INDOPOSCO.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas dan menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama.
Sejalan dengan itu, menurutnya, minat generasi muda melanjutkan pendidikan ke PTKIN terus menunjukkan tren peningkatan.
Ia menjelaskan, proses penerimaan mahasiswa baru bukan sekadar agenda administratif tahunan, melainkan investasi strategis untuk menyiapkan pemimpin masa depan bangsa.
“Proses penerimaan mahasiswa baru adalah gerbang awal. Dari sinilah kita menyaring calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik dan menguasai teknologi. Tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai moderasi beragama,” ujarnya.
Nasaruddin menambahkan, PTKIN mengemban mandat ganda sebagai institusi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus lembaga dakwah. Karena itu, kualitas seleksi mahasiswa baru harus terus dijaga agar mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis), Kementerian Agama Amien Suyitno mengatakan, transformasi digital dalam sistem Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi.
Menurutnya, sinergi pemanfaatan teknologi informasi antar-PTKIN membuat seleksi berlangsung semakin profesional, objektif, dan akuntabel. “Kepercayaan masyarakat adalah aset tertinggi kami. Integritas seleksi yang profesional, objektif, dan akuntabel menjadi kunci utama mengapa PTKIN kian diminati sebagai destinasi pendidikan tinggi,” katanya.
Diketahui, tren pendaftar UM-PTKIN terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024 jumlah peserta tercatat 95.321 orang, naik menjadi 102.445 peserta pada 2025, dan kembali menunjukkan pertumbuhan pada penyelenggaraan tahun ini. (nas)


















