INDOPOSCO.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong industri padat karya untuk meningkatkan ekspor dengan memanfaatkan berbagai perjanjian dagang yang telah dimiliki Indonesia.
“Langkah ini menjadi peluang besar bagi produk manufaktur nasional untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global,” kata Budi dalam keterangan, Selasa (14/7/2026).
Diketahui, Budi Santoso yangbakrab disapa Busan menerima perwakilan kantor pusat Epson dan PT Indonesia Epson Industry di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, pemerintah dan pelaku industri berdialog mengenai penguatan ekspor produk elektronik Indonesia sekaligus membahas berbagai tantangan yang dihadapi eksportir.
Busan mendorong industri untuk mengoptimalkan peluang dari berbagai perjanjian perdagangan internasional yang telah disepakati Indonesia.
“Indonesia memiliki perjanjian dagang yang dapat dimanfaatkan produk-produk Indonesia, termasuk produk Epson. Pemerintah terus memperjuangkan agar produk manufaktur padat karya memperoleh tarif yang lebih kompetitif di negara tujuan ekspor,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, saat ini Indonesia telah mengimplementasikan 20 perjanjian dagang, sementara 15 perjanjian masih dalam proses ratifikasi dan 11 lainnya berada pada tahap negosiasi. Menurutnya, semakin banyaknya kerja sama perdagangan akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk ekspor nasional.
“Kami berharap industri bisa meningkatkan volume ekspor dari Indonesia dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia melalui perjanjian perdagangan tersebut,” katanya.
Ia menyambut positif rencana Epson memperluas pasar ekspor ke kawasan Afrika dan Timur Tengah. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan strategi pemerintah yang tengah mendorong penetrasi ke pasar-pasar nontradisional.
Untuk mendukung eksportir, dikatakan dia, Kemendag juga mengandalkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, termasuk atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), guna membantu menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha di negara tujuan ekspor.
“Kemendag memiliki atase perdagangan dan ITPC. Jika ada kendala di negara tujuan, sepanjang itu produk Indonesia, kami siap membantu,” tegasnya.(nas)


















