INDOPOSCO.ID – Keberhasilan pemerintah menjaga stabilitas harga beras dinilai dapat menjadi model untuk mengendalikan harga komoditas pangan strategis lainnya. Skema penetapan harga batas atas dan harga batas bawah pun didorong agar diterapkan lebih luas demi menciptakan keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menilai kebijakan tersebut mampu memberikan kepastian harga di tingkat pasar. Dengan begitu, petani, peternak, maupun pelaku usaha tetap memperoleh keuntungan yang layak, sementara masyarakat tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Petani jangan dirugikan, pelaku usaha juga tetap mendapatkan keuntungan yang wajar, tetapi konsumen harus dilindungi dengan harga yang dipatok pemerintah,” ujar Firman dikutip dari laman resmi DPR RI, Kamis (2/7/2026).
Menurut Firman, mekanisme serupa yang diterapkan pada beras layak diperluas ke komoditas lain, seperti minyak goreng dan telur. Ia menilai kepastian harga menjadi kunci agar fluktuasi pasar tidak merugikan salah satu pihak dalam rantai pasok pangan.
Selain pengaturan harga, Firman juga meminta pemerintah memperketat pengawasan distribusi. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah praktik penimbunan, terutama ketika harga minyak goreng di pasar domestik berada di bawah harga internasional.
“Pengawasan distribusi juga harus diperkuat untuk mencegah praktik penimbunan ketika harga minyak goreng di dalam negeri lebih rendah dibandingkan harga global,” tutur Firman.
Dalam kesempatan itu, Firman turut menyoroti penurunan harga telur yang terjadi setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara untuk keperluan evaluasi. Menurutnya, selama program berjalan, permintaan telur meningkat sehingga mampu menjaga pendapatan peternak.
“Selama program berjalan, permintaan telur meningkat sehingga mampu menopang pendapatan peternak rakyat,” ungkapnya.
Firman mengingatkan bahwa Komisi IV DPR RI sebelumnya juga telah mendorong program pemberdayaan peternak melalui bantuan ayam petelur kepada kelompok masyarakat. Program tersebut dinilai efektif meningkatkan produksi sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Ia menegaskan pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan pasar agar produsen tidak mengalami kerugian saat permintaan melemah, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau.
“Negara harus hadir menjaga keseimbangan pasar. Jangan sampai produsen merugi ketika permintaan turun, tetapi di sisi lain masyarakat juga harus tetap memperoleh pangan dengan harga yang terjangkau,” tegas politisi Fraksi Partai Golkar itu.
Firman berharap pemerintah segera menyusun kebijakan harga yang memberikan kepastian bagi seluruh pelaku dalam rantai pasok pangan. Dengan adanya kepastian tersebut, stabilitas harga dinilai dapat terjaga tanpa mengabaikan kepentingan petani, peternak, pelaku usaha, maupun konsumen.
“Dengan demikian, stabilitas harga dapat terjaga sekaligus melindungi kepentingan petani, peternak, pelaku usaha, dan konsumen secara berimbang,” tambahnya. (her)


















