• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bayi dengan HIV di Papua Barat Terancam, DPD RI Desak Kemenkes Tak Lagi Lamban

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 13 Juli 2026 - 13:15
in Nasional
Bayi

Ilustrasi bayi. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nasib bayi yang lahir dari ibu dengan HIV di Papua Barat menjadi sorotan. Ketiadaan reagen untuk pemeriksaan early infant diagnosis (EID) selama berbulan-bulan membuat deteksi dini HIV pada bayi terhambat.

Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera menuntaskan pengadaan reagen agar pelayanan kesehatan tidak semakin tertunda. Pasalnya, menurutnya, pemeriksaan EID sangat penting untuk memastikan apakah bayi yang lahir dari ibu dengan HIV turut terinfeksi.

BacaJuga:

Soal Perampasan Aset, Ketua Komisi III: Antara Target Pemulihan dan Potensi Jadi Alat Kekuasaan

ETLE Punya Keterbatasan, DPR RI: Kombinasi Tilang Manual Dinilai Jadi Solusi

Pengembangan AI untuk Prioritaskan Pasien IGD, BRIN: Akurasi Masih Perlu Ditingkatkan

Ia mengatakan, dengan deteksi sejak dini, bayi yang positif HIV dapat segera memperoleh terapi antiretroviral sehingga risiko berkembang menjadi AIDS dapat ditekan.

“Kami meminta Kemenkes mempercepat pengadaan reagen untuk Papua Barat. Pemeriksaan EID sangat penting agar bayi yang terinfeksi segera mendapatkan terapi,” ujar Filep dalam keterangan, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, keterlambatan pengadaan reagen telah berdampak serius. Sampel darah bayi dari Papua Barat yang dikumpulkan sejak akhir November 2025 hingga kini belum dapat diperiksa karena reagen belum tersedia.

Padahal, lanjutnya, pemeriksaan EID ditujukan bagi bayi berusia satu hingga 18 bulan yang lahir dari ibu dengan HIV. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode dried blood spot (DBS), yakni mengambil darah dari tumit bayi, kemudian meneteskannya pada kertas khusus sebelum dikirim ke laboratorium rujukan.

“Keterlambatan diagnosis dapat berakibat fatal. Tanpa terapi antiretroviral, sekitar 50 persen bayi yang terinfeksi HIV berpotensi meninggal sebelum mencapai usia dua tahun,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan hambatan tidak hanya terjadi di Papua Barat. Berdasarkan informasi yang diterimanya, keterlambatan distribusi reagen dipicu proses pengadaan di tingkat pusat yang belum rampung sehingga pelayanan EID di sejumlah provinsi ikut terganggu.

“Selama ini seluruh sampel EID dari Papua Barat dikirim ke laboratorium rujukan di Jakarta. Sementara fasilitas pemeriksaan di Sorong dan Jayapura juga belum dapat beroperasi optimal akibat keterbatasan bahkan ketiadaan reagen,” terangnya.

Ia menilai persoalan tersebut harus menjadi evaluasi bagi Kemenkes, terutama dalam memperbaiki sistem perencanaan kebutuhan dan proses pelelangan agar pelayanan kesehatan dasar tidak lagi tersendat.

Ia juga mendorong pemerintah pusat memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebutuhan anggaran sesuai kondisi masing-masing wilayah. Dan memperluas kerja sama dengan laboratorium yang telah memiliki fasilitas pemeriksaan.

“Persoalannya, daerah tidak memiliki kewenangan karena seluruh pengadaan dilakukan secara terpusat,” tegasnya.(nas)

Tags: Bayidpd rihivKemenkesPapua Barat

Berita Terkait.

Habiburokhman
Nasional

Soal Perampasan Aset, Ketua Komisi III: Antara Target Pemulihan dan Potensi Jadi Alat Kekuasaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:01
Tilang
Nasional

ETLE Punya Keterbatasan, DPR RI: Kombinasi Tilang Manual Dinilai Jadi Solusi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:47
Cek-Kesehatan
Nasional

Pengembangan AI untuk Prioritaskan Pasien IGD, BRIN: Akurasi Masih Perlu Ditingkatkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:27
TNI
Nasional

Pascaputusan MK, DPR RI Desak Revisi UU Peradilan Militer Tak Tunggu 2 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:05
Program Beasiswa Ini Perluas Akses Pendidikan Tinggi Anak Kurang Mampu
Nasional

Wakil Ketua DPD RI: Kepemimpinan Perempuan Butuh Kesempatan Setara

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:04
Mendikdasmen Perluas Akses PAUD, 888 Ribu Murid TK Terima PIP
Nasional

Mendikdasmen Perluas Akses PAUD, 888 Ribu Murid TK Terima PIP

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:45

OLAHRAGA

BLISPI
Olahraga

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Editor Nasuha
Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16

INDOPOSCO.ID - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin membuka Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Youth Cup...

SelengkapnyaDetails
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    3256 shares
    Share 1302 Tweet 814
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    918 shares
    Share 367 Tweet 230
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    764 shares
    Share 306 Tweet 191
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.