INDOPOSCO.ID – Peran perguruan tinggi sangat penting dalam memperkuat dan mewujudkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas perundungan. Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT), Dony Darma Sagita, mengatakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat UT adalah desa binaan.
“Desa Tegal ini sudah menjadi desa binaan UT selama tiga tahun terakhir. Berbagai program pemberdayaan pendidikan telah dijalankan secara berkelanjutan,” ujar Dony dalam keterangan, Senin (29/6/2026).
Ia menyebut program tersebut meliputi pembangunan pojok baca di sekolah, penguatan literasi anak, parenting positif, pendampingan penyusunan RPPH bagi guru PAUD, pendalaman Kurikulum Merdeka Belajar, hingga peningkatan kapasitas guru dan keluarga.
Menurut Dony, keberhasilan program tersebut menunjukkan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
“Pengabdian kepada masyarakat harus hadir sebagai proses pendampingan, bukan sekadar kegiatan sesaat. Di Desa Tegal kami melihat komitmen yang kuat dari pemerintah desa, sekolah, guru, tokoh masyarakat, dan warga untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan anak,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Tegal, Bogor Jayadi, mengapresiasi kontribusi UT yang konsisten mendampingi masyarakat selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan, mulai dari pojok baca, parenting, pelatihan guru PAUD hingga penguatan sekolah ramah anak, sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
“Kami berterima kasih karena program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Di tempat yang sama, akademisi yang juga perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag), Randi Saputra, mengingatkan bahwa bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari fisik, verbal, sosial hingga digital. Karena itu, sekolah perlu memiliki sistem pencegahan yang jelas.
“Sekolah harus membangun komunikasi positif, memperkuat pendidikan karakter, serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam perlindungan anak,” ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan akademisi dari IAIN Kerinci, Cand. Agung Tri Prasetya. Ia menekankan pentingnya dukungan psikologis dalam menciptakan lingkungan ramah anak.
“Anak membutuhkan ruang belajar yang aman, penuh penerimaan, dukungan emosional, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan,” katanya. (nas)


















