• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Laju AI Dinilai Lampaui Tata Kelola, Industri Keuangan Syariah Diminta Waspada

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 2 Juli 2026 - 10:31
in Ekonomi
Ilustrasi - Penguatan tata kelola berbasis Maqasid Shariah dinilai menjadi kunci dalam pengembangan teknologi AI guna menjaga integritas sekaligus memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia/istimewa

Ilustrasi - Penguatan tata kelola berbasis Maqasid Shariah dinilai menjadi kunci dalam pengembangan teknologi AI guna menjaga integritas sekaligus memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia semakin mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Komitmen tersebut kini tidak lagi sebatas kebijakan sektoral, melainkan telah menjadi bagian dari arah pembangunan nasional yang memiliki landasan hukum.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, mengatakan ekonomi dan keuangan syariah telah tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dengan demikian, keberlanjutan pengembangannya memiliki kepastian regulasi.

BacaJuga:

BAKTI Komdigi dan Atourin Bawa Paket Wisata Sumbawa ke Pasar Digital

CIMB Niaga Syariah dan Dompet Dhuafa Perluas Literasi Sukuk Wakaf SWR007

Optimalkan Pemulihan Aset, LPS Terima Hasil Sitaan dari Kejari

“Pemerintah telah menetapkan ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional. Hal itu ditegaskan melalui Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN serta Perpres Nomor 12 Tahun 2025 mengenai RPJMN. Karena sudah memiliki payung hukum, ekonomi dan keuangan syariah tidak lagi dapat dipandang sebagai isu yang bisa diabaikan,” ujar Emir melalui gawai, Kamis (2/7/2026).

Ia menilai keberadaan regulasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan nasional. Menurutnya, arah kebijakan tersebut sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengembangkan industri keuangan syariah di Tanah Air.

Di sisi lain, Emir mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menghadirkan tantangan baru bagi industri keuangan syariah. Laju inovasi yang sangat cepat dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan tata kelola.

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) itu mengatakan kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai persoalan apabila tidak diantisipasi sejak awal.

“Inovasi bergerak jauh lebih cepat daripada tata kelola. Kita melihat sekarang banyak kasus muncul, termasuk di sektor syariah. Kalau sudah terlalu banyak kasus, itu tidak syariah lagi jadinya. Jadinya ‘Syar-iyah’. Batas pembedanya sangat tipis,” jelas Emir.

Karena itu, Emir mendorong agar pendekatan tata kelola tidak lagi bersifat reaktif, melainkan proaktif dengan menjadikan Maqasid Shariah sebagai pijakan utama dalam pengembangan teknologi. Menurutnya, nilai-nilai etika, transparansi, serta perlindungan terhadap masyarakat harus sudah tertanam sejak tahap perancangan sistem berbasis AI.

Emir juga menyoroti perbedaan mendasar antara konsep keuangan berkelanjutan syariah dengan pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) yang berkembang di sektor keuangan konvensional.

Ia menjelaskan bahwa ESG pada dasarnya berorientasi pada pengelolaan risiko keberlanjutan dan penciptaan nilai bagi para pemangku kepentingan. Sementara itu, keuangan syariah memiliki tujuan yang lebih luas karena sejak awal dibangun untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Kalau keuangan konvensional lebih berorientasi pada pengelolaan risiko keberlanjutan dan mekanisme operasionalnya, maka keuangan syariah berangkat dari tujuan yang berbeda, yakni menjadikan kemaslahatan sebagai alasan utama keberadaan sistem keuangan,” tutur Emir.

Emir menambahkan, apabila pendekatan ESG lebih menitikberatkan pada penciptaan stakeholder value dan ketahanan bisnis dalam jangka panjang, maka keuangan syariah juga membawa dimensi akuntabilitas spiritual serta keadilan antargenerasi sebagai tujuan utama.

Selain membahas arah pengembangan industri, Emir juga meluruskan persepsi mengenai pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia. Menurutnya, angka sekitar 7,5 persen yang selama ini sering dikutip hanya menggambarkan posisi perbankan syariah, sehingga belum mencerminkan keseluruhan ekosistem.

“Angka 7,5 persen itu hanya mencerminkan pangsa perbankan syariah. Padahal, sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum tersentuh layanan perbankan. Kalau seluruh ekosistem keuangan syariah ikut diperhitungkan, termasuk sektor non-bank, zakat, wakaf, dan koperasi syariah, pangsa pasarnya sesungguhnya berada di kisaran 26 persen,” tambahnya. (her)

Tags: AIEkonomi SyariahKeuangan SyariahKNEKSSutan Emir Hidayat

Berita Terkait.

BAKTI Komdigi dan Atourin Bawa Paket Wisata Sumbawa ke Pasar Digital
Ekonomi

BAKTI Komdigi dan Atourin Bawa Paket Wisata Sumbawa ke Pasar Digital

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:45
CIMB Niaga Syariah dan Dompet Dhuafa Perluas Literasi Sukuk Wakaf SWR007
Ekonomi

CIMB Niaga Syariah dan Dompet Dhuafa Perluas Literasi Sukuk Wakaf SWR007

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:15
Optimalkan Pemulihan Aset, LPS Terima Hasil Sitaan dari Kejari
Ekonomi

Optimalkan Pemulihan Aset, LPS Terima Hasil Sitaan dari Kejari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:05
UMKM Binaan PHM
Ekonomi

UMKM Binaan PHM Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:43
jnt
Ekonomi

Lewat Kolaborasi dengan Toco, J&T Express Hadirkan Pengalaman Belanja dalam Satu Aplikasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31
gadai
Ekonomi

Waspada Loker Bodong, Pegadaian Bagikan 6 Jurus Jitu Terhindar dari Penipuan Rekrutmen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:30

OLAHRAGA

champion
Olahraga

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

INDOPOSCO.ID - Malam Liga Champions 2026/2027 matchday ketiga pada Rabu (21/10/2026) malam hingga Kamis (22/10/2026) dini hari WIB kembali menghadirkan...

SelengkapnyaDetails
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2644 shares
    Share 1058 Tweet 661
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1097 shares
    Share 439 Tweet 274
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1287 shares
    Share 515 Tweet 322
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1394 shares
    Share 558 Tweet 349
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.