INDOPOSCO.ID – Sebanyak 79 persen mahasiswa Universitas Terbuka (UT) sudah bekerja. Sementara saat lulus, sebanyak 89 persen terserap di dunia kerja.
Pernyataan tersebut diungkapkan Rektor Universitas Terbuka Prof Ali Muktiyanto kepada indoposco.id usai wisuda mahasiswa UT Wilayah I di Kampus UT, Selasa (30/6/2026).
Menurut Ali, dari angka tersebut, tingkat serapan lulusan UT di dunia kerja telah melampaui standar nasional keterserapan lulusan perguruan tinggi yang berada di angka 62 persen.
“Yang selebihnya memang memilih menjadi ibu rumah tangga atau tidak bekerja,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ali juga mengungkapkan UT terus menjaga mutu pembelajaran di tengah pesatnya perkembangan teknologi, salah satunya melalui penguatan fungsi pengawasan.
“Tantangan di era AI (Artificial Intelligence), kami memanfaatkannya pada sebagian fungsi pengawasan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengawasan berbasis AI tersebut diterapkan pada asesmen ujian secara daring. Dengan sistem ujian yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, teknologi AI dinilai memiliki peran penting untuk mencegah terjadinya kecurangan.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik UT Prof Rahmat Budiman. Menurutnya, penerapan asesmen ujian daring berbasis AI telah dilakukan sejak semester lalu.
“Jadi dengan Automatic Online Proctoring (AOP), mahasiswa akan dipantau secara ketat. Saat masuk ke aplikasi ujian online, akses ke aplikasi lain secara otomatis akan tertutup,” terangnya.
Ia menambahkan, wisuda mahasiswa UT bukan hanya menjadi simbol keberhasilan mahasiswa, keluarga, maupun kampus, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan negara dalam memperluas akses pendidikan.
“Jadi wisuda UT itu simbol kehadiran negara dan UT menjalankan amanat itu dengan baik. Dan itu kita saksikan saat ini,” ujarnya. (nas)


















