INDOPOSCO.ID – Pemerintah berkomitmen meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui beasiswa program doktor. Langkah tersebut diyakini menjadi fondasi untuk mempercepat pembangunan bangsa.
“Kami menyambut baik dan mendukung arahan Bapak Presiden saat di Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI) 2026 soal peningkatan beasiswa program doktor,” ujar Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Yon Arsal, kepada indoposco.id, Senin (29/6/2026).
Ia menyebut pada pendaftaran beasiswa LPDP batch pertama, jumlah peserta program magister mencapai sekitar 1.700 mahasiswa, sedangkan program doktor sekitar 600 mahasiswa.
“Target kami nanti untuk program doktor sudah membaik, saat ini perbandingan 1:3 dengan program magister. Sebelumnya program doktor baru seperempat dari magister,” bebernya.
Untuk mencapai target tersebut, menurutnya strategi yang tepat dilakukan melalui skema co-funding (pendanaan bersama). Dengan skema ini, kuota beasiswa doktor dapat diatur sesuai program studi (prodi) melalui kolaborasi perguruan tinggi dan industri.
“Kami meyakini kuota beasiswa doktor ini ke depan akan terus membaik, sesuai arahan Bapak Presiden,” ucapnya.
Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menambahkan untuk meningkatkan minat program beasiswa doktor, LPDP akan mendanai riset penerima manfaat agar penelitian yang dilakukan lebih terarah.
“Jadi penerima manfaat beasiswa LPDP program doktoral bisa mengintegrasikan skema riset dan skema beasiswa. Caranya, disertasi mahasiswa bisa didaftarkan pada skema beasiswa,” katanya.
Ia menambahkan, pada skema tersebut riset akan mendapatkan bimbingan dari para profesor sehingga dapat meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa.
“Jadi saat akan meng-upgrade proposal riset ke perguruan tinggi unggulan di luar negeri, mereka akan mudah diterima,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI) 2026 berjanji menambah kuota beasiswa bagi program doktoral.
“Penambahan kuota beasiswa doktor menjadi fondasi kuat mempercepat kemajuan bangsa, salah satunya melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM),” ujar Prabowo saat hadir di Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026). (nas)


















