INDOPOSCO.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong terciptanya ekosistem usaha yang semakin inklusif, adaptif, dan kompetitif dengan menjadikan legalitas serta standardisasi sebagai pijakan penting agar pengusaha UMKM mampu berkembang sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, menuturkan bahwa upaya pemberdayaan UMKM masih menghadapi kendala berupa data pelaku usaha yang tersebar di berbagai instansi, sehingga belum terintegrasi dan sulit dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penyusunan kebijakan maupun layanan.
Sebagai solusi atas persoalan tersebut, Kementerian UMKM resmi melakukan soft launching Superapps Sapa UMKM, sebuah platform layanan terpadu yang dirancang untuk mengintegrasikan data sekaligus menghadirkan beragam layanan bagi para pengusaha UMKM di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Platform ini dirancang sebagai wadah integrasi data dan layanan terpadu yang menghubungkan pengusaha UMKM di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” kata Loto dalam Talkshow UMKM Insight Seri Pertama di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Loto menegaskan bahwa legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), serta standardisasi, termasuk sertifikasi halal, merupakan fondasi penting agar pengusaha UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan dan naik kelas.
Menurutnya, legalitas dan standardisasi usaha menjadi pintu masuk utama bagi pengusaha UMKM untuk memperoleh akses terhadap berbagai program pemerintah, mulai dari pendampingan usaha, sertifikasi, pembiayaan, hingga berbagai bentuk fasilitasi pengembangan usaha lainnya.
“Pemerintah memastikan dukungan penuh bagi pengusaha UMKM, termasuk memberikan kepastian insentif perpajakan yang meringankan. Untuk itu, Kementerian UMKM mengimbau seluruh pengusaha UMKM agar tidak mengabaikan aspek legalitas dan standardisasi usaha,” jelasnya.
Selain memperkuat aspek legalitas dan standardisasi, Loto menjelaskan bahwa Superapps Sapa UMKM juga menghadirkan data yang lebih akurat melalui fitur analisis yang mampu memberikan rekomendasi pengembangan usaha sesuai dengan profil masing-masing pengusaha UMKM.
Rekomendasi tersebut mencakup peluang mengikuti pelatihan secara berkala, akses terhadap pembiayaan bersubsidi seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun alternatif permodalan lainnya, perluasan akses pasar melalui ekosistem digital, hingga fasilitasi ekspor melalui berbagai program kolaborasi.
Menurut Loto, pemanfaatan teknologi yang didukung kolaborasi lintas sektor akan memperkuat proses transformasi UMKM Indonesia menjadi lebih profesional, adaptif, dan mandiri.
“Melalui kolaborasi yang kuat dan pemanfaatan teknologi yang tepat sasaran, UMKM Indonesia diharapkan mampu bertransformasi secara profesional, mandiri, serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan perekonomian nasional,” tutupnya. (her)











