau, dibandingkan 39 persen pada tahun sebelumnya.

“Lebih dari separuh merek kecil itu berhasil membukukan pertumbuhan,” katanya.

Marketing Lead Worldpanel Indonesia, Corina Fajriyani, menambahkan keberhasilan sebuah merek tidak semata ditentukan oleh skala bisnis, tetapi juga kemampuan memahami kebutuhan konsumen serta menghadirkan inovasi yang relevan.

“Pertumbuhan yang berkelanjutan berasal dari pemahaman yang mendalam terhadap pembeli dan kemampuan merek untuk tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari mereka,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menambahkan, Worldpanel menyoroti keberhasilan Desaku yang mampu mempertahankan pertumbuhan selama tiga tahun berturut-turut melalui inovasi produk dan perluasan distribusi.

Sementara, lanjutnya, Baby Happy dinilai sukses menarik sekitar 1,7 juta pembeli baru dalam setahun berkat kemasan sachet, harga yang kompetitif, distribusi yang semakin luas, serta promosi yang efektif.(nas)

Tags: Brand Footprint 2026FMCGWorldpanel Indonesia

Berita Terkait.

ribka
Nasional

Atasi Keterbatasan APBD, Wamendagri Ribka Haluk Kawal Usulan Pembangungan KPP Empat DOB Papua Masuk PSN

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:02
sumut
Nasional

Sumut Tancap Gas Manfaatkan Tambahan TKD untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:23
wiyagus
Nasional

Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pemda Jadi Simpul Kolaborasi Wujudkan Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:13
papua
Nasional

Tinjau Infrastruktur Strategis di Papua, Wamendagri Ribka Haluk Pastikan Program Prioritas Berjalan Optimal

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:03
Prabowo
Nasional

Prabowo Panggil Jaksa Agung Usai Eks Jampidsus Tersangka, Minta Minimalkan Kegaduhan

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:27
Kosmetik
Nasional

Kosmetik Mengandung Merkuri Masih Beredar, DPR Minta Pengawasan Diperketat

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    11200 shares
    Share 4480 Tweet 2800
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2558 shares
    Share 1023 Tweet 640
  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1527 shares
    Share 611 Tweet 382
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1230 shares
    Share 492 Tweet 308
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1179 shares
    Share 472 Tweet 295
Mbapee
Olahraga

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Editor Dilianto
Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Prancis Kylian Mbappe menyesali kegagalan strategi dan lemahnya eksekusi di lapangan yang membuat Les Bleus gagal...

SelengkapnyaDetails
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
Hasil Piala Dunia: Oyarzabal-Porro Bawa Spanyol ke Final Usai Bekuk Prancis

Hasil Piala Dunia: Oyarzabal-Porro Bawa Spanyol ke Final Usai Bekuk Prancis

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:40
Timnas-Prancis

Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Takkan Biarkan Spanyol Dominasi Bola

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:13
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.