INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi XI DPR Amin Ak menegaskan, bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional dalam RAPBN Tahun Anggaran 2027 hanya dapat dicapai jika ditopang oleh kebijakan yang menggerakkan ekonomi rakyat.
Menurutnya, penguatan daya beli masyarakat, penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan investasi produktif, serta percepatan reformasi struktural harus menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara statistik, melainkan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Saat ini, RAPBN 2027 dinilainya masih mempertahankan sebagian besar asumsi makro pemerintah, termasuk target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8-6,5 persen. Target tersebut perlu diiringi kebijakan yang mampu menjawab berbagai persoalan fundamental perekonomian.
“Target yang tinggi harus dibangun di atas fondasi yang kuat agar tidak sekadar menjadi angka di atas kertas,” kata Amin Ak dalam keterangannya diterima di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Pertama, daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya. Penyusutan jumlah kelas menengah, melemahnya tabungan masyarakat berpenghasilan rendah, serta tingginya harga kebutuhan pokok menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga belum cukup kuat menjadi mesin utama pertumbuhan.
Di sisi ketenagakerjaan, meskipun tingkat pengangguran terbuka menurun, mayoritas pekerja Indonesia masih berada di sektor informal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja berkualitas masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah.
Selain itu, penurunan daya saing Indonesia di tingkat global. Penurunan peringkat daya saing, rendahnya efisiensi investasi yang tercermin dari tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR), serta melambatnya investasi produktif menjadi sinyal bahwa reformasi struktural harus dipercepat.
“Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan belanja pemerintah. Kita membutuhkan iklim investasi yang lebih kompetitif, birokrasi yang efisien, kepastian hukum, serta produktivitas yang lebih tinggi,” ucap Amin.(dan)


















