• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Uji Coba Cofiring Tahap II Sukses, PTBA Dorong Transisi Energi dengan Kaliandra Merah

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 15 Juni 2026 - 20:17
in Ekonomi
PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA melaksanaan Uji Coba Cofiring Tahap II di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Banko Barat berkapasitas 3x10 Megawatt (MW) pada 9-10 Juni 2026. Foto: Dokumen PTBA

PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA melaksanaan Uji Coba Cofiring Tahap II di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Banko Barat berkapasitas 3x10 Megawatt (MW) pada 9-10 Juni 2026. Foto: Dokumen PTBA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melaksanakan Uji Coba Cofiring Tahap II di PLTU Mulut Tambang Banko Barat berkapasitas 3×10 Megawatt (MW). Langkah ini menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi perusahaan untuk menekan emisi karbon sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.

Dalam uji coba yang berlangsung pada 9-10 Juni 2026 tersebut, PTBA meningkatkan pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pendamping batu bara. Perseroan menggunakan wood pellet Kaliandra Merah sebesar 2 persen serta biomassa campuran dari tanaman pulai, akasia, dan puspa sebesar 3 persen. Angka ini meningkat dibandingkan Uji Coba Tahap I pada September 2025 yang masing-masing hanya menggunakan biomassa sebesar 1 persen.

BacaJuga:

PLN Indonesia Power Dorong Ekonomi Sirkular lewat Program Sedekah Sampah untuk Pendidikan

BRI Perluas Akses Investasi Global, Reksa Dana USD Kini Bisa Dibeli lewat BRImo

Badak LNG Lampaui Target Produksi, Pertahankan PROPER Emas ke-15 Secara Beruntun

Mine Development Department Head PTBA, Ferry Fadri Al Ilham, mengatakan peningkatan jenis dan volume biomassa pada tahap kedua dilakukan untuk memperoleh data yang lebih komprehensif terkait efektivitas implementasi cofiring di masa mendatang.

“Uji coba ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PTBA untuk mengoptimalkan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi pendamping batu bara. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi dalam pengembangan implementasi cofiring ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan uji coba berlangsung lancar tanpa memerlukan perubahan konstruksi maupun sistem utama pembangkit. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan biomassa dapat diintegrasikan dengan infrastruktur PLTU yang telah ada.

Direktur PT Bukit Energi Servis Terpadu (PT BEST), Zulkurniadi, menyatakan penerapan cofiring tidak mengubah sistem operasional pembangkit yang selama ini berjalan. Keandalan operasional tetap terjaga berkat penggunaan boiler tipe Circulating Fluidized Bed (CFB) yang mampu mengakomodasi campuran biomassa dan batu bara secara optimal.

“Meskipun biomassa memiliki nilai kalor yang lebih rendah dibandingkan batu bara, performa dan keandalan pembangkit tetap terjaga dengan baik,” katanya.

Salah satu aspek penting dalam program ini adalah keberlanjutan pasokan biomassa. Untuk itu, PTBA menggandeng Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVYK) dalam pengembangan Kebun Energi yang telah berjalan sejak Januari 2024. Kolaborasi tersebut mencakup budidaya Kaliandra Merah hingga pembangunan fasilitas pengolahan wood pellet.

Guru Besar Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohammad Nurcholis, M.Si., menjelaskan Kaliandra Merah memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan karena mampu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan biomassa berkualitas tinggi dengan nilai kalor di atas 4.300 kilokalori per kilogram.

“Karakteristik tersebut memungkinkan Kaliandra Merah mendukung proses pembakaran tanpa menurunkan kualitas energi yang dihasilkan,” paparnya.

Selain berkontribusi pada pengurangan emisi, Kaliandra Merah juga dinilai unggul karena termasuk tanaman cepat tumbuh (fast-growing), memiliki kandungan energi tinggi, serta dapat tumbuh kembali setelah dipanen tanpa memerlukan penanaman ulang.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menilai sinergi antara dunia industri dan akademisi menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi energi yang berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan cofiring biomassa tidak hanya berfokus pada aspek operasional pembangkit, tetapi juga membangun ekosistem energi hijau yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

“Langkah ini merupakan bukti nyata komitmen Perseroan dalam mendukung ketahanan energi nasional, mengurangi emisi karbon, dan mempercepat transisi menuju masa depan energi yang lebih bersih,” tuturnya.

Melalui peningkatan pemanfaatan biomassa dan pengembangan sumber pasokan yang berkelanjutan, PTBA menegaskan perannya sebagai perusahaan energi yang terus bertransformasi untuk menjawab tantangan transisi energi sekaligus mendukung agenda pembangunan rendah karbon Indonesia. (srv)

Tags: Bukit AsamCofiringemisi karbonPTBATransisi Energi

Berita Terkait.

PLN Indonesia Power Dorong Ekonomi Sirkular lewat Program Sedekah Sampah untuk Pendidikan
Ekonomi

PLN Indonesia Power Dorong Ekonomi Sirkular lewat Program Sedekah Sampah untuk Pendidikan

Senin, 15 Juni 2026 - 21:11
BRI
Ekonomi

BRI Perluas Akses Investasi Global, Reksa Dana USD Kini Bisa Dibeli lewat BRImo

Senin, 15 Juni 2026 - 20:32
lng
Ekonomi

Badak LNG Lampaui Target Produksi, Pertahankan PROPER Emas ke-15 Secara Beruntun

Senin, 15 Juni 2026 - 20:02
J&T Cargo Kelola 8,2 Ton Limbah Bersama Decathlon dan Yayasan KDM, Dorong Ekonomi Sirkular
Ekonomi

J&T Cargo Kelola 8,2 Ton Limbah Bersama Decathlon dan Yayasan KDM, Dorong Ekonomi Sirkular

Senin, 15 Juni 2026 - 19:37
bc2
Ekonomi

Bea Cukai Perkuat Pengawasan Industri Rokok, Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha di Semarang dan Malang

Senin, 15 Juni 2026 - 19:27
btnnn
Ekonomi

Kinerja Moncer BTN Berlanjut, Laba Bersih Tembus Rp1,85 Triliun per Mei 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 19:17

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6622 shares
    Share 2649 Tweet 1656
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1718 shares
    Share 687 Tweet 430
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1027 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.