• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kampus Hukum Tak Lagi Cukup Cetak Sarjana, Kini Didorong Ikut Membentuk UU

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:25
in Nasional
Chief Media & Engagement Officer Hukumonline, Amrie Hakim. Foto: Dokumen Hukumonline

Chief Media & Engagement Officer Hukumonline, Amrie Hakim. Foto: Dokumen Hukumonline

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perguruan tinggi hukum tak lagi cukup hanya mencetak sarjana. Di tengah regulasi yang kian kompleks, kampus didorong mengambil peran lebih jauh sebagai sumber pengetahuan sekaligus mitra strategis Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam melahirkan undang-undang.

Pesan itu mengemuka dalam rangkaian Top Indonesian Law Schools 2026 yang digelar Hukumonline di Jakarta. Ajang tersebut bukan hanya memberikan apresiasi kepada perguruan tinggi hukum, tetapi juga membuka perbincangan mengenai posisi kampus dalam membangun kualitas hukum nasional.

BacaJuga:

Parlemen Iran Setujui Rencana Pengelolaan Selat Hormuz

Keluarga Sayuti Melik Terima Undangan Prabowo untuk Upacara HUT ke-81 RI

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Chief Media & Engagement Officer Hukumonline, Amrie Hakim mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi sivitas akademika dalam memajukan pendidikan dan literasi hukum di Indonesia.

“Pendidikan tinggi bukan semata tempat mentransfer pengetahuan, melainkan ruang tumbuhnya pemikiran kritis, integritas, dan keberanian intelektual,” jelas Amrie dalam sambutan pada Top Indonesian Law Schools 2026 yang berlangsung di Jakarta, belum lama ini.

Kepala Badan Keahlian DPR RI Prof. Bayu Dwi Anggono mengatakan perguruan tinggi, khususnya pendidikan tinggi hukum, memiliki ruang kolaborasi yang luas dengan DPR RI dalam menjalankan fungsi legislasi.

“Sebenarnya peran perguruan tinggi, pendidikan tinggi hukum bisa berkolaborasi dengan kami di DPR RI, yang salah satu fungsinya adalah fungsi legislasi,” ujarnya.

Kolaborasi kampus dan parlemen dapat dimulai sejak penyusunan naskah akademik dan rancangan undang-undang. Perguruan tinggi juga dapat terlibat dalam diskusi pakar, konsultasi publik, survei terhadap rancangan undang-undang, hingga penyediaan hasil penelitian untuk memperkuat dasar penyusunan regulasi.

Bayu menempatkan perguruan tinggi sebagai bagian penting dari ekosistem pembentukan kebijakan karena kampus memiliki mandat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Perguruan tinggi sebagai saluran aspirasi dan kebutuhan publik yang berbasis keahlian objektif dan ilmiah,” demikian salah satu kerangka yang digunakan Bayu dalam memetakan urgensi kolaborasi kampus dan DPR RI.

Peran tersebut makin penting karena persoalan regulasi tidak lagi dapat dijawab dari satu bidang keilmuan. Perguruan tinggi dapat mempertemukan kepakaran hukum, ekonomi, sosial, teknologi, maupun bidang lain untuk membantu pembentuk undang-undang memahami persoalan secara lebih utuh.

Hasil penelitian juga dapat digunakan dalam pemantauan dan peninjauan pelaksanaan undang-undang, analisis legislasi, analisis anggaran, akuntabilitas keuangan negara hingga foreign legislative analysis.

“Bagaimana kolaborasi yang kita bangun tadi berdampak pada kualitas legislasi,” tuturnya.

Kerja sama bahkan dapat berlanjut dalam proses pengujian undang-undang di Mahkamah Konstitusi. Akademisi dapat mendukung penyusunan keterangan DPR RI maupun menjadi saksi ahli DPR RI.

Dengan demikian, kontribusi perguruan tinggi terhadap hukum nasional tidak berhenti di ruang kelas. Pengetahuan yang lahir dari riset dapat masuk ke dalam seluruh siklus kebijakan, mulai dari perumusan hingga evaluasi regulasi.

Tahun ini, Hukumonline menyempurnakan metodologi Top Indonesian Law Schools 2026 dengan membedakan perguruan tinggi berdasarkan jenisnya, yakni universitas dan non-universitas.

Penilaian mencakup jumlah Golden Alumni Program Studi Sarjana (S1) Hukum, akreditasi BAN-PT, SINTA Score, serta reputasi internasional.

Pemeringkatan dibagi dalam kategori wilayah dan nasional. Kategori nasional meliputi Kampus Hukum Terbaik Nasional 2026, Kampus Hukum Non-Universitas Terkemuka Nasional 2026, Perguruan Tinggi Negeri Hukum Terbaik Nasional 2026, serta Perguruan Tinggi Swasta Hukum Terbaik Nasional 2026.

Rangkaian kegiatan juga diisi Seminar Hukum Nasional 2026 yang menghadirkan Hakim Agung Kamar Pidana Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Dr. Surya Jaya; Dekan Fakultas Hukum Universitas Adhyaksa Assoc. Dr. Prof. Hasbullah; Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung Republik Indonesia Dr. Patris Yusrian Jaya; serta Ketua Badan Legislasi & Anggota Komisi III DPR RI Dr. Bob Hasan.

Selain itu, Hukumonline mengumumkan Golden Alumni 2026, direktori eksklusif alumni perguruan tinggi hukum terkemuka di Indonesia yang berkiprah pada jalur kepemimpinan profesi hukum maupun lembaga publik.

Salah satu nama yang masuk jajaran tersebut adalah Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Pada akhirnya, rangkaian kegiatan tersebut menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat mencetak sarjana hukum. Perguruan tinggi memiliki ruang untuk menjadi salah satu simpul penting yang menghubungkan riset, kepakaran, kebutuhan masyarakat, dan kebijakan negara.

Kualitas hukum pun tidak hanya ditentukan oleh bagaimana undang-undang dirumuskan, tetapi juga oleh seberapa kuat pengetahuan dan suara publik masuk ke dalam proses pembentukannya. (her)

Tags: HukumonlinePerguruan TinggiTop Indonesian Law Schools 2026

Berita Terkait.

Parlemen Iran Setujui Rencana Pengelolaan Selat Hormuz
Nasional

Parlemen Iran Setujui Rencana Pengelolaan Selat Hormuz

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:02
Keluarga Sayuti Melik Terima Undangan Prabowo untuk Upacara HUT ke-81 RI
Nasional

Keluarga Sayuti Melik Terima Undangan Prabowo untuk Upacara HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:15
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026
Nasional

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:27
Massa Gelar ‘Aksi Bela Al-Qur’an’ di Gedung OT Cengkareng, Ratusan Personel Dikerahkan
Nasional

Rp50 Triliun Dihemat, Prabowo Ungkap Wajah Baru BUMN

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:31
Puan
Nasional

Ketua MPR Klaim Program MBG Kunci Menuju Generasi Emas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27
Mendagri
Nasional

Mendagri Dorong Kepemimpinan Teknokratik Kepala Daerah untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:46

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1167 shares
    Share 467 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3719 shares
    Share 1488 Tweet 930
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    865 shares
    Share 346 Tweet 216
  • Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.