INDOPOSCO.ID – Sebanyak 210 perusahaan dari 14 negara ambil bagian dalam Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026 dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 yang resmi dibuka Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Pameran yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026 ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat daya saing industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen Indonesia di pasar global.
Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran yang digelar Krista Exhibitions Group tersebut menghadirkan 210 peserta, termasuk 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain Indonesia, peserta juga berasal dari China, Italia, Uni Emirat Arab, Pakistan, Spanyol, India, Bangladesh, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Vietnam, Singapura, dan Korea Selatan.
Keikutsertaan pelaku industri dari berbagai negara menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap potensi industri manufaktur Indonesia. Ajang ini sekaligus menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis, menjalin kemitraan, serta membuka peluang investasi dan ekspor.
Berbagai inovasi ditampilkan dalam pameran, mulai dari produk kulit dan alas kaki, tekstil, garmen, bahan baku, aksesori, hingga mesin produksi, teknologi otomasi, dan solusi manufaktur terkini. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, sekaligus mendorong penerapan industri yang lebih berkelanjutan.
Tak hanya menjadi etalase produk dan teknologi, ILF Expo dan IGT Expo 2026 juga menghadirkan sejumlah forum yang membahas tantangan sekaligus peluang industri manufaktur nasional. Transformasi digital, modernisasi proses produksi, penggunaan material ramah lingkungan, hingga penguatan rantai pasok menjadi fokus pembahasan untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Salah satu agenda utama adalah Seminar Nasional Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) bertema “Membangun Industri TPT yang Kompetitif, Berkelanjutan, dan Menjadi Pemain Utama dalam Rantai Pasok Nasional dan Internasional.” Seminar tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha untuk membahas strategi memperkuat industri tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui inovasi dan peningkatan daya saing.
Selain itu, ILF–IGT Manufacturing Forum 2026 mengusung tema “Jaya di Pasar Domestik, Unggul di Pasar Global.” Forum yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group bersama APRISINDO dengan dukungan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM membahas berbagai isu strategis, mulai dari revitalisasi industri padat karya, peningkatan investasi manufaktur, pemberdayaan UMKM dan industri kecil menengah (IKM), hingga pemanfaatan peluang perdagangan melalui Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk memperluas pasar ekspor Indonesia.
Kemeriahan pameran juga diwarnai penyelenggaraan The Fashion Show yang menampilkan karya dan inovasi terbaru dari industri kulit, alas kaki, tekstil, dan fesyen nasional. Sementara itu, Networking Cocktail Dinner menjadi ajang business matching yang mempertemukan peserta pameran dengan buyer, investor, asosiasi, serta mitra industri untuk membuka peluang kerja sama dan transaksi bisnis.
Melalui penyelenggaraan ILF Expo dan IGT Expo 2026, Krista Exhibitions Group berharap pameran ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen nasional. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, investor, dan mitra internasional diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan investasi, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Pameran ILF Expo dan IGT Expo 2026 terbuka bagi pelaku industri, produsen, distributor, importir, eksportir, asosiasi, akademisi, investor, hingga masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen. Pengunjung dapat melakukan registrasi secara daring melalui register.kristaonline.com/visitor/indoleatherfootwear atau mendaftar langsung di lokasi pameran selama penyelenggaraan berlangsung.(srv)


















