INDOPOSCO.ID – Program pemberdayaan yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Mekaar tak hanya membantu pelaku usaha ultra mikro mengembangkan bisnisnya, tetapi juga mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga.
Penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) mencatat dampak ekonomi program pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro telah meningkatkan konsumsi rumah tangga hingga Rp7,13 triliun sampai 2025.
Tak hanya itu, program PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tersebut berdampak pada 2,35 juta nasabah berhasil naik kelas, dengan mengakses layanan keuangan formal yang lebih tinggi.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa pembiayaan yang dipadukan dengan pendampingan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera,” ungkap Direktur Utama PNM, Kindaris dalam keterangan, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, sebagai lembaga pemberdayaan perempuan terbesar di dunia, PNM hingga kini telah melayani 23,3 juta nasabah kelompok subsisten yang sebelumnya sulit memperoleh akses pembiayaan.
“Hasil penelitian INDEKSTAT 2025, indeks kemampuan pengembangan usaha naik 28,73 persen, dari kategori rendah menjadi kategori sedang,” bebernya.
Menurut Kindaris, pihaknya tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga membekali nasabah dengan berbagai pelatihan dan pendampingan. “Kami membantu bukan saja dalam hal pembiayaan usaha, tapi juga mendampingi dalam bentuk pelatihan, literasi keuangan, literasi usaha, dan capacity building,” ujarnya.
Kami ingin memastikan mereka memiliki kesempatan berkembang, mencapai kemakmuran keluarga, dan akhirnya mampu naik kelas,” sambungnya.
Ia menambahkan, peningkatan pendapatan, kemampuan mengelola usaha, hingga bertambahnya konsumsi rumah tangga menjadi indikator bahwa pemberdayaan yang terintegrasi dengan pembiayaan mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata.
“Program ini menjadi akses masyarakat prasejahtera menuju ekosistem keuangan formal sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” ucapnya. (nas)


















