INDOPOSCO.ID – Masyarakat umumnya hanya melihat hilir sektor energi seperti SPBU dan pembangkit listrik. Padahal, aspek penjaminan kualitas dan kuantitas di balik rantai pasok tersebut memegang peran yang tidak kalah penting.
Demi mendukung pertumbuhan energi nasional seperti proyek B40, rantai pasok harus berjalan tanpa celah. Gangguan minor pada kualitas bahan bakar atau pelumas dinilai bisa langsung melumpuhkan pelayanan publik.
Pelumas adalah komponen kecil yang vital bagi performa mesin di berbagai lini industri—seperti pertambangan, transportasi, dan energi terbarukan meski keberadaannya sering kali disepelekan.
Kepala LSPro dan Laboratorium Pelumas dan Bahan Bakar PT Surveyor Indonesia (Persero) Salma Ilmiati menjelaskan, bahwa sampel pelumas dapat memberikan banyak informasi mengenai kondisi internal sebuah peralatan.
“Pelumas dapat dianalogikan sebagai darah bagi mesin industri,” kata Salma Ilmiati dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Dari sampel yang diuji, pihaknya dapat melihat indikasi awal keausan komponen, kontaminasi, maupun perubahan kondisi operasi. “Informasi tersebut membantu perusahaan mengambil tindakan sebelum kerusakan yang lebih besar terjadi,” ucap Salma Ilmiati.
Praktik pemastian kualitas tersebut merupakan bagian dari industri Testing, Inspection, Certification, and Consultancy (TIC) yang berperan melakukan verifikasi independen terhadap produk, proses, maupun aset industri.
Dalam sektor energi, layanan TIC digunakan untuk memastikan kualitas bahan bakar, memverifikasi kuantitas komoditas energi, menguji kondisi aset pembangkit, hingga memastikan kepatuhan terhadap standar dan regulasi.
Vice President Divisi Bisnis Strategis Oil, Gas, and Renewable Energy PT Surveyor Indonesia (Persero) Mahfud Arifin menilai peran assurance akan semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas sektor energi.
“Ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pasokan, tetapi juga oleh keandalan sistem yang mendukungnya. Di sinilah assurance berperan untuk memastikan kualitas, keselamatan, dan kepatuhan dapat terjaga secara konsisten,” jelas Mahfud Arifin. (dan)
















