• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Potensi Biomassa Indonesia Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Akselerasi Transisi Energi Bersih

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 3 Juli 2026 - 11:13
in Ekonomi
Proses pencampuran (mixing) batubara dengan biomassa jenis sawdust (serbuk gergaji kayu) di area stockpile Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, sebagai bagian dari implementasi program cofiring biomassa untuk mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Foto: Dokumen PLN EPI

Proses pencampuran (mixing) batubara dengan biomassa jenis sawdust (serbuk gergaji kayu) di area stockpile Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, sebagai bagian dari implementasi program cofiring biomassa untuk mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Foto: Dokumen PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menempatkan bioenergi sebagai salah satu motor utama diversifikasi energi nasional guna memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan biomassa, biochar, compressed biomethane gas (CBG), hingga pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Komitmen itu disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Grand Seminar ReEnergize Summit 2026: Pentahelix Talks x IETD 2026 Goes to Campus yang berlangsung di Balai Sidang Universitas Indonesia, Kamis (2/7/2026).

BacaJuga:

OMODA & JAECOO Siapkan Inovasi Desain dan Teknologi Cerdas di International User Summit 2026

Pertamina Salurkan 45 Alat Tenun untuk Pulihkan Ekonomi Perajin Desa Adat Sade

Bank DKI Resmi Berganti Nama Jadi Bank Jakarta, Modal Dasar Melonjak hingga Rp26 Triliun

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi bioenergi yang sangat besar. Tantangan saat ini bukan lagi pada ketersediaan sumber daya, melainkan membangun kolaborasi antarpemangku kepentingan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Source-nya sebenarnya kita punya. Namun memang harus ada keberanian dari kita untuk berkolaborasi, antara PLN, mitra investasi, mitra lokal, pemerintah, regulator, akademisi, hingga dunia usaha agar pengembangan bioenergi dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sebagai subholding PLN yang bertugas menyediakan energi primer bagi seluruh pembangkit di lingkungan PLN Group, PLN EPI tidak hanya memastikan keandalan pasokan batu bara dan gas, tetapi juga terus memperluas portofolio energi primer berbasis energi baru dan terbarukan, khususnya bioenergi.

Menurut Hokkop, transformasi menuju pembangkit yang lebih ramah lingkungan telah berjalan secara bertahap. Hampir seluruh pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) kini telah menggunakan biodiesel B40, sementara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulai mengimplementasikan teknologi co-firing biomassa untuk mengurangi konsumsi batu bara sekaligus menekan emisi karbon.

Selain biomassa, PLN EPI juga mengembangkan berbagai bentuk bioenergi lain, seperti compressed biomethane gas (CBG) yang berasal dari limbah organik dan limbah cair untuk pembangkit berbasis gas, biochar, Refuse Derived Fuel (RDF) berbahan baku sampah perkotaan, biofuel, hingga bioetanol sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

“Target kami adalah memanfaatkan berbagai sumber energi alternatif di luar energi fosil. Saat ini kita memang sedang berada dalam masa transisi menuju energi yang lebih bersih. Karena itu, diversifikasi energi menjadi langkah penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pencapaian target pengurangan emisi nasional,” katanya.

PLN EPI mencatat Indonesia memiliki potensi biomassa sekitar 83,4 juta ton per tahun yang tersebar di berbagai wilayah, terutama Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Potensi tersebut berasal dari limbah perkebunan, pertanian, kehutanan, hingga sampah perkotaan yang dinilai mampu menjadi sumber energi terbarukan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Potensi tersebut juga sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2029 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit berbasis bioenergi sebesar 0,61 gigawatt (GW) melalui program co-firing, pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm), dan biogas.

Di sisi lain, pengembangan energi terbarukan hingga 2034 diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp1.682 triliun untuk mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan mempercepat transformasi energi nasional.

Meski prospeknya besar, Hokkop mengakui percepatan pengembangan energi terbarukan masih menghadapi tantangan, terutama kebutuhan investasi yang tinggi dalam pembangunan jaringan transmisi dan distribusi listrik. Berbeda dengan pembangkit berbasis energi fosil yang bahan bakarnya dapat didistribusikan ke berbagai lokasi, pembangkit energi terbarukan umumnya harus dibangun dekat dengan sumber energinya sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

Karena itu, menurutnya, transisi energi harus dilakukan secara bertahap agar tetap menjaga keandalan sistem kelistrikan, keterjangkauan tarif listrik, dan daya saing ekonomi nasional.

“Transisi energi harus menjadi solusi, bukan menjadi beban. Yang kita dorong adalah proses peralihan menuju energi yang lebih bersih secara bertahap, dengan tetap menjaga keandalan pasokan listrik, keterjangkauan tarif, dan daya saing ekonomi nasional. Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis bioenergi dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat terwujudnya sistem energi Indonesia yang berkelanjutan,” jelas Hokkop. (rmn)

Tags: BioenergibiomassaDiversifikasi Energipln epi

Berita Terkait.

Jaecoo
Ekonomi

OMODA & JAECOO Siapkan Inovasi Desain dan Teknologi Cerdas di International User Summit 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:03
Pelatihan
Ekonomi

Pertamina Salurkan 45 Alat Tenun untuk Pulihkan Ekonomi Perajin Desa Adat Sade

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:20
Pramono
Ekonomi

Bank DKI Resmi Berganti Nama Jadi Bank Jakarta, Modal Dasar Melonjak hingga Rp26 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:58
bca
Ekonomi

BCA dan BI Kepri Edukasi Pedagang Pasar Batam Gunakan QRIS

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:16
pertamina
Ekonomi

Peserta dari 4 Negara Belajar Drilling di IDTC Pertamina Drilling

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:14
bank sampah
Ekonomi

Dukung Pariwisata Berkelanjutan, Pertamina Perkuat Bank Sampah di Kawasan Kuta Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:52

OLAHRAGA

Hadi-Tj
Olahraga

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Editor Juni Armanto
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto menyebut negara-negara di Eropa sebagai pesaing terberat kontingen karate...

SelengkapnyaDetails
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2716 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1049 shares
    Share 420 Tweet 262
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.