• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Potensi Biomassa Indonesia Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Akselerasi Transisi Energi Bersih

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 3 Juli 2026 - 11:33
in Ekonomi
Proses pencampuran (mixing) batubara dengan biomassa jenis sawdust (serbuk gergaji kayu) di area stockpile Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, sebagai bagian dari implementasi program cofiring biomassa untuk mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Foto: Dokumen PLN EPI

Proses pencampuran (mixing) batubara dengan biomassa jenis sawdust (serbuk gergaji kayu) di area stockpile Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, sebagai bagian dari implementasi program cofiring biomassa untuk mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Foto: Dokumen PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menempatkan bioenergi sebagai salah satu motor utama diversifikasi energi nasional guna memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan biomassa, biochar, compressed biomethane gas (CBG), hingga pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Komitmen itu disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Grand Seminar ReEnergize Summit 2026: Pentahelix Talks x IETD 2026 Goes to Campus yang berlangsung di Balai Sidang Universitas Indonesia, Kamis (2/7/2026).

BacaJuga:

RUU PFII Resmi Digodok, Indonesia Bangun Kawasan Finansial Berstandar Dunia

Catat Laba Rp143 Miliar, PDC Dapat Mandat Percepat Transformasi Bisnis

Pegadaian dan Universitas Andalas Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Melalui Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi bioenergi yang sangat besar. Tantangan saat ini bukan lagi pada ketersediaan sumber daya, melainkan membangun kolaborasi antarpemangku kepentingan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Source-nya sebenarnya kita punya. Namun memang harus ada keberanian dari kita untuk berkolaborasi, antara PLN, mitra investasi, mitra lokal, pemerintah, regulator, akademisi, hingga dunia usaha agar pengembangan bioenergi dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sebagai subholding PLN yang bertugas menyediakan energi primer bagi seluruh pembangkit di lingkungan PLN Group, PLN EPI tidak hanya memastikan keandalan pasokan batu bara dan gas, tetapi juga terus memperluas portofolio energi primer berbasis energi baru dan terbarukan, khususnya bioenergi.

Menurut Hokkop, transformasi menuju pembangkit yang lebih ramah lingkungan telah berjalan secara bertahap. Hampir seluruh pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) kini telah menggunakan biodiesel B40, sementara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulai mengimplementasikan teknologi co-firing biomassa untuk mengurangi konsumsi batu bara sekaligus menekan emisi karbon.

Selain biomassa, PLN EPI juga mengembangkan berbagai bentuk bioenergi lain, seperti compressed biomethane gas (CBG) yang berasal dari limbah organik dan limbah cair untuk pembangkit berbasis gas, biochar, Refuse Derived Fuel (RDF) berbahan baku sampah perkotaan, biofuel, hingga bioetanol sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

“Target kami adalah memanfaatkan berbagai sumber energi alternatif di luar energi fosil. Saat ini kita memang sedang berada dalam masa transisi menuju energi yang lebih bersih. Karena itu, diversifikasi energi menjadi langkah penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pencapaian target pengurangan emisi nasional,” katanya.

PLN EPI mencatat Indonesia memiliki potensi biomassa sekitar 83,4 juta ton per tahun yang tersebar di berbagai wilayah, terutama Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Potensi tersebut berasal dari limbah perkebunan, pertanian, kehutanan, hingga sampah perkotaan yang dinilai mampu menjadi sumber energi terbarukan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Potensi tersebut juga sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2029 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit berbasis bioenergi sebesar 0,61 gigawatt (GW) melalui program co-firing, pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm), dan biogas.

Di sisi lain, pengembangan energi terbarukan hingga 2034 diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp1.682 triliun untuk mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan mempercepat transformasi energi nasional.

Meski prospeknya besar, Hokkop mengakui percepatan pengembangan energi terbarukan masih menghadapi tantangan, terutama kebutuhan investasi yang tinggi dalam pembangunan jaringan transmisi dan distribusi listrik. Berbeda dengan pembangkit berbasis energi fosil yang bahan bakarnya dapat didistribusikan ke berbagai lokasi, pembangkit energi terbarukan umumnya harus dibangun dekat dengan sumber energinya sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

Karena itu, menurutnya, transisi energi harus dilakukan secara bertahap agar tetap menjaga keandalan sistem kelistrikan, keterjangkauan tarif listrik, dan daya saing ekonomi nasional.

“Transisi energi harus menjadi solusi, bukan menjadi beban. Yang kita dorong adalah proses peralihan menuju energi yang lebih bersih secara bertahap, dengan tetap menjaga keandalan pasokan listrik, keterjangkauan tarif, dan daya saing ekonomi nasional. Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis bioenergi dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat terwujudnya sistem energi Indonesia yang berkelanjutan,” jelas Hokkop. (rmn)

Tags: BioenergibiomassaDiversifikasi Energipln epi

Berita Terkait.

RUU PFII Resmi Digodok, Indonesia Bangun Kawasan Finansial Berstandar Dunia
Ekonomi

RUU PFII Resmi Digodok, Indonesia Bangun Kawasan Finansial Berstandar Dunia

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:05
Catat Laba Rp143 Miliar, PDC Dapat Mandat Percepat Transformasi Bisnis
Ekonomi

Catat Laba Rp143 Miliar, PDC Dapat Mandat Percepat Transformasi Bisnis

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:06
Ekonomi

Pegadaian dan Universitas Andalas Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Melalui Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:41
Menkop
Ekonomi

Menkop dan Agrinas Palma Sinergi Bangun Ekosistem Sawit Berbasis Koperasi

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:26
Wamendagri
Ekonomi

Kelautan dan Perikanan Salah Satu Kunci Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:33
Ojol
Ekonomi

Skema 92 Persen untuk Ojol Berlaku, DPR Soroti Efek Samping yang Tak Terduga

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:03

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1646 shares
    Share 658 Tweet 412
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2136 shares
    Share 854 Tweet 534
  • Hasil Piala Dunia : Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa Kecewa Berat

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
Portugal Lolos Dramatis ke 16 Besar, Ramos: Saya Suka Momen Bertekanan Tinggi
Olahraga

Portugal Lolos Dramatis ke 16 Besar, Ramos: Saya Suka Momen Bertekanan Tinggi

Editor Ali Rachman
Jumat, 3 Juli 2026 - 13:02

INDOPOSCO.ID - Penyerang Timnas Portugal Goncalo Ramos memuji memuji kekuatan mental serta kualitas timnya setelah membungkam Kroasia 2-1 pada babak...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Portugal Singkirkan Kroasia untuk Tantang Spanyol

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Portugal Singkirkan Kroasia untuk Tantang Spanyol

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:52
Hasil Piala Dunia: Babat Austria, Spanyol Melenggang ke 16 Besar

Hasil Piala Dunia: Babat Austria, Spanyol Melenggang ke 16 Besar

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:11
Ronaldo

Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:36
Belgia

Belgia Menang Kontroversial di Babak Gugur Piala Dunia, Pelatih Senegal Tetap Legawa

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:02
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.