• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

DPR – Pemerintah Bergerak Cepat, Lakukan Penyesuaian Gas Industri untuk Jaga Dunia Usaha dan Cegah PHK

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 29 Juni 2026 - 16:34
in Ekonomi
SDA

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad konferensi pers Pimpinan DPR RI usai Rapat Koordinasi Penguatan Fiskal dan Moneter yang digelar di selasar Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Yoga/Andri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – DPR RI bersama Pemerintah mengambil langkah cepat merespons gejolak ekonomi global dengan menyiapkan penyesuaian harga gas industri. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga daya saing industri nasional sekaligus mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Langkah itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Penguatan Fiskal dan Moneter yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), serta jajaran DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

BacaJuga:

Laju AI Dinilai Lampaui Tata Kelola, Industri Keuangan Syariah Diminta Waspada

Pertamina EP Papua Field Jadi Destinasi Favorit Kuliah Lapangan Mahasiswa UNIPA

Implementasi ESG, Elnusa Sulap Limbah Botol Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi

“Ini ada kabar bagus dari Pak Menteri ESDM. Hari ini kita melakukan koordinasi dalam rangka merespons berbagai dinamika geopolitik yang dikaitkan dengan kebijakan untuk mempertahankan ekonomi nasional kita, khususnya di sektor gas,” ujar Dasco.

Menurut Dasco, kebijakan penyesuaian harga gas menjadi angin segar bagi pelaku industri maupun kalangan pekerja yang sebelumnya mengkhawatirkan kenaikan biaya produksi akibat mahalnya harga gas.

“Ini kabar gembira bagi kalangan industri maupun teman-teman dari serikat pekerja yang kemarin mengeluhkan dampak dari harga gas industri yang naik,” katanya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan pemerintah telah menerima berbagai masukan dari asosiasi industri, termasuk sektor keramik dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), sebelum menetapkan kebijakan tersebut.

Pemerintah kemudian menetapkan tiga skema harga gas industri. Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) tetap dipertahankan pada kisaran US$6,5–7 per MMBTU. Sementara harga gas pipa bagi industri non-HGBT di wilayah Jawa ditetapkan sebesar US$9,6 per MMBTU.

Di sisi lain, harga Liquefied Natural Gas (LNG) untuk industri dipangkas menjadi US$13 per MMBTU, turun signifikan dibanding sebelumnya yang berada di kisaran US$20–23 per MMBTU.

Menurut Bahlil, keputusan tersebut merupakan arahan Presiden untuk menjaga keberlangsungan industri nasional sekaligus melindungi lapangan kerja.

Ia menjelaskan tingginya harga LNG selama ini dipengaruhi menurunnya produksi gas di Jawa Barat, sehingga kebutuhan industri di Jawa harus dipenuhi melalui pasokan LNG dari Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah lainnya yang memerlukan biaya transportasi serta regasifikasi.

Meski demikian, Bahlil menegaskan Indonesia tidak mengalami kekurangan pasokan gas. “Produksi gas nasional secara akumulatif masih memenuhi target lifting APBN sehingga Indonesia tidak melakukan impor gas. Persoalannya bukan pada ketersediaan gas, melainkan tingginya biaya penyediaan LNG bagi industri,” jelasnya.

Dalam rapat yang sama, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu menegaskan stabilitas ekonomi makro menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyatakan Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan likuiditas pasar keuangan.

Di sektor fiskal, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memastikan kondisi fiskal nasional tetap terjaga dengan koordinasi yang terus diperkuat bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menjaga likuiditas perbankan dan pertumbuhan kredit.

Menutup rapat koordinasi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan sinergi antara DPR, pemerintah, BI, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar kebijakan fiskal, moneter, hingga sektor riil berjalan selaras dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.(dil)

Tags: BIDENDPR RIKemenkeukementerian esdmPGN

Berita Terkait.

Laju AI Dinilai Lampaui Tata Kelola, Industri Keuangan Syariah Diminta Waspada
Ekonomi

Laju AI Dinilai Lampaui Tata Kelola, Industri Keuangan Syariah Diminta Waspada

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:31
Perwira
Ekonomi

Pertamina EP Papua Field Jadi Destinasi Favorit Kuliah Lapangan Mahasiswa UNIPA

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:43
Belajar
Ekonomi

Implementasi ESG, Elnusa Sulap Limbah Botol Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Kamis, 2 Juli 2026 - 03:21
Maman
Ekonomi

Kabar Baik! Ojol Kini Resmi Jadi Pengusaha Mikro dan Dapat Berbagai Fasilitas

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:44
UKW
Ekonomi

Dukung Kompetensi Wartawan, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:04
Bea Cukai Perkuat Pendampingan Pelaku Usaha, Dorong Kepatuhan Cukai dan Iklim Investasi
Ekonomi

Bea Cukai Perkuat Pendampingan Pelaku Usaha, Dorong Kepatuhan Cukai dan Iklim Investasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:01

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1644 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1022 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2095 shares
    Share 838 Tweet 524
Hasil Piala Dunia: Pulangkan Bosnia dengan 10 Pemain, AS Lanjut ke 16 Besar
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Pulangkan Bosnia dengan 10 Pemain, AS Lanjut ke 16 Besar

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 2 Juli 2026 - 10:56

INDOPOSCO.ID - Amerika Serikat (AS) memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Bosnia & Herzegovina...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Belgia Lolos Dramatis, Penalti Ujung Laga Akhiri Mimpi Senegal

Hasil Piala Dunia: Belgia Lolos Dramatis, Penalti Ujung Laga Akhiri Mimpi Senegal

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:35
Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:25
Tuchel

Inggris vs RD Kongo: Tuchel Minta Publik Tak Tuntut Performa Memukau

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:06
Piala-Dunia

Jadwal Piala Dunia: Inggris, Belgia dan AS Bertarung Rebut Tiket 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.