INDOPOSCO.ID – Bek Timnas Maroko Noussair Mazraoui menegaskan, bahwa timnya bukan lagi sekadar tim kejutan di Piala Dunia 2026, melainkan kekuatan baru yang wajib diperhitungkan. Hal itu disampaikannya setelah Maroko menumbangkan Belanda di fase gugur.
Singa Atlas berhasil menyingkirkan De Oranje lewat adu penalti dengan skor 3-2 setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu. Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 itu berlangsung di Estadio BBVA, Monterrey, Meksiko, Selasa, (30/6/2026) pagi WIB.
“Cara kami berhasil menang hari ini adalah pengakuan besar bagi kami sebagai tim nasional,” kata Noussair Mazraoui seperti dilansir dari Sky Sports, Selasa (30/6/2026).
Meski berhasil menyingkirkan Belanda di babak 32 besar, Maroko tetap memberikan rasa hormatnya dengan menyebut sang lawan sebagai salah satu tim terbaik dunia dan penantang gelar juara yang sangat tangguh.
“Pertandingan yang sangat sulit melawan lawan yang sangat tangguh. Salah satu lawan terbaik yang bisa Anda hadapi di dunia. Ini adalah 10 besar di dunia, saya pikir pesaing untuk akhirnya memenangkan Piala Dunia,” ujar Noussair Mazraoui.
Cody Gakpo membuka keunggulan pada menit ke-72. Namun, skor tersebut tidak bisa dipertahankan hingga waktu normal setelah Maroko bangkit untuk memaksa perpanjangan waktu dan menang melalui adu penalti.
Tiga pemain Belanda gagal mengeksekusi penalti dalam babak adu penalti melawan Maroko. Mereka adalah Quinten Timber, Justin Kluivert, dan satu pemain lainnya yang tidak mampu menaklukkan kiper Yassine Bounou.
Bounou menjadi pahlawan dalam adu penalti saat Maroko melaju ke babak 16 besar dan akan berhadapan dengan tuan rumah bersama Piala Dunia, Kanada, di Houston pada 4 Juli. (dan)


















